Masa muda merupakan masa gemilang dalam melakukan banyak hal. Salah satunya menjadi wirausaha muda. Kehadiran wirausaha muda di kala bangsa sedang mengalami krisis global telah mampu menciptakan peluang bagi dirinya untuk memperoleh pendapatan tertentu dan dapat memberikan kesempatan kerja bagi orang lain.

Tak heran mengapa kalangan muda lebih giat menjadi wirausaha masa kini, disebabkan karena pola pikir mereka yang telah diubah dari hanya sekadar menjadi pegawai di suatu perusahaan menjadi seorang pebisnis muda yang semangat, energik, dan kreatif. Wirausaha muda biasanya memiliki ide-ide cemerlang dan berani mengambil risiko bisnis. Berawal dari usaha kecil-kecilan atau yang biasa disebut sampingan belaka hingga menjadi pebisnis profesional.

Sebelum memulai usahanya, biasanya wirausaha pada tahap pemula harus mengetahui komponen dan strategi membuka usaha baru. Komponen utama yang sebaiknya diteliti dan dievaluasi oleh seseorang yang ingin sukses untuk membuka usaha baru yaitu apakah dengan adanya suatu kesempatan, kita mampu menangkap dan menjalankan usaha di kemudian hari.

Ditambah dengan kemampuan wirausahawan dalam membentuk suatu tim manajemen yang solid demi membangun kerjasama yang baik. kemudian, apakah berbagai sumber daya yang diperlukan tersedia dengan cukup, minimal sumber bahan baku, sumber daya manusia, sumber daya modal (Bygrave, 1994).

Lebih jauh jika memungkinkan, mampu menguasai semua faktor produksi utama atau 6M (Man, Money, Material, Machine, Method, and Market) ditambah sumber daya tanah dan manajemen (Leonardus, 2009:74).

Setelah mengetahui komponen agar berhasil membuka usaha baru, selanjutnya bagaimana strategi yang dilakukan untuk menangkap peluang usaha baru? Pertama, pilihan dan strategi berbasis besar yaitu mencari keunggulan di dalam persaingan bisnis. Kedua, pilihan dan strategi berbasis biaya yaitu mengharuskan perusahaan untuk menjadi produsen dengan biaya paling murah dibandingkan dengan produk dan/atau jasa pesaing produk dan/atau jasa terdekat.

Ketiga, pilihan dan strategi berbasis diferensiasi yaitu pemusatan keunikan produk dan/atau jasa perusahaan. Dan keempat, pilihan dan strategi fokus yaitu target golongan pasar yang khusus atau berfokus pada pasar yang belum digarap.

Singkatnya, jenis usaha apa yang cocok dengan kebutuhan pasar saat ini? Strategi apa yang harus dilakukan dalam memilih jenis usaha baru? Pilihlah jenis usaha yang paling disukai (bisa bermula dari hobi) misalnya, pendiri bisnis jamu dan kosmetika Mustika Ratu, diawali dengan keterampilan sejak kecil sebagai putrid di keraton. Dan sebaiknya jangan memilih bisnis yang telah besar, walaupun kemampuan keuangan mungkin cukup memenuhi.

Lebih baik usaha dari yang kecil agar dapat belajar dari setiap proses dan persoalan bisnis yang terjadi, karena masalah pasti ada dan akan selalu datang. Masalah dapat diselesaikan jika masalah itu ada dan masih dalam skala kecil, namun dapat belajar dari masalah yang kecil terlebih dahulu. Kemudian, jangan memilih jenis usaha secara musiman karena lebih baik usaha kecil-kecilan.

Dengan berusaha kecil-kecilan akan memberikan peluang berkembang. Usaha musiman bukan saja tidak dapat berkembang, melainkan akan menghadapi masalah modal atau ketersediaan dana yang siap dicairkan. Lebih baik pelan-pelan tetapi jalan daripada perjalanan usahanya tiba-tiba menjadi lambat.

Bila memiliki modal yang cukup, calon wirausahawan dapat memilih sistem waralaba terutama memilih yang telah terbukti sukses dalam jangka panjang bahkan tahan terhadap krisis moneter. Jenis usaha ini dapat dijadikan jalan pintas, karena tidak sulit dengan sistem atau format bisnis, tidak memakan waktu lama untuk memperkenalkan produk dan umumnya tidak dipersulit dengan pembuatan produk dari awal.

Beberapa industri/usaha yang sudah diwaralabakan baik untuk tingkat nasional, maupun internasional dapat memilih usaha yang sesuai dengan modal yang ada seperti restoran, pusat kebugaran dan kecantikan, penginapan, pendidikan, maupun ekspedisi/pengangkutan.

Selain itu, seorang wirausaha juga dapat memilih usaha tanpa modal (modal ringan) seperti menjadi agen, penyalur produk dari suatu perusahaan dengan menjalankan usaha sistem Multilevel Marketing (MLM) (Leonardus, 2009:79)

Agar usaha dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis, sangat diperlukan inovasi dan kreativitas seorang wirausaha. Faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan inovatif seseorang wirausahawan adalah keinginan untuk berprestasi, pemasaran, risiko, pendidikan, dan pengalaman. Adanya inovasi yang berasal dari orang lain akan memicu seseorang untuk berusaha agar bisnisnya berhasil.

Wirausaha dapat melakukan inovasi produk (misalnya, desain/bentuk, corak/warna, rasa, ukuran, manfaat, keunggulan, kemudahan penggunaan) maupun atribut usaha (misalnya, harga, distribusi, kemasan, merk, promosi, pelayanan, dan cara pembelian).

Di samping itu, agar kreativitas seorang calon wirausaha dapat berkembang, maka hilangkan perasaan ragu-ragu dan berpikirlah secara positif dengan melihat dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang menguntungkan dan menyenangkan terhadap setiap hal yang dilihat dan dihadapi.

Seseorang yang berpikir positif akan selalu berpikir bahwa segala sesuatu itu pasti ada gunanya sehingga cara berpikir ini mengarahkan orang untuk menjadi orang yang kreatif, dinamis, dan maju. Bekerjalah dengan pikiran yang sehat, tangan yang terampil, dan hati yang luhur!