Zaskia lagi, lagi-lagi Zaskia. Masih tentang zaskia. Hingga hari ini, 21 Maret 2016, atensi media mengenai Zaskia Gotik masih mendapat porsi masif ketimbang tentang vernal equinox.

Zaskia memang konyol (setidaknya kata ‘konyol’ masih lebih sopan ketimbang bego). Zaskia tidak tahu dan tidak peduli pada negara tempat dia mencari nafkah ini. Dia sexy bohay dan bisa nyanyi serta bodoh dan ceroboh. Modal yang cukup untuk menjual suara dan goyang itik.

Dia cukup cerdas, menggunakan segala sumber daya yang ada untuk mencari nafkah. Setidaknya, dia cukup cerdas untuk tidak memilih menjadi akademisi atau cendekiawan.

Tetapi sekalipun Zaskia bukan cendekiawan, dia tak boleh ceroboh dalam bertutur kata. Karena seminim apapun wawasan dan pengetahuannya tentang sejarah negara, Zaskia harus tahu dan sadar posisinya sebagai public figure.

Banyolan Zaskia tentang Hari Proklamasi pada tanggal 32 Agustus serta lambang sila kelima Pancasila adalah bebek nungging kini jadi polemik. Zaskia dipolisikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) pada hari Kamis, 17 Maret 2016.  Zaskia juga dipolisikan ke Polda Metro Jaya oleh Wakil Ketua Komite III DPD RI, Fahira Fahmi Idris.

Polemik Zaskia mempopulerkan kembali “Mulutmu Harimaumu”. Hati-hati dengan mulutmu. Jaga ucapanmu, karena words are sword. Ucapan itu ibarat pedang bermata ganda. Lidah kita tak jarang bisa menjadi pedang yang balik membahayakan diri kita.

Tapi ada yang menarik dari kasus Zaskia kali ini, sebenarnya bukan karena kasusnya saja, tapi lebih kepada posisi Zaskia sebagai entertainer. (Saya masih senyam senyum geleng kepala saat menulis bagian ini dan mengingat banyolan Zaskia). Betapa konyol si eneng ini. Dan si eneng pemilik ‘goyang itik’ ini menghantarkan saya bernostalgia pada salah satu idola saya, Kurt Cobain dan lagu favorit saya “Smells Like Teen Spirit”.

Kurt Cobain, sang musisi legendaris pentolan group band Nirvana, menulis bagian reff pada lagu tersebut demikian: 

With the lights out, it’s less dangerous
Here we are now, entertain us
I feel stupid and contagious
Here we are now, entertain us”

Lirik yang konyol tapi realistis menurut saya. Lagu grunge berirama menghentak dengan karakter vokal dan cara bernyanyi yang khas ala Kurt Cobain. Dengan improvisasi ala Kurt yang berulangkali menyebut lirik “Hello Hello Hello How Low”hampir lebih dari 10x dalam lagu ini.

Lucunya, Kurt yang sejatinya adalah performer and entertainer, merasa diri stupid dan contagious. Merasa, atau lebih tepatnya, “menyadari” bahwa dirinya “bodoh” dan kebodohannya itu dapat menular, mudah menjalar.

Secara eksplisit dan dalam bahasa yang simpel, Kurt ingin mengatakan bahwa menjadi entertainer itu bebas berekspresi dan cenderung berbuat konyol, tapi tetap akan jadi trend-setter.

Lihat saja Syahrini dan segala tetek bengek tentang dia, entah yang original konyol atau yang telah didaur ulang jadi meme; Syahrini itu fashionista ekspresif ekshibisionist tanpa secuil pun nilai pedagogis. But who care? Yang penting laris manis di kancah dunia hiburan Indonesia tercinta.

Zaskia goyang itik pun demikian. Entertainer berwawasan kurang mumpuni yang begitu mudah ditipu penipu bermulut manis sekelas Vicky Prasetyo. Tapi siapa yang peduli, biar bego yang penting banyak duit.

Polemik Zaskia juga mengingatkan saya pada salah satu lagu kolaborasi Justin Timberlake dengan rapper Jay-Z yang berjudul Holy Grail. Lagu dengan musikalitas ciamik dengan lirik yang hampir semuanya bercerita tentang suka duka dan resiko jadi entertainer.

Jay Z membanjiri bagian verse lagu Holy Grail dengan lirik lirik ekspresif cenderung rude semisal :

f*ck the fame...
That’s my bad...
Enough to make me wanna murder...
i got haters in the paper....
i feel like i’m cornered off...

Mungkin saat ini kata-kata seperti itu bisa mewakili perasaan si eneng Zaskia. Sungguh kasihan, banyolannya menjadi polemik yang menyeretnya ke ranah hukum, bukan hanya karena kecerobohannya, tapi karena posisi dia sebagai entertainer.

Karena seperti lirik Holy Grail pada bagian bridge yang dinyanyikan Justin Timberlake :

and we all just entertainers
And we’re stupid, and contagious
Now we all just entertainers...