…dinilai baru dalam ajang Piala Dunia 2022…

Memaknai Keberagaman Sebagai Anugerah

“20 Nopember hingga 18 Desember 2022, bakal digelar pertandingan teraneh sejagat bumi. Itu ada satu bola direbutin, dimainin sama 22 pria muda bercelana pendek sambil lari-lari ke sana dan kemari.” Demikian ungkap makhluk luar bumi, si Alien.

Piala Dunia, ajang laga sepak bola antar negara mewakili benua-benua hunian manusia di bumi, mulai Eropa, Asia, Afrika, Arab, Amerika, Australia kecuali kutub selatan dan utara, adalah acara empat tahunan besutan organisasi sepak bola dunia, FIFA, yang ditunggu oleh penggila sepak bola sejagat.

Terselenggara meriah sejak tahun 1930 dengan tuan rumah bergiliran pada negara yang mewakili benua-benua tersebut, maka Piala Dunia tahun 2022 ini yang terselenggara di Qatar, terasa sangat luar biasa.

Beberapa hal yang dinilai baru dalam ajang Piala Dunia 2022, mulai dari;

  • Penyelenggaraan di jazirah Arab, Timur Tengah, dengan mayoritas penduduk beragama Islam, maka banyak hal baru yang kudu ditata, bagi siapapun yang bertandang, apakah tim pemain nasional mewakili negaranya pun para penonton ataupun pendukung kesebelasan yang berlaga. 
  • Seperti, tak diijinkannya meminum minuman mengandung alkohol di sembarang tempat. Tentu juga sebagai pendamping larangan minuman beralkohol adalah tak diperbolehkannya mengkonsumsi makanan yang mengandung babi. 

Kemudian, larangan berciuman merayakan kemenangan bagi yang bukan muhrim. Lalu, aktivitas petualangan seks bebas jelas dilarang, bahkan hingga tak diperbolehkannya pengenaan suatu atribut sebagai lambang eksistensi golongan lesbian, gay, bisexual, transgender, LGBT.

  • Pada sesi pembukaan kegiatan, disampaikan kutipan pesan dari Sang Ilahi bagi manusia. Suatu pesan suci yang universal, yang cukup mampu untuk membuka jutaan mata orang sedunia tentang bagaimana Islam memandang keberagaman umat manusia sebagai anugerah

“O mankind, indeed We have created you form male and female and made you peoples and tribes that you may know one another. Indeed, the most noble of you in the sight of Allah is the most righteous of you. Indeed, Allah is Knowing and Acquainted.” Demikian terjemahan dari petikan Quran surah ke-19, Al-Hujuraat ayat ke-13, yang dibacakan oleh Ghanim Al-Muftah sosok muda berbakat yang menyandang diabilitas, demi menjawab pertanyaan Morgan Freeman, sosok aktor watak yang mendunia dari banyak film yang dibintanginya. 

Ghanim pun mengambil titik simpul akan makna terselenggaranya Piala Dunia 2022 guna menebar kalimat; “With tolerance and respect, we can live together…”

  • Kejutan tim-tim unggulan yang kalah sama tim-tim yang tadinya tak disangka mampu mengalahkan tim-tim raksasa penyandang gelar juara dunia pada Piala Dunia tahun-tahun sebelumnya. 

Sebut saja bagaimana tim Panser Jerman takluk oleh tim Samurai Biru Jepang. Juga tim Tango Argentina bertekuk lutut di hadapan tim Sang Elang Saudi Arabia. Sementara tim Serdadu Taeguk Korea Selatan mampu bermain imbang tim La Celeste Uruguay, negara langganan berjuara pada tahun-tahun awal Piala Dunia terselenggara.



Kayak lagi mengalami coitus interuptus…

Mengeruk Keuntungan dari Kemajuan Teknologi

Hingga, hal baru hinggap pada kebutuhan akan aksesori elektronik penangkap sinyal Digital, yang kudu tersemat dalam setiap instrumen televise, agar bisa dinikmati secara visual semua laga sepak bola dalam ajang Piala Dunia 2022

Jangan terlalu berharap bakal mendapat tayangan cuma-cuma seperti jaman televisi masih menggunakan antena lama. Jaman benar-benar berubah. Sedikit teknologi yang bisa menguasai kebutuhan orang banyak pun lalu dijual, agar uang modal berputar.

Istilah ‘gak ada makan siang gratis’ benar-benar ada. Kali ini, makna ‘makan siang’ itu adalah; tayangan Piala Dunia 2022. Pernah pas pertandingan Inggris versus Iran saya mencoba akses kanal Youtube, berharap ada video berisi siaran langsung secara akses gratis.

Sempat menemukan ada pilihan video berisikan siaran streaming pertandingan itu. Namun, lama kelamaan saya curiga sama bentuk tampilan gambar dan suara pertandingan yang mirip gerakan soccer game dalam seri Play Station.

Benar, video unggahan yang seolah siaran live Piala Dunia, ternyata buat gamer. Semacam video simulasi pertandingan ataupun prediksi jalannya pertandingan dalam bentuk animasi model visual game.

Sampai, ketika laga Jerman versus Jepang, saya mendapat kabar ada situs bernama Yalla-Shots dot tv yang menyiarkan pertandingan tersebut secara langsung dengan kualitas gambar dan suara yang jelas serta tajam.

Benar, seperti yang dijanjikan, situs tersebut menyuguhkan siaran laga sepak bola secara langsung, akan dua kesebelasan dari negara-negara yang pernah tercatat sebagai pemeran antagonis selama berkobar perang dunia ke-dua.

Hanya saja memang perlu kualitas ponsel dengan spesifikasi tertentu agar sinyal gak loading terlalu lama. Kebayang, pas ada pemain nendang bola kayak mau masuk gawang. Eh, terus tiba-tiba gambarnya mematung. Kan gak enak. Kayak lagi mengalami coitus interuptus, bikin kepikiran dan meriang.

Saya pun nonton pertandingan itu sambil rebahan. Lupa kalo sedang gunakan paket internet. Baru 35-an menit pertandingan berjalan, paket habis. Semua gambar tampilan dalam ponsel yang saya genggam, memantung gak gerak. Saya goyang-goyang ini saya punya ponsel, gak ada gambar-gambar yang rontok berjatuhan.

Hang! Kuota habis. Ya sudah, buat apa ngoyo wong saya cuman nonton gak main. Saya biarkan saja gak tak isi kuota.

Bener memang, impian pria sekarang bukanlah; Harta, Tahta, Wanita, melainkan; Harta, Wanita, Kuota. Masih sama-sama ada wanitanya kok, tenang aja.

Terus saya pun mengantuk berat. Dari yang tadinya saya yang menonton layar ponsel, lama-lama ponselnya yang menonton rupa saya.