Baru-baru ini kita sering sekali mendengar berbagai kasus pelecehan bahkan kekerasan seksual di televisi atau di beberapa platform media sosial. Bahkan beberapa dari kasus pelecehan seksual tersebut menimpa anak-anak di bawah umur dan yang menjadi pelakunya adalah orang terdekatnya sendiri.

Salah satu kasus pelecehan seksual yang baru-baru ini terjadi yaitu pelecehan ayah tiri terhadap anaknya yang terjadi di Krang Tengah, Kota Tangerang pada tanggal 8 Desember 2022. Naasnya kejadian tersebut menimpa anak di bawah umur yang berusia 16 tahun.

Kejadian naas tersebut menimpa korban saat sedang tertidur dikamar rumahnya. Dan kejadian tersebut baru diketahui oleh ibunya setelah korban hamil berusia 7 bulan. Korban tidak berani mengadukan kejadian yang menimpanya itu kepada sang ibu karena kedua orang tuanya itu kerap sekali bertengkar.

Sang ibu baru mengetahui bahwa korban hamil lantaran ibu korban merasa curiga karena melihat badan anaknya yang bertambah gemuk, lalu mengajak korban untuk tes kehamilan.

Ternyata diketahui bahwa korban telah hamil dengan usia kandungan 7 bulan. Naasnya sang anak tidak mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung.

Dari berita tentang pelecehan seksual tersebut kita dapat ketahui bahwa kasus pelecehan seksual tidak hanya terjadi ketika kita berada di luar rumah saja. Bahkan bisa terjadi di dalam rumah dengan pelaku orang yang kita percayai.

Dari situ kita tahu bahwa pelecehan seksual ini bisa terjadi di mana saja dan pelakunya bisa siapa saja bahkan orang terdekat kita sekalipun.

Dari kasus tersebut bisa membuat kita semakin waspada terhadap setiap orang yang kita temui. Selain itu pentingnya kita mengajarkan kepada anak-anak tentang sex education itu ternyata sangat penting loh.

Banyak sekali kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak dan anak tidak mengetahui bahwa dirinya sedang dilecehkan. Ada beberapa diantara kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi karena korban diiming-imingi akan diberikan sejumlah uang atau jajanan jika mau menuruti perintah dari pelaku. 

Dari situ kita tahu bahwa sangat penting untuk mengajarkan tentang sex education kepada anak-anak sejak dini. Kita tidak perlu langsung mengajarkan hal yang rumit, cukup kita memberikan pengertian tentang apa saja bagian tubuh dari anak yang tidak boleh dilihat atau bahkan disentuh oleh orang lain. 

Dengan kita memberi tahu kepada anak bahwa ada bagian tubuhnya ada yang tidak boleh orang melihatnya atau bahkan menyentuhnya bisa menjadi salah satu cara kita untuk mencegah kasus pelecehan seksual tersebut

Selain itu kita juga bisa mengajarkan kepada anak untuk jangan menerima pemberian apapun dari orang yang tidak dikenal juga menjadi salah satu car akita untuk menghindari kasus pelecehan seksual tersebut.

Kebanyakan dari kasus pelecehan seksual pada anak tersebut sulit terdeteksi dikarenakan anak tidak mau menceritakan apa yang dialaminya, mungkin karena ancaman dari pelaku yang membuat anak enggan untuk menceritakan kejadian tersebut. 

Dari situ kita belajar untuk mengajarkan kepada anak agar menceritakan apa yang dialaminya dan setelah kita mengetahui hal tersebut kita bisa memberikan perlindungan kepada anak agar dia tidak merasa terancam setelah menceritakan hal tersebut.

Setelah mengetahui kejadian tersebut pasti anak akan memiliki trauma yang sangat besar bahkan dari beberapa kasus sulit untuk disembuhkan. Kita sebagai orang yang lebih tua bisa selalu mendampingi anak dan menghiburnya agar dia bisa mungkin sedikit melupakan kejadian tersebut.

Nah aku punya beberapa tips nih cara mengedukasi anak agar terhindar dari pelecehan seksual. Yuk simak 4 tips edukasi anak agar terhindar dari pelecehan seksual :

1. Memperkenalkan bagian tubuh anak sejak dini

Cara pertama yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah dengan memperkenalkan bagian tubuh anak sedari dini. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengajari ana kapa arti dan fungsi sebenarnya dari bagian tubuh, terutama organ reproduksi yang dimili anak.

Tetapi juga perlu diperhatikan nih dalam penggunaan kata-kata yang pantas dalam menyebut bagian dari tubuh anak tersebut. Hal ini bertujuan agar anak mengetahui artinya dengan benar.

2. Memberi pemahaman terkait bagian tubuh yang bersifat pribadi

Anak-anak juga perlu nih diberikan penjelasan bahwa mereka memiliki bagian pribadi yang tidak boleh dilihat apalagi disentuh semua orang. 

Kita perlu memberikan penjelasan bahwa orang tua boleh melihat mereka telanjang saat sedang mandi, tetapi orang lain hanya boleh melihat saat anak menggunakan pakaian mereka.

3. Ajarkan anak untuk mengatakan tidak

Pelecehan seksual ini dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, bahkan dalam lingkup keluarga. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua mengajarkan pada anak untuk mengatakan tidak pada sentuhan ataupun aktivitas yang tidak diinginkan oleh anak.

4. Orang tua juga perlu menanamkan budaya malu pada anak

Sangat penting bagi orang tua untuk menanamkan budaya malu pada anak agar tidak sembarangan mengganti pakaian di tempat terbuka atau tempat umum. Selain itu juga, anak-anak perlu diajarkan bahwa tidak ada orang yang boleh mengambil foto bagian pribadinya.

Nah itu tadi beberapa tips dari aku tentang cara mengedukasi anak agar terhindar dari kasus pelecehan seksual. Selain beberapa hal di atas tadi orang tua juga perlu membentuk sebuah komunikasi yang baik dan harmonis dengan anak serta senantiasa mengawasi kegiatan anak yang ada di luar rumah. 

Hal ini dilakukan dengan tujuan agar anak mempercayai orang tua serta menjadi lebih terbuka terhadap apa saja yang dilaluinya.