Yunarto Wijaya adalah seorang pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia yang menjadi sosok yang dikenal di Indonesia. Orang ini adalah orang yang menjabat menjadi ketua lembaga survei, yang dari Quick Count memenangkan pasangan Joko Widodo dan Kiai Haji Ma’ruf Amin.

Lembaga survei Charta Politika ini adalah lembaga yang independen, berdiri sendiri, tidak berafiliasi dengan siapa pun. Lulusan terbaik jurusan Hubungan Internasional asal FISIP Universitas Katolik Parahyangan Bandung pada tahun 2004 ini menjadi sosok yang sangat fenomenal.

Saat ini, namanya pun menjadi incaran. Namanya dibuka ke publik sebagai salah satu orang yang menjadi sasaran tembak para pelaku, yang menurut kepolisian, diarsiteki oleh Kivlan Zen.

Yunarto Wijaya ini adalah orang cerdas yang mendedikasikan hidupnya untuk keluarga, agama, bangsa, dan negara. Kalau kita berbicara mengenai memperjuangkan agama, kita harus melihat bagaimana cara Yunarto Wijaya memperjuangkannya. Dia memperjuangkan agama dengan cara kasih.

Dia sebenarnya sudah tahu bahwa dia diincar untuk dijadikan target operasi, di bawah komando Kivlan Zen. Kita mengetahui bahwa orang ini sangatlah independen. Memang kita tidak bisa melepaskan keberpihakan pada kebenaran.

Yunarto Wijaya adalah orang yang memegang teguh prinsip kebangsaan dan agama yang ia anut. Sebagai orang Kristen, dia menghidupi jalan kasih. Jalan kasih macam apa? Mengasihi musuhnya. Perintah ini langsung turun dari Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.

Sebagai orang Kristen, Yunarto menjalankan tugas dan teladan Kristus di tengah-tengah dunianya. Di tengah-tengah profesinya, dia menjalankan tugas dan tanggung jawab secara baik.

Kegelisahannya ia tidak pikirkan. Dia tahu, dengan mendukung kebenaran, mendukung yang baik, dia akan menjadi objek sasaran tembak. Dan ternyata, sasaran tembak itu bukan hanya sebatas konotasi, akan tetapi menjadi sebuah fakta yang nyata.

Karena dia mendukung dan menyatakan kebenaran, Yunarto harus menempuh jalan salib yang tidak mudah. Jadi target operasi, pasti hidupnya tidak tenang. 

Pasti dia harus menjaga betul selain dirinya, keluarganya, dan orang-orang dekatnya. Tapi demi kebenaran, Yunarto Wijaya menjalankan hal itu.

Bahkan ketika Polisi mengungkap dan menyatakan bahwa orang ini menjadi target sasaran operasi dari arsitek Kivlan Zein, Yunarto menyatakan reaksinya dalam bahasa kasih. Bahasa kasih menjadi bahasa yang dia utarakan. 

Bagaimana dia mengutarakannya? Dia mengutarakannya di Twitter-nya, @yunartowijaya, dengan kata-kata yang meneduhkan.

Sama seperti yg pernah saya tulis, sudah tak ada dendam lagi dari saya & keluarga baik buat yg jadi perencana ataupun eksekutor... Dari situasi2 seperti ini saya belajar ttg apa itu kasih, termasuk ketika bisa maafkan yg memusuhi kita.. Ayo terus mencintai Indonesia...

Berbicara mengenai kasih, kita berbicara mengenai bagaimana mengasihi tanpa syarat. Mengasihi tanpa syarat rasanya merupakan tindakan tertinggi dari pengajaran agama. Mengasihi musuh, dan tanpa syarat. Inilah yang disebut oleh filsuf Yunani sebagai Kasih Agape.

Kasih Agape? Apa itu? Biasanya kita tahu Kasih Agape adalah kasih dari Tuhan. Tapi berbicara kasih Tuhan, tentu akan sangat abstrak. Maka, saya ingin mengajak kita melihat lebih jauh lagi Kasih Agape, kasih yang menaungi Yunarto Wijaya.

Kasih Agape adalah kasih yang memberi, kasih yang memberi tanpa harapan imbalan. Kasih ini adalah kasih yang paling tinggi levelnya. Kasih Agape adalah kasih tanpa syarat, kasih yang memberi tanpa syarat.

Jika bicara tentang tanpa syarat, ini adalah kasih antara suami dan istri. Suami mengasihi istri dengan Kasih Agape, tidak sebatas Kasih Eros. Kalau berbicara mengenai Kasih Eros, kita berbicara kasih yang meminta juga. Eros berbicara tidak sekadar nafsu, tapi kasih yang bersifat posesif.

Kasih Agape adalah kasih yang menjadi tingkatan tertinggi. 

Sebenarnya, tidak ada orang yang bisa mengenal Kasih Agape dengan sepenuh-penuhnya. Tapi, kita bisa mencicipi Kasih agapea dengan cara-cara yang sederhana.

Salah satu aplikasi dan contoh dari Kasih Agape adalah mengasihi musuh. Musuh itu tidak pernah memberi keuntungan bagi kita. 

Musuh tidak pernah memberikan dampak positif bagi kita. Akan tetapi, ketika kita bisa mengasihi musuh kita, dan dengan tulus memberikan pengampunan kepada mereka, di sanalah Kasih Agape muncul.

Kasih tanpa syarat adalah kasih yang seharusnya dijalankan. Yunarto Wijaya adalah salah satu orang yang menyatakan cinta Kasih Agape kepada orang-orang yang memusuhinya.

Kesaksian Yunarto Wijaya adalah kesaksian yang meneladani ajaran cinta kasih, yakni ajaran Kristus. Kalau mau dikata, ia adalah penginjil di media sosial. Pesan injil yang dinyatakan oleh Yunarto Wijaya sudah sangat jelas.

Mengasihi tanpa syarat adalah pelajaran seumur hidup. Kasih ini merupakan jenis kasih yang tidak pernah lekang oleh waktu. Nama Yunarto Wijaya sudah terpatri di hati setiap musuhnya bahwa ia tetap mengasihi mereka, meski mereka mereka-rekakan yang jahat baginya.

Izinkan saya untuk mengutip satu bagian dari kitab suci; diambil dari Kejadian 50:20.

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya a  untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Semoga artikel ini menginspirasi kita untuk tetap mengasihi, bahkan ketika kita sulit mengasihi mereka.