"You seems to be one of a Kind, i know.

This fantasies to be one, pray on my mind.

Although i can't believe what you do to me,


You give to me everything i need.

A precious gift that i received with the love.

I can't believe what you do to me.


From the day we met.

I won't forget and this loving attitude.

We're lucky of You bet to be in love this way.


What you've got is the best. Oh forget the rest.

I'm in heaven here on Earth.

I never would have guessed; this was the scripts for my life.


You really are One of a Kind, i know.

This fantasies, pray on my mind.

Although i can't believe just what You do,

to me."

What You do to me sebuah lagu yang mulai dilantunkan sejak tahun 1984 oleh Tom Grant, memiliki makna lirik yang begitu dalam, khususnya pada bait; "i never guessed; this was the scripts for my life'.


Mengkaji Tenses.

Bila lirik lagu tersebut dikaji secara tata bahasa, maka setiap tenses dalam bahasa Inggris bisa memengaruhi makna.

Pada kalimat '... would have guessed...' berbentuk tenses future perfect sekaligus past. Bermakna kejadian yang bakal terjadi dimasa mendatang, atas pengaruh dimasa lalu. 

Lirik tersebut dilanjut '...this was the scripts for my life...' sebuah kalimat dalam bentuk past continuous tense, kejadian yang sedang terjadi dimasa lalu.

Bait lirik lagu tersebut menggambarkan sebuah skenario jalan hidup yang sedang berjalan dimasa lalu, yang tak pernah terduga bakal dihadapi pada masa mendatang. Sebuah penggalan kalimat yang bermakna sangat dalam dan religius.


Kitab Nyata.

Dalam ajaran Islam, kalimat dalam lirik tersebut mengingatkan pada suatu konsep yang menjadi bagian dari IlmuNya, yakni Lauh Mahfudz, atau yang sering disebut sebagai Kitabul Mubin, Kitab yang Nyata.

Berupa Kitab Ilahiah yang berisikan banyak skenario jalan hidup bagi setiap CiptaanNya, yang menjadi misteri bagi setiap yang menjalaninya. Bahkan, daun jatuh pun telah tertulis dalam Kitab Nyata tersebut.

Bagi manusia, maka jalan hidup yang telah ditetapkan dalam Lauh Mahfudz adalah karunia. Oleh karenanya, diminta bagi manusia untuk menjadi muslim. 

Muslim, bermakna orang yang berserah diri. Selalu bersyukur dan bersabar dengan waktu sebagai konstanta. Karena hanya putaran waktu yang menjadi anugerah rezeki yang sama persis bagi setiap CiptaanNya. 

Durasi 1 menit berisikan 60 detik, 1 jam terdiri dari 60 menit, sehari selama 24 jam, seminggu terdiri 7 hari dan seterusnya.

Menjalani skenario hidup yang telah ditetapkan dalam Lauh Mahfudz agar hati dan perilaku selalu beriring doa-doa terbaik, memohon kepadaNya agar catatan dalam Kitab Nyata berupa jalan hidup yang selamat baik dunia pun akhirat.


Mengaji Yasin.

Surah Yasin, sering menyebut tentang Kitabul Mubin. Kata 'Mubin'  sering disebut dalam Surah yang berisikan 83 ayat tersebut. 

Berisikan Kalam-Kalam Ilahiah yang tersurat dalam setiap ayat, yang membimbing setiap pengaji maupun pengkajinya menjadi mafhum bahwa akhirat adalah tujuan utama. Apapun jalan hidup yang dianugerakan dalam Kitab Nyata padanya.

Pada kegiatan Tahlil yang seringkali diadakan setiap malam Jum'at, maka Surah Yasin menjadi bacaan mengaji yang dilantunkan bersama, berjamaah. Mengingatkan bagi yang hidup dan mendoakan bagi yang telah berpulang, apapun jalan hidup yang telah dicapainya.


Mengkaji Yasin.

Mengkaji Surah Yasin, bakal membawa mata hati menuju alam kehidupan setelah kematian. Setiap manusia bakal diminta pertanggungjawabannya, setelah diberi kesempatan menjadi pemimpin di Bumi. 

Setiap manusia adalah pemimpin. Memimpin akan hingga ajakan berperilaku memuliakan Bumi. Ajakan untuk menjaga kesinambungan alam tersurat dalam ayat 80 Surah Yasin; 

"yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kami nyalakan (api) dari kayu itu."

Perumpamaan dari Sang Pencipta memang dahsyat! Setiap KalamNya adalah sumber ilmu pengetahuan, ilham bagi orang yang beriman. Api dari kayu yang hijau? Mengapa bukan api dari kayu yang kering?

Kalimat 'Nyala api dari kayu yang hijau' merupakan ilham bagi manusia untuk diajak berpikir agar manusia bisa mendapatkan energi, sekaligus Bumi tetap menghijau. Bukan api dari kayu yang kering. Karena Dia tak ingin manusia mengabaikan makna kesinambungan alam hijau. Pengabaian itu, niscaya kelak bakal membuat Bumi tandus kering tak layak huni.

Saat ini, makna 'kayu yang hijau' adalah sumber penghasil energi terbarukan, berupa kandungan kimiawi hidrokarbon alami dalam tanaman, sebagai Bio diesel.

Kelak, seiring anugerah berkembangnya ilmu pengetahuan, manusia bakal mampu mendapatkan energi warna hijau yang berasal dari cahaya komplementer sinar Matahari yang menembus suatu kaca Prisma. Sebagaimana telah disiratkan olehNya dalam Surah Annur ayat 35;

""Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.

Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tak disentuh api.

Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahayaNya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Mengimani Kalam Ilahi bisa mendidik perilaku memuliakan Bumi, demi generasi manusia mendatang. 

Mari berilmu dan beriman, agar mampu memaknai skenario jalan hidup yang dijalani sebagai karunia.

Sejalan pula dengan lirik lagu tersebut di atas, bahwa tak pernah menyangka bahwa skenario hidup yang dianugerahkan adalah berkehidupan di dalam surga yang bernama Bumi.

"I'm in heaven here, on Earth."