Berbicara mengenai sampah memang sesuatu yang menyebalkan dan dapat mengganggu kehidupan manusia. Sampah sering diidentikkan pada sesuatu yang buruk, menjijikkan dan seakan tidak ada gunanya sama sekali.

Secara umumnya, sampah akan berdampak besar dan dapat merusak bumi ini beserta isinya. Terjadinya bencana alam dapat ditimbulkan karena menumpuknya sampah. Lingkungan yang tercemari bisa disebabkan dengan sampah, manusia bisa sakit juga dapat ditimbulkan dengan sampah, dan pokoknya sampah sangatlah mengganggu. Itulah persepsi sampah secara umum.  

Namun, sampah tidak hanya sebatas itu. Justru wujud sampah dapat menjadi-jadi dan merasuki segala ruang kehidupan kita. Dengan wujud yang menjadi-jadi itulah terkadang membuat manusia bisa terhipnotis dan bahkan tidak dianggap lagi sebagai sesuatu masalah dalam hidup karena pengaruhnya yang tidak mampu dirasakan. Anehnya, ini juga dapat merusak mental dan karakter setiap orang.

Jenis sampah yang saya maksud di sini dikenal dengan istilah "hoaks". Arti "hoaks" sebenarnya adalah sebagai berita bohong yang dapat mencelakakan bagi orang yang membacanya.

Kenapa "hoaks", saya katakan itu sampah dan berbeda dengan arti katanya. Mohon maaf sebelumnya jika pernyataan saya yang salah tentang "hoaks" adalah sampah. Akan tetapi, saya berdasar bukan hanya dari arti katanya saja, melainkan "sepak-terjangnya" atau caranya merusak terhadap sesuatu objek yang bisa dipengaruhi.

Pengaruh "hoaks" ini tidak kalah sadis dibandingkan dengan sampah-sampah yang dikenal pada umumnya. "Hoaks" dapat menimbulkan peperangan, kebutaan fakta, kehancuran dan kesakitan sampai pada tulang-belulang.

Akan tetapi, bedanya kemunculan sampah ini tidak terjadi secara alami melainkan ditimbulkan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini dilakukan semata-mata demi mencapai tujun dan kepentingan individu atau kelompok. Sampah "hoaks" dapat pula digunakan untuk membunuh para lawan politik yang menghadang, sehingga ini dapat menjadi jalan dan senjata yang pamungkas.  

Bagaimana tidak ketika terjadi pertarungan politik dari para penguasa. Akan banyak kita jumpai merebaknya "hoaks" yang bisa merusak persatuan karena mampu menghipnotis dan terbawa arus dengan keinginan para penguasa/pengendalinya.

Sampah "hoaks" ini akan banyak kita jumpai di media sosial sebagai alat komunikasi manusia yang paling populer. Jutaan bahkan ribuan pengguna media sosial setiap harinya dengan berbagai bentuk interaksi yang dapat dilakukan. 

Walaupun, media sosial adalah alat bantu manusia yang paling cepat untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan, akan tetapi dalam kondisi yang sama pun sampah "hoaks" telah bersemayam sehingga dapat menyerang sewaktu-waktu.

Inilah mengapa pentingnya menggunakan media sosial dengan bijak, mampu memilah informasi yang benar dan salah serta menyaring dan diidentifikasi sebelum menyebarkannya pada orang lain.  

Di tengah perkembangan dunia saat ini, sampah-sampah juga telah berkembang seiring mengikuti arus zaman. Wujud dan bentuknya yang berupa-rupa sehingga makin sulit pula untuk dikendalikan dan diatasi.  

Selain sampah "hoaks" itu, tentu kita juga sering mendengar orang berucap sampah kepada sesuatu objek yang membuatnya jengkel. Ini bisa terjadi pada hewan ataupun manusia. Lontaran kata-kata kotor sehingga menimbulkan perkataaan sampah untuk mengomel. Dan biasanya terjadi pada orang yang bertengkar.

Sehingga tidak heran jika persepsi manusia mengenai sampah memang sesuatu jelek yang membuat sangat jarang orang mau bersentuhan dengannya. Sesuatu yang tidak normal lagi dapat menjadi sampah, bahkan mantan pun juga biasa dianggap sebagai sampah.

Selain itu, sering juga kita jumpai sampah pada ponsel-ponsel kita. Pemberitahuan akan ada jika sampah-sampah jahat itu datang menyerang pada ponsel sehingga menghambat proses kerja ponsel yan dapat membuat laoding.  

Oleh karena itu, walaupun sampah-sampah demikian tidak berwujud dan tidak berbentuk, tetapi itu juga mesti ancaman besar bagi kenyamanan manusia.

Kembali pada sampah secara umum. Sampah yang mudah dikenal seperti limbah plastik, sampah rumah tangga, sampah dari pabrik dan sampah-sampah dari berbagai sumber lainnya.

Sampah ini masih menjadi problem besar bagi negara kita bangsa Indonesia. Belum ada solusi alternatif dalam penanganan sampah ini. Sehingga bisa menimbulkan bencana seperti kebanjiran dan tanah longsor.

Kebanjiran yang terjadi bukan semata-mata karena kodrat alam atau suatu kutukan dari Tuhan, melainkan juga disebabkan dari pengaruh hidup manusia. Tidak ada kesadaran manusia untuk tidak membuang sampah sembarangan, sampah pabrik yang tidak diperhatikan dampaknya pada lingkungan dan juga peran pemerintah dalam menanggulangi penanganan sampah belum tepat.

Intinya, sampah memang sangat berbahaya. Walaupun sampah juga dapat didaur ulang tapi ujung-ujungnya akan menjadi sampah juga.

Dan yang terpenting dalam tulisan ini adalah bagaimana kita menanggulangi sampah dengan baik agar tidak semakin banyak setiap harinya. Baik itu sampah nyata, sampah jenis "hoaks" dan sampah-sampah yang membahayakan lainnya. Perlu ada kesadaran secara mendalam agar sampat tersebut tidak semakin beredar karena hal itu juga kebanyakan dari ulah manusia sendiri.