Jakarta, Hari ini Sabtu (26/6/2021) kehilangan sahabat di panggil sang illahi. Innalillahi wainna lillahi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah sahabat saya "Rahmad Setiawan" dikarenakan sakit lambung. Dalam usia 33 tahun, kebetulan satu profesi sebagai Dosen swasta di Tangerang Selatan.

Almarhum, meninggalkan istri dan 1 orang anak, kedua orang tua, dan keluarga lainnya. Dua hari yang lalu, beliau mengalami duka juga karena ibu mertuanya meninggal dunia dikarenakan sakit.

Mendapatkan informasi dari group whatsapp Dosen "bahwa" Rahmad Setiawan meninggal dunia. Masa sih, kok memberikan kabar meninggal dunia beliau sendiri awalnya tidak percaya ini pasti bercanda. Setelah tiba di tempat almarhum, ternyata yang memberikan kabar adalah pak RT setempat.

Diluar dugaan juga, begitu cepat sahabat dipanggail sang illahi. "Innalillahi wainailaihiroji'un. Telah Berpulang kerahmatullah Rahmad Setiawan bin Samijo.Pagi ini jam 02.30 WIB 
Alamat duka Jl.H. Jum 1 RT.01/13 Paninggilan Utara Semoga Husnul khotimah". Sabtu jam 02.30 Wib dini hari (26/6/2021).

Tiga bulan terakhir saya sering bertemu baik di rumah maupun di kampus, kegiatan ini untuk membuat buku berdua. Seiring berjalannya waktu buku bisa di selasai dalam waktu sekitar dua bulan  dengan judul "Implememtasi Tri Dharma Perguruan Tinggi".
***
Buku tersebut berisi tentang kampus, situasi corona, pengabdian kepada masyarakat, kampus merdeka, fenomena pembelajaran online, kegiatan dosen belajar online, dan lain sebagainya. Buku ini sangat cocok digunakan untuk dunia pendidikan di perguruan tinggi baik untuk dosen maupun mahasiswa.

Salah satu kutipan dalam buku yang bisa di kenang dan di abadikan sepajang masa dari seorang sahabat "Rahmad Setiawan" adalah :

  1. "Meneliti tak sekedar mencari analisis dan pengaruh antara variabel namun lebih tanggung jawab moral akan kejujuran dalam melaksanakan penelitian".
  2. "Pengabdian kepada masyarakat bentuk dharma bakti seorang dosen dan mahasiswa kepada masyarakat dengan membawa nilai manfaat hingga akhir hayat".
  3. "Menjadi seorang dosen bukan hanya sekedar menjalankan profesi, tapi menjalankan amanah dari tuhan". 
  4. "Letihnya belajar saat ini tak sebanding dengan kebodohan dimasa akan datang".


Dari kutipan buku tersebut beliau berharap bisa dibaca semua orang terutama sahabat dosen, penjabat kampus, dan orang umum yang berkecimpungan dalam perguruan tinggi. Sisi lain juga yang membuat semangat setelah buku terbit bisa di klaim ke kampus sebesar 3.000.000 rupiah.

"Kebetulan arlmahum sebagai penulis pertama dan saya penulis kedua, artinya bertanggung jawab untuk mengurus segala administrasi biar dana yang diajukan bisa cair ditanggal 1 Juli 2021." Walaupun berdua juga mengajukan klaim buku tersebut.

Hari Jum,at (4/6/2021) sekitar jam 10.00 Wib sampai dengan jam 14.30 Wib. Dengan aktivitas menyerahkan berkas pengajuan klaim uang buku bertemu dengan pak Kasmad, pak Endang, pak Ali, dan staf LPPM lainnya.
***
Ada cerita di sini, bahwa almarhum hanya menggunakan sandal, kemudian sebelum bertemu pejabat bergantian pinjam sepatu untuk bertemu pejabat dengan keperluan tanda tangan klaim buku tersebut. Tidak kepikiran juga dengan sikap yang aneh, akan meninggal dunia selamanya.
***
Selanjutnya sebelum sholat jum,at saya berdua almarhum Rahmad Setiawan melaksanakan makan siang di tempat langganan armargun, sebelah kanan pintu keluar Witana.
***
Lalu sholat jum,at bareng dalam komplek Witana, setelah selesai sholat jum,at minum es kelapa muda yang tidak jauh dari mesjid. Melanjutkan perbincangan menuju tempat langganan tempat makan siang tadi, sembari canda dan minum es teh manis. 

Obrolan selanjutnya "Tentang Buku "beliau menyampaikan dengan wajah berseri-seri dan tentunya semangat juga, bahwa kalau uang kliam buku 3.000.000 cair saya akan serahkan kepada pak Noto semua. Lalu saya menunggu pak Noto ngasih ke saya berapa duit…sembari ketawa" ungkap seorang sahabat.
***
Selain menunggu uang klaim buku cair, saya memberikan kesempatan siapapun teman dosen yang membuat buku, silahkan om Rahmad yang atur dengan strategi "Om Rahmad dapat uang, saya juga dapat uang, dan teman dosen dapat uang juga". 
***
"Almarhum sangat senang, mendengar bahwa bisa mengajak teman dosen lainnya untuk membuay buku bersama terutama yang bisa menghasilkan cuan…hehhee. dan almahurm menyampaikan juga, bahwa sudah banyak kenal dosen senior yang mau buat buku yang selama ini sudah dekat dengan saya juga". Ungkap almarhum Rammad Setiawan.

Kemudian esok harinya Minggu (27/6/2021), saya bercerita kepada salah satu sahabat dekat almarhum yang punya nama "Darmadi". Intinya sih, saya menyampaikan wasiat dari almarhum sesuai uraian diatas dan mengajak untuk ketemu istri dan anaknya.
***
Sebetulnya mau menyampaikan hal tersebut pada saat hari duka, namun belum tepat untuk menyampaikan wasiat tersebut karena berhubungan dengan finansial pasfi sedikit sensitif. Tapi sejujurnya, cerita ini benar yang terjadi dengan harapan bisa di terima oleh kekuarga alamarhum.

Dengan demikian, kita semua bisa berbagi baik dari ilmu maupun secara financial. Namun apa hendak di kata, sahabat saya Rahmad Setiawan pergi untuk selamanya. Semoga tenang di alam sana dan di tempatkan di surga…Amiin.