Friendzone merupakan suatu istilah yang menggambarkan sebuah situasi di mana salah seorang dalam hubungan pertemanan baik itu laki-laki atau perempuan, memiliki perasaan yang lebih dari sekedar teman. Bagi seseorang yang terjebak dalam friendzone ini terkadang memiliki keinginan untuk memiliki hubungan lebih dari teman, semisal menjalin hubungan pacaran.

Seseorang yang terjebak dalam hubungan friendzone sebagian besar akan merasakan yang namanya "cinta bertepuk sebelah tangan". Dimana Ia akan menyukai seseorang yang kemungkinan besar hanya menganggapnya tidak lebih dari sekedar teman dekat saja. 

Terjebak dalam hubungan friendzone menjadi salah satu hal yang menyebabkan kebingungan. Sebab, salah satu pihak berharap dan ingin menjalin hubungan lebih dari sekedar teman, sedangkan pihak lainnya merasa bahwa berteman saja sudah cukup. 

Seseorang yang mengalami friendzone selalu diberikan dua pilihan. Antara mengungkapkan perasaannya dengan risiko pertemanan akan rusak atau tetap memendam perasaan dengan risiko patah hati yang lebih dalam. 

Hubungan friendzone juga terkadang menimbulkan kecanggungan diantara kedua belah pihak. Hal tersebut dikarenakan ada suatu perasaan yang  tidak dapat terbalas. Friendzone pada umumnya menjadi penyebab banyaknya kerusakan terhadap hubungan pertemanan seseorang.

Seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan akibat friendzone pada akhirnya akan memilih untuk menghindar dari pertemanan tersebut agar tidak larut dalam perasaan yang ia rasakan "gagal move on". Pada sebagian besar orang yang mengalami friendzone akan menjauh dari seseorang yang menyebabkan cinta dan perasaannya tidak terbalaskan. 

Terjebak dalam hubungan friendzone tidaklah pernah menjadi menyenangkan. terjebak dalam hubungan friendzone bahkan akan menyebabkan sesuatu yang bernama patah hati. Bahkan, patah hati akibat friendzone akan lebih berat dari patah hati lainnya, sebab bagaimana bisa seseorang yang kita anggap spesial ternyata hanya  menganggap kita tidak lebih dari sekedar teman?

Friendzone menjadi suatu hal yang mungkin sebaiknya bisa di hindari. Untuk menghindari dan meminimalisir terjadinya friendzone diantara hubungan pertemanan kalian, mungkin salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengenali apa saja ciri-ciri dari friendzone itu? 

Seseorang yang terjebak dalam hubungan friendzone tidak akan mengatakan secara langsung bahwa ia memiliki ketertarikan lebih terhadap temannya. Akan tetapi hal tersebut dapat diketahui dari beberapa ciri-ciri di bawah ini:

1. Mendapat perlakuan sama seperti teman yang lain

Untuk kamu yang mungkin memiliki perasaan lebih terhadap temanmu, apabila kamu merasakan bahwa perlakuan "Si Dia" terhadapmu sama seperti perlakuan-nya kepada teman yang lain, itu bisa menjadi sebuah pertanda bahwa Dia benar-benar hanya menganggap kamu tidak lebih dari sekedar teman.

2. Si Dia tidak peka terhadap semua kode yang kamu berikan

Kode merupakan sebuah pertanda bahwa kamu menunjukkan sebuah eksistensi nyata terhadap perasaan yang dimiliki. Sebagai seseorang yang memendam rasa suka tentunya sering kali memberikan kode-kode kepada Si Dia.

Akan tetapi terkadang reaksinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Apabila kalian malah melihat reaksinya yang pura-pura tak sadar dan terus mengabaikan kode tersebut maka keputusannya ada pada dirimu, tetap memperjuangkan-nya atau perjuangan kalian sampai pada titik itu saja. 

3. Si Dia selalu membicarakan lawan jenis lain saat sedang bersama

Salah satu ciri-ciri yang menandakan kalian terjebak friendzone yang paling mudah untuk diketahui adalah saat salah satu diantaranya sering membicarakan lawan jenis  lain. Sebab seseorang yang membicarakan lawan jenis bisa saja menunjukkan sebuah ketertarikan. 

4. Selalu menjadi pihak yang ber-inisiatif

Apabila dalam sebuah hubungan kamu menjadi sebagai orang yang selalu ber-inisiatif untuk mengajak terlebih dahulu, bisa jadi hal tersebut menunjukkan bahwa kamu  memang benar-benar sedang terjebak pada situasi friendzone. Terlebih lagi, saat giliran Si Dia yang mengajak, tak hanya kamu yang ikut serta, tapi juga teman-teman lainnya.

Nah, setelah mengetahui beberapa ciri-ciri dari friendzone mungkin ada baiknya apabila  kita juga mengetahui bagaimana cara agar dapat keluar dari hubungan friendzone ini. 

Berikut adalah beberapa tips atau cara yang dapat dilakukan agar keluar dari lingkaran hitam friendzone

1. Berkata jujur mengenai perasaan yang kamu miliki (confess)

Menyatakan perasaan merupakan sesuatu yang tidak mudah, akan tetapi hal tersebut dapat menjadi solusi agar kamu tidak lagi menerka-nerka mengenai perasaan seperti apa yang ia miliki terhadapmu. Sebelum menyatakan perasaan, pastikan bahwa kalian sama-sama memiliki kondisi emosional yang baik serta berada dalam keadaan yang tenang. 

2. Menghargai setiap keputusan-nya

Apabila setelah menyatakan perasaan, jawaban yang kamu dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan maka yang dapat kamu lakukan adalah menghargai setiap keputusannya. Sebab, tidak semua perasaan harus terbalaskan. 

3. Tetap fokus dan melanjutkan pertemanan

Mungkin, untuk kamu yang cintanya bertepuk sebelah tangan akibat friendzone, perasaan sedih, kecewa, dan patah hati pasti terjadi. Tetapi sekali lagi, yang bisa kamu lakukan adalah menerimanya dengan lapang dada. Rasa canggung mungkin akan terasa, tapi lambat laun kamu akan terbiasa dan mulailah berinteraksi seperti saat pertama kali kalian menjadi pertemanan. 

Terjebak friendzone tidak pernah menjadi harapan, tapi siapa yang bisa menyangkal? perasaan bernama cinta terkadang datang secara tiba-tiba. Kita tidak bisa mengatur dengan siapa kita jatuh cinta, tetapi kita bisa mengatur bagaimana perasaan kita terhadapnya. 

Friendzone mengindikasikan makna, "tidak semua cinta harus terbalaskan"