Siapa sih anak punk itu? Cakep enggak? Tinggalnya di mana? Eits, sabar dulu ya. Agar lebih kenal dekat dengan anak punk, mari simak penjelasan berikut ini.

Ketika kita melintasi jalan raya, kerap kali kedua bola mata kita disuguhkan dengan pemandangan segerombolan anak muda bahkan tak jarang ada juga yang masih di bawah umur yang bertampang aneh dan sangar. Reaksi setiap orang pun berbeda-beda ketika melihat penampilan mereka. Ada yang ketakutan, ada yang keheranan dan ada juga yang merasa biasa saja karena sudah terbiasa melihat. Memangnya seseram apa sih mereka? 

Dandanan mereka identik dengan pakaian serba hitam yang kelihatan lusuh dan kumal. Mereka juga memakai sepatu boots,  bertato  dan mengenakan berbagai aksesoris seperti kalung rantai, anting-anting atau tindik menempel ditelinga, gelang berduri dipergelangan tangan serta gaya rambut mohawk mirip dengan bulu landak yang di cat dengan  warna terang benderang merupakan gaya khasnya. 

Ya, tepat sekali. Kira-kira deskripsi tersebut bisa membantu untuk menggambarkan penampilan anak punk. Biasanya mereka bisa dijumpai di tempat keramaian  seperti tempat-tempat hiburan, jalanan, pertokoan dan pasar. 

Bagi yang masih asing dengan istilah punk, ternyata istilah ini merupakan sebuah singkatan dari Public United Not Kingdom atau dalam bahasa Indonesia berarti komunitas di luar kerajaan (pemerintah). 

Konon, aliran ini pertama kali muncul pada tahun 60-an di Inggris. Komunitas ini terbentuk sebagai wadah untuk mengekspresikan kekesalan dan kekecewaan mereka terhadap pemerintah waktu itu. 

Pasalnya, keadaan pemerintahan Inggris pada waktu itu sedang dilanda krisis ekonomi sebagai akibat dari penetapan pajak yang terlalu tinggi. Hal tersebut ternyata membawa dampak yang serius terhadap maraknya pengangguran, kriminalitas, kemiskinan, kelaparan dan kesenjangan sosial. 

Kelompok masyarakat yang didominasi oleh kalangan bawah yang tertindas akhirnya merasa putus asa dan kecewa. Sehingga mereka memutuskan untuk turun ke jalanan sebagai bentuk aksi protes terhadap pemerintah dengan cara berdemo dan bermusik yang liriknya mengandung kritikan pedas terhadap penguasa di sana. 

Semakin hari jumlah mereka semakin bertambah sehingga banyak komunitas punk yang bermunculan di jalanan. Dari sinilah kemudian muncul istilah street punk atau komunitas punk jalanan.

Punk merupakan budaya yang berasal dari Barat yang sudah mendunia. Budaya ini bukan hanya bergerak dalam bidang musik saja, melainkan juga cara berpakaian. 

Hadirnya komunitas punk di tengah-tengah masyarakat Indonesia merupakan salah satu bukti nyata dari adanya arus deras globalisasi. 

Punk mulai masuk ke Indonesia sekitar akhir tahun delapan puluhan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung melalui media musik. Dan kemudian merambah ke berbagai daerah di Indonesia. 

Seiring dengan berjalannya waktu, komunitas ini telah kehilangan semangat dan tujuan utamanya dalam menyuarakan aspirasi mereka terhadap pemerintah. 

Pasalnya, banyak kaum muda yang hanya sekadar ikut-ikutan hanya untuk mencari kesenangan semata tanpa mengetahui maksud dan tujuan yang sebenarnya. 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memilih untuk bergabung dengan komunitas punk, antara lain adalah kurangnya perhatian dan kekerasan dalam keluarga, kondisi ekonomi, pengaruh teman, adanya kemauan dari diri sendiri untuk mencari kebebasan di luar dan lain sebagainya. Alasan-alasan tersebut telah mendorong seserorang untuk menjadikan punk sebagai tempat pelarian semata.

Penampilan komunitas punk yang mencolok serta gaya hidup yang begitu kontras dengan budaya Indonesia pada umumnya telah membuat komunitas ini mendapatkan banyak sorotan dari masyarakat. 

Berbagai persepesi negatif masyarakat mengenai anak punk pun sudah tidak terbendung lagi. Ketika pertama kali melihat atau mendengar kata anak punk, hal-hal yang muncul dipikiran masyarakat yakni seperti halnya bahwa anak punk itu pemabuk, pembuat onar, berandalan, preman, pecandu narkoba, seks bebas dan lain-lain. 

Pada dasarnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kebanyakan komunitas punk jalanan telah menimbulkan tindakan-tindakan yang bersifat anarkis dan merugikan orang lain seperti perusakan fasilitas umum, pemalakan, tawuran dan lain-lain. Hal semacam inilah yang tidak bisa diterima dan dimaklumi oleh masyarakat kebanyakan. Sehingga masyarakat cenderung menghindar dan menjauhkan diri dari komunitas punk. 

Meskipun demikian, tak semua komunitas punk menjerumus ke arah negatif. Ada juga komunitas anak punk yang memiliki nilai positif di hati masyarakat. Salah satunya yaitu kegiatan berbagi takjil gratis pada bulan Ramadan yang dilakukan oleh komunitas punk di berbagai kota seperti Depok dan Bogor tahun lalu. Tentunya dengan kegiatan ini bisa membantu untuk menepis kesan negatif yang selama ini sudah melekat pada komunitas punk.

Negara Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang berbudaya santun. Jadi sudah selayaknya komunitas punk untuk menghilangkan kegiatan-kegiatan menyimpang yang menimbulkan meresahkan keresahan dan ketenteraman masyarakat. Hal ini perlu dilakukan agar anak punk tidak lagi dicap sebagai komunitas yang beraliran negatif.