Pertelevisian masa kini, sedang digandrungi oleh tayangan berasal dari negara Shah Rukh Khan, yaitu India. Tayangan bollywood mudah sekali dijumpai, karena disiarkan oleh berbagai stasiun televisi di Indonesia. Siaran ini mendapatkan respon baik dari masyarakat Indonesia.

Tidak sekedar menayangkan soal asmara dan konflik saja, namun siaran bollywood ini menggambarkan kultur dan budaya di negara asal. Selain kultur dan budaya, flim bollywood memiliki edukasi yang penting seperti mengangkat fakta posisi perempuan yang rendah di India.

Anandhi, merupakan serial bollywood yang memiliki episode panjang. Menceritakan seorang anak perempuan yang harus menuruti keinginan orang tuanya, yaitu menikah muda.

Kondisi pernikahan dini di India merupakan budaya yang sudah lama dilestarikan. Kondisi pernikahan dini juga digambarkan oleh Bapak Anti-Kekerasan (ahimsa) di India yaitu Mahatma Gandhi.

Beliau memberikan gambaran bahwa akibat dari pernikahan dini tidak hanya kematian ibu dan kematian bayi, namun pada semua prospek pembangunan yang sangat lambat, meskipun kemajuannya tetap ada (2011,81). Keterlambatan ini menjadikan posisi perempuan tidak seimbang dengan laki-laki. Diskriminasi kelamin terjadi di India.

Anandhi dan Ekofeminisme

Diskriminasi kepada perempuan dirasakan oleh sosok Anandhi, namun semakin bertambahnya usia, sosok Anandhi ini menggambarkan tekad wanita dewasa untuk memutus berbagai diskriminasi, subordinasi dan kekerasan kepada perempuan.

Upaya yang dilakukan oleh Anandhi diperlihatkan pada episode dewasa. Anandhi membentuk suatu kelompok perempuan yang bergerak untuk mengatasi masalah di desanya. Perkumpulan serta gerakan ini merupakan karakteristik dari teori feminisme.

Tokoh gender di Indonesia, seperti Mansour Fakih, menjelaskan bahwa feminisme merupakan gerakan dari para perempuan untuk mencapai tujuannya, dan identik dengan mengatasi ketidakadilan sosial pada perempuan.

Aliran feminisme ini beragam, mulai dari aliran feminisme liberal, feminisme sosialis, aliran ekofemnisme dan lain-lain, seperti pada kutipan buku “Ananlisis Gender dan Transformasi Sosial” yang ditulis Mansour Fakih. Di Indonesia, berbagai aliran feminisme pun berkembang.

Salah satu aliran feminisme yang digambarkan pada serial Anandhi, yaitu aliran ekofeminisme. Ekofeminisme adalah aliran pemikiran feminisme dengan melihat keterkaitan antara alam dan perempuan, dalam perspektif perlakuan budaya patriarki. Gerakan ini menganggap adanya eksploitasi pada alam yang dikuasi oleh kaum laki-laki tanpa melibatkan perempuan.

Pada serial Anandhi, pernah terjadi konflik tentang tambang liar yang merusak tanah di desanya. Akibat dari kerusakan ekosistem di desa ini, keuntungan sepihak dirasakan oleh petinggi pemerintah setempat yang diperankan oleh laki-laki paruh baya dengan sifat antagonisnya.

Kebijakan pemerintah dibuatnya tidak transparan. Namun hal itu tidak menutup kecurigaan Anandhi terhadap pelaksanaan tambang liar itu. Warga desa setempat resah karena ulah penambang liar tersebut.

Atas bantuan seorang kolektor di desa itu, dilakukanya pengecekan langsung di lokasi penambangan, dan  memang tambang liar tersebut merusak sebagaian ekosistem tersebut.

Usaha Anandhi untuk melaporkan salah satu petinggi pemerintah tidak langsung berhasil, karena masih ada sifat stereoipe terhadap perempuan, petinggi setempat tidak menanggapi dan menganggap remeh seorang perempuan yang sedang melawan kebijakanya tersebut.

Namun tekad Anandhi tidak berhenti disana, Anandhi mengkoordinasi perempuan di desanya serta berkoordinasi bersama penduduk setempat untuk melawan kebijakan pemerintah yang dianggap meresahkan dan mengakibatkan kerusakan serta kerugian untuk masyarakat.

Sikap masyarakat setempat akhirnya mendapatkan keberhasil dengan menghentikan tambang liar, walaupun harus berkonflik dengan pejabat tinggi setempat. Dari masalah tersebut Anandhi bersama lainnya mendapatkan kesempatan dan kepercayaan dari masyarakat desa.

Kepercayaan dia dapat dari sikap dan kekritisanya sebagai seorang perempuan yang tangguh dan pemberani. Hasil dari kepercayaan tersebut, pada serial Anandhi dia diangkat sebagai kepala desa setempat. Sebuah kepercayaan luar biasa untuk perempuan, yang awalnya mendapatkan sebuah diskrimasi dan penolakan.

Harapan Ekofeminisme

Pencapaian seorang perempuan dengan diberinya sebuah kepercayaan berfungsi untuk meningkatkan kemampuan & kesempatan untuk mengkritisi sesuatu. Aliran ekofeminisme digambarkan oleh sosok Anandhi diatas, diharapkan untuk mengatasi eksploitasi, dominasi, hegemoni dan penindasan terhadap perempuan diberbagai wilayah.

Manfaat lain atas gerakan perempuan juga dipahamkan oleh Mansour Fakih bahwa, “Gerakan kaum perempuan adalah gerakan transformasi perempuan; yaitu suatu proses gerakan untuk menciptakan hubungan antarsesama manusia yang secara fundamental baru, lebih baik dan lebih adil." (2011,165). Langkah kongkrit untuk mewujudkanya melalui kebijakan pemerintah yang pro- terhadap perempuan dari segala aspek sentral.

Sumber terkait :

Fakih, Mansour.2011.“Analisis Gender &Transformasi Sosial”.Yogyakarta:Pustaka Pelajar

Ghandi,Mahatma.2011.“Kaum Perempuan dan Ketidakadilan Sosial” .Yogyakarta:Pustaka Pelajar