Beberapa orang pasti pernah merasakan berada di comfort zone atau zona nyamannya, entah nyaman dengan kehidupannya sehari-hari, dengan pekerjaannya, atau bahkan kesendiriannya. Banyak dari kita yang sudah nyaman pasti enggan untuk keluar dari zona tersebut. Seakan-akan kita sudah betah dan tak mau keluar.

Istilah “zona nyaman” pertama kali dipopulerkan oleh Alasdair White yaitu seorang pencentus teori manajemen bisnis pada tahun 2009. Menurut Alasdair, zona nyaman adalah keadaan di mana segalanya terasa akrab dan mudah, sehingga kita tidak mengalami banyak tekanan/stres. Zona nyaman akan memberikan kita kepastian, rasa aman serta perasaan familier pada diri kita.

“zona nyaman itu bukannya enak ya? Kita sudah berada di tempat yang aman enggak harus susah-susah menghadapi tantangan?” ada yang pernah mendengar orang berkata seperti itu? Hmmm, sebenarnya bukan seperti sih maksudnya.

Berada di zona nyaman itu enak, tapi apa kamu mau cuman hidup gitu-gitu aja? Pasti enggak kan. Ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang seperti itu misalnya saja malas dan takut. Malas untuk berubah, ogah-ogahan, apalagi mageran enggak mau ngapa-ngapain udah enak gitu aja. Atau rasa takut, takut buat mencoba hal baru, takut realita  tidak dengan sesuai ekspetasi, dan ketakutan yang lainnya. Itu bisa jadi penghambat kita untuk keluar dari yang namanya zona nyaman.

Yang pernah lihat Film “Filosofi Kopi 2: Ben & Jody” pasti tahu lagu “zona nyaman” dari Fourtwnty.

Sembilu yang dulu

Biarlah berlalu

Bekerja bersama hati

Kita ini insan

Bukan seekor sapi

Dari lagu tersebut, Fourtwnty mengajarkan  kita untuk  keluar dari zona nyaman kita sendiri. Kita ini insan bukan seekor sapi yang terkurung dalam kandang. Kita bisa keluar melihat betapa indah dan luasnya dunia ini. 

Keluar dari zona nyaman bukan berarti enggak nyaman. Bisa jadi ada peluang kesuksesan. Kita tidak tahu masa depan nanti bagaimana, bisa saja lebih baik dari sekarang. Daripada harus hidup seperti air yang mengalir, hanya mengandalkan takdir. Hidup kita kan  hanya sekali, bukan berkali-kali dan ada kehidupan akhirat yang menanti. Kalau kita tidak memanfaatkannya sebaik mungkin, berusaha maksimal supaya bisa sukses hidup didunia dan akhirat. Pasti kita akan menyesal, karena penyesalan pasti berada diakhir.

Kita enggak harus kok, langsung berusaha untuk keluar beneran. Kita bisa mencobanya secara perlahan-lahan. Misalnya saja, dengan menambahkan aktivitas, mencoba beberapa hal yang baru, dan mau mengeksplor hal yang kita takuti serta harus berani untuk mencoba. Semuanya butuh proses, tidak langsung bisa jadi keluar sepenuhnya. Kita juga butuh adaptasi dengan hal-hal yang baru. Daripada kita stagnan, hanya berjalan di tempat dan ternyata teman kita sudah berjalan jauh di depan kita dan akhirnya kita tertinggal jauh. 

Lebih baik kita mencoba keluar dari zona nyaman. Dunia luar tidak semenakutkan yang kita bayangkan. Bahkan kita bisa belajar banyak hal baru yang tidak kita ketahui juga bisa menambah pengalaman. Dunia ini luas, banyak hal baru dan unik yang tidak kita ketahui jika kita mengurung diri. Kita tidak akan tahu bakat seseorang jika kita tidak pernah mencobanya. Maka coba segala hal yang kita inginkan, bisa dari hal yang biasa bahkan luar biasa. Lakukan semua yang kita bisa, untuk membuat diri kita menjadi lebih baik lagi.

Jangan sampai kita terjebak terlalu jauh ke dalam zona nyaman dan akhirnya menyulitkan diri kita sendiri untuk bisa berkembang. Meskipun awalnya sulit, tetapi keluar dari zona nyaman bisa merupakan awal yang tepat untuk meraih impian kita yang belum terwujud. Pasti banyak mimpi serta harapan untuk diri kita di masa depan. Selagi kita masih bisa berdiri, maka cobalah untuk mewujudkan satu persatu mimpi tersebut. Jangan mudah menyerah dan teruslah berjalan menuju masa depan yang kita impikan, karena setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk membuat kebahagiaan nya sendiri.

Berada di zona nyaman juga bisa merupakan pilihan. Adakalanya zona nyaman bisa menjadi pilihan terbaik, kalau kita belum yakin dan matang untuk keluar. Bisa saja kalau kita melakukannya terlalu terburu-buru tanpa persiapan yang matang malah membuat kita terbebani, tertekan, stress, kewalahan dan tak bahagia. Jangan terlalu memaksakan diri kita sendiri. Karena hanya kita lah yang tahu batasan dari diri kita. 

Seperti kata seorang motivator, penulis buku “Fearless Living” dan fear expert yaitu Rhonda Britten mengatakan “sebenarnya kita tidak perlu selalu keluar dari zona nyaman tapi memperluas zona nyaman tersebut.”

Jadi kita tidak perlu keluar dari zona nyaman tetapi kita memperluas zona nyaman tersebut dan berkembang di dalamnya.