Media sosial merupakan dua kata yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat. Siapa sih yang tidak mengerti apa itu media sosial di zaman sekarang? 

Yap, sebagian besar masyarakat dunia pasti mengerti apa itu media sosial. Memiliki media sosial di zaman sekarang ini menjadi hal yang sangat lumrah. Banyak sekali masyarakat yang telah memiliki akun media sosial. 

Pengguna media sosial berasal dari berbagai kalangan usia. Hal ini dapat dikatakan bahwa pengguna media sosial adalah masyarakat yang berasal dari lintas generasi. Anak-anak generasi alpha hingga generasi milenial pasti memiliki setidaknya satu media sosial di smartphone mereka.

Pesatnya perkembangan teknologi di dunia yang tidak dapat dipungkiri menyebabkan manusia dituntut untuk terus beradaptasi dengan perubahan terbaru tersebut. Hadirnya media sosial menjadi bukti adanya pengembangan teknologi. 

Media sosial merupakan suatu media daring yang memudahkan para penggunanya untuk melakukan interaksi sosial melalui dunia maya. Kita bisa berkomunikasi, menjalin networking, berbagi, dan banyak kegiatan lainnya. 

Media sosial yang sering digunakan saat ini adalah WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube, Twitter, TikTok, dan lain sebagainya.

Media sosial di zaman sekarang sudah menjadi salah satu kebutuhan primer untuk kehidupan. Kehidupan pribadi dan sosial di dunia serba digital menuntut manusia untuk memiliki media sosial. Berbagai interaksi sosial perlu dilakukan secara daring. 

Media sosial menjadi jawaban utama untuk permasalahan jarak dan keefisienan waktu. Tidak ada lagi kendala dalam melakukan komunikasi dan penyampaian informasi seperti kendala yang dialami masyarakat pada zaman dahulu sebelum alat komunikasi berkembang seperti sekarang ini. 

Kemudahan yang ditawarkan oleh hadirnya media sosial dapat sangat dirasakan oleh manusia-manusia yang hidup di zaman sekarang. Kita dapat berkaca dari kehidupan sehari-hari yang kita jalankan. 

Kita terhubung dengan teman sekolah, kuliah, atau kerja melalui media sosial. Bahkan, kita juga sering kali menggunakan media sosial WhatsApp untuk sekedar mengirim pesan kepada tetangga yang bertempat tinggal di sebelah kita. Interaksi yang kita jalin di dunia nyata juga dilakukan di dunia maya melalui media sosial. 

Perkumpulan ibu PKK, karang taruna, anggota RT, dan perkumpulan lainnya kebanyakan sudah memiliki grup di WhatsApp untuk menyebarkan informasi dan berkomunikasi satu sama lain. Kita juga pasti memiliki grup WhatsApp dengan keluarga kita dan teman sekelas kita.

Adakah sisi gelap atau dampak negatif dari menggunakan media sosial? Jawabannya adalah pasti ada. Segala sesuatu pasti memiliki pengaruh positif dan negatif. Hal ini berlaku pula pada media sosial. 

Hadirnya media sosial membuat informasi tersebar sangat cepat. Tidak jarang kita mendapatkan pesan berisi informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya. 

Banyak sekali informasi mengenai kesehatan, keagamaan, hingga promo dari suatu perusahaan yang bukan berasal dari sumber terpercaya. Hal ini memicu banyaknya korban yang dirugikan akibat salah mempercayai pesan informasi yang didapat. 

Misalnya saja informasi mengenai suatu perusahaan yang mengumumkan pemenang undian. Penerima pesan informasi tersebut mendapat pesan bahwa dirinya merupakan pemenang undian dan mempercayainya. 

Selanjutnya, penerima pesan akan melakukan hal-hal yang diminta pengirim pesan untuk memenuhi persyaratan untuk dapat menerima hadiah undian tersebut, seperti melakukan transfer uang pajak hadiah. Hal yang terjadi selanjutnya adalah hadiah tidak dikirim dan pemberi pesan tidak dapat dihubungi.

Adanya dampak negatif yang dimiliki media sosial menyebabkan kita membutuhkan kewaspadaan dalam menggunakan media sosial yang dibangun dari diri kita sendiri. 

Hal ini berguna untuk menghindarkan diri kita dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti contoh kejadian di atas. Berikut merupakan beberapa cara untuk menyikapi pesan berisi informasi yang didapat dari media sosial:

Bersikap Kritis terhadap Informasi yang Didapat dari Berbagai Sumber

Media sosial menjadi tempat bagi siapa pun untuk dapat berekspresi dengan bebas. Siapa pun dapat menulis pesan informasi dan menyebarkannya secara bebas tanpa memiliki rasa tanggung jawab terhadap apa yang telah ditulis. 

Informasi dengan mudah didapat dari berbagai macam sumber yang tidak terbatas jumlahnya. Mencari tahu kebenaran berita tersebut harus dilakukan dengan cara mencari referensi lain mengenai bahasan yang sama dari sumber yang terpercaya.

Melakukan Konfirmasi

Konfirmasi dapat dilakukan dengan menanyakan langsung kepada lembaga yang bersangkutan. Lembaga profesional tidak akan mungkin menyampaikan pesan informasi secara sembarangan kepada masyarakat.

Verifikasi Data

Mencocokkan pernyataan yang ada di pesan informasi dengan sumber yang dapat dipercaya, seperti jurnal penelitian, situs resmi milik pemerintah, ataupun situs resmi perusahaan yang bersangkutan.

Itulah beberapa cara menyikapi pesan berisi informasi yang didapat dari media sosial. Semoga tulisan ini dapat membantu dalam meningkatkan kewaspadaan diri dari pesan informasi yang didapat dari media sosial, sehingga kita tidak mudah termakan oleh pesan informasi palsu yang beredar.