Nilai wawasan Kebangsaan adalah pengorbanan. Adalah pengorbanan dari setiap anak bangsa, setiap suku bangsa yang begitu banyak tersebar di nusantara ini untuk bergabung dan menyatakan hidup bersama sebagai bangsa yang satu dan utuh, bangsa Indonesia.

Nilai pengorbanan yang terkandung dalam wawasan kebangsaan itu adalah melepaskan dan mengatasi kepentingan pribadi, kelompok atau golongan dengan mengutamakan kepentingan sosial. Bung Karno mengungkapkan, mencintai tanah air, Bangsa dan Negara

Dengan mengembangkan persatuan dan gotong royong pada akhirnya “semangat rela berjuang, berjuang rela mati-matian dengan penuh idealisme dan dengan mengesampingkan segala kepentingan diri sendiri”.

Kerelaan berkorban demi kepentingan umum dan kemuliaan bersamalah yang bisa membuat yang lemah menjadi kuat, yang kuat mengasihi yang lemah, membangun solidaritas sebangsa yang menjadikan Indonesia sebagai bangsa merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Sebagaimana dengan pemahaman bangsa itu sendiri yang mengandung arti pengorbanan, maka dalam menumbuhkan wawasan kebangsaan pun berarti kita harus berani melakukan pengorbanan, seperti melepaskan kepentingan pribadi,

dan sebaliknya mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Ibaratnya Negara Kesatuan republik Indonesia ini adalah sebuah keluarga besar yang tumbuh saling tolong menolong dan bekerja sama.

Prinsip negara yang bersifat kekeluargaan di mana terjadinya hubungan yang harmonis antar komponen bangsa yang saling menghubungkan. Setiap anak bangsa dapat memenuhi dan kepentingan pribadinya dengan tanpa harus mengorbankan kepentingan nasional dan cita-cita bersama.

Betapa pentingnya menumbuhkan terus wawasan kebangsaan bagi setiap anak bangsa. Wawasan kebangsaan juga dimaksudkan untuk dapat memangkal setiap gangguan atau ancaman Persatuan dan Kesatuan bangsa. seperti: menonjolnya keinginan kelompok dan golongan sedangkan kepentingan bangsa atau bangsa di kesampingkan.

Menumbuhkan Wawasan Kebangsaan penting bagi setiap bangsa termasuk peran dari para tokoh agama dan masyarakat dalam membangun pluralisme. Indonesia yang plural tidak didirikan berdasarkan atas satu golongan atau agama.

karena perlu terus ditumbuhkan pola pikir kebangsaan yang mementingkan persatuan dan kesatuan berdasarkan empat pilar kebangsaan yaitu: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI. Nilai pengorbanan yang terkandung dalam wawasan kebangsaan, seperti: saling memberi, peduli dan menghormati.

Adalah anak setiap manusia di muka bumi ini untuk hidup saling kenal, rukun, hormat menghormati, memiliki dan mempunyai cita-cita yang sama dalam berbangsa sebagai cerminan nilai pengorbanan memperhatikan kepentingan orang lain. Orang yang memperhatikan kepentingan orang lain di samping kepentingan diri sendiri adalah yang terbaik.

Keragaman masyarakat yang sesuai dengan filosofi Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dipelihara dan dijaga dari segala ancaman yang akan merusaknya, seperti merebaknya fitnah, ujaran kebencian, berita bohong, sikap ekstremisme, radikalisme dan lain sebagainya.

Untuk itu perlu selalu usaha-usaha kultural yang menyangkal ancaman tersebut, misalnya dengan menerapkan dan mengembangkan Pendidikan multikultur berwawasan kebangsaan.

Berwawasan Kebangsaan ini adalah multikultur yang tercermin dalam keragaman budaya di Nusantara dari Sabang sampai Merauke yang telah diikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Pluralisme dalam semangat kesatuan ini menyajikan dinamika kebangsaan yang senantiasa menuntut upaya terus menerus untuk menjaga dan merawatnya melalui kerja budaya dalam pada wawasan kebangsaan.

Berwawasan Kebangsaan sangat diharapkan berperan di tengah era percepatan dunia, ilmu pengetahuan, teknologi dan industrinya yang merambah segenap kota dan desa di Nusantara. Fenomena perkembangan sosial dan kemajuan perkembangan di dunia juga menghadirkan fenomena imigrasi dan konstatasi yang muncul di sana sini.

Dalam berwawasan kebangsaan, setiap anak bangsa mengenali kekayaan budaya sesama saudaranya sebangsa dan se tanah air. Dengan saling mengenal, menerima, menghargai dan menghormati berbagai keragaman budaya, komunitas etnis, agama, bahasa, seni, daerah adat istiadat.

Setiap anak bangsa dapat menumbuhkan rasa empati, saling membantu berbeda rasa dalam satu rasa senasib dan sepenanggungan sebagai sesama bangsa Indonesia kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia selalu terjaga.

Rasa persatuan kita sebagai bangsa di kepulauan Nusantara ini nyatanya telah berkembang dalam sejarah sejak dahulu kala dan turut menghantar terbentuknya negara Indonesia di jaman modern. Sesungguhnya terbentuknya NKRI memang mempunyai landasan yang kuat sejak dahulu kala, telah berakar menjadi budaya bangsa.

Dalam Wawasan Kebangsaan ada cara pandang yang terformulasi dalam Wawasan Kebangsaan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Cara pandang yang menjadikan negara sebesar Indonesia dengan keragaman alam dan

Penduduknya memiliki landasan berpikir yang menjadikan keragaman kebesaran dan kekayaan tersebut dapat terikat dalam kekokohan persatuan bangsa Indonesia. Wawasan Kebangsaan ini perlu terus dipahami agar segenap anak bangsa dapat merasakan dirinya sebagai bangsa Indonesia yang utuh dan bersatu.

Wawasan Kebangsaan mampu melindungi segenap rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu sehingga memantapkan untuk melangkah lebih jauh berperan aktif dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia.

NKRI didirikan oleh para Bapak Bangsa dengan visi dan cita-cita yang luhur dan mulia, tidak hanya untuk melindungi segenap tumpah darah namun juga berperan aktif dalam pergaulan bangsa-bangsa dan turut menciptakan perdamaian dunia, persatuan dunia dan persaudaraan dunia.