Menikmati final liga basket NBA 2019 kali ini memang luar biasa sensasinya. Kita bisa sering ambil nafas karena begitu ketatnya permainan. Dua tim sama-sama jago lemparan tiga angka.

Sejak game pertama kita sudah dikejutkan dengan takluknya juara bertahan Golden State Warrior di tangan tim dari Kanada, Toronto Raptors. Meski tidak diunggulkan, mengingat kualitas tim Warrior yang lebih bertabur bintang, Raptors tampil trengginas dengan mengandalkan kegesitan Kawhi Leonard.

Datang ke kandang Raptors dengan tim yang tidak komplet karena cederanya Kevin Durant, Warrior habis dibikin kocar kacir dengan gempuran Kawhi, Fred VanVleet, dan Kyle Lowry. Dengan dukungan center kokoh Marc Gasol, Raptors begitu leluasa menghadapi sang juara bertahan.

Publik masih berharap banyak saat Raptors menghajar warrior di Kanada. Namun publik terhenyak saat game 3 dan 4 yang berlangsung kandang Warrior, Oracle Arena, Oakland, Warrior takluk dengan sangat meyakinkan. Ada apa dengan Warrior?

Adu Jurus Tembakan Tiga Angka

Selama ini Warrior adalah tim jagoan untuk urusan lemparan tiga angka. Melalui Stephen Curry dan Klay thompson, mereka begitu perkasa dalam menghadapi kebuntuan saat pertahanan lawan begitu kuat. Dalam dua kali final sebelumnya, mereka menghabisi lawannya dengan jurus sakti ini.

Dan ini menjadi bukti dengan tampilnya Warrior dalam lima kali perhelatan final NBA sejak 2015 hingga sekarang. Tiga di antaranya mereka sukses merebut gelar.

Raptors tahun ini siap dengan strategi permainan Warrior yang lebih mengedepankan lemparan dari luar garis pertahanan tersebut. Mereka menghadapi Curry dan teman-temannya dengan cara hampir sama persis dengan yang dilakukan Warrior selama ini.

VanVleet, Lowry, dan Kawhi Leonard adalah tiga jagoan lemparan tiga angka yang dimiliki Raptors. Ditunjang dengan kemampuan mendapatkan bola rebound Marc Gasol, mereka lebih percaya diri melakukan tembakan tiga angka itu.

Sebaliknya, di kubu Warrior, ada sedikit kepanikan saat lawan melakukan strategi yang sama dengan yang mereka terapkan. Ditambah lagi kondisi tim yang tidak lengkap dengan absennya Kevin Durant, mereka seolah pincang meski duo Splash Brother; Stephen Curry dan Klay Thompson masih jitu dalam melakukan tembakan tiga angka.

Permainan dengan mengandalkan tembakan tiga angka ini memang membutuhkan kecermatan dan kekompakan dalam menyerang dengan manuver-manuver di bawah keranjang. Namun tidak langsung memasukkan bola ke keranjang dengan lay up, akan tetapi gerakan ini hanya untuk memberi ruang pada rekan yang berada di luar garis tembakan tiga angka.

Kita bisa simak manuver Kawhi di bawah keranjang dan, sering kali saat mendekati keranjang, bola dikembalikan lagi ke luar area pertahanan dan sudah ditunggu Van Vleet ataupun Lowry yang berdiri bebas di sana dan siap mengeksekusinya dengan lemparan tiga angka.

Inilah yang sering kali membuat Warrior kedodoran. Padahal strategi ini sering dilakukan oleh Warrior. Namun saat menghadapi Toronto RPtors, mereka belum punya teknik menanggulanginya.

Pelatih Warrior, Steve Kerr, seolah kehilangan akal saat betapa jitunya para penembak tiga angka dari Raptors membombardir timnya. Inilah yang saya maksudkan warrior dikalahkan oleh tim yang menggunakan strategi yang sama, yaitu jurus lemparan tiga angka.

Pelatih Raptors, Nick Nurse, melakukan strategi dengan mindset cara bermain identik dengan apa yang dilakukan Steve Kerr eksplosive menyerang dan mengeksekusinya dengan tembakan dari luar garis tiga angka.

Alasan ketidaklengkapan skuad tim Warrior bisa diterima namun apa yang dilakukan Raptors sudah terbukti mampu membuat mereka saling berkejaran angka saat memulai putaran final dalam game pertama hingga game keenam.

Warrior harus mengakui keunggulan Raptor 4:2 dalam format best of seven di mana tim yang memenangkan 4 pertandingan lebih dahulu menjadi juaranya.

Kawhi Leonard Adalah Kunci

Sebagai tim yang belum pernah memenangi kejuaran basket Amerika NBA sepanjang dua puluh empat tahun keikutsertaannya, Raptors memperoleh keuntungan karena salah satu pemainnya ada yang sudah pernah merasakan cincin juara NBA. Dia adalah Kawhi Leonard yang sebelumnya sudah pernah meraih juara NBA bersama Sun Antonio Spurs.

Ini terbukti dengan begitu luar biasanya Kawhi di final. Ia tampil menginspirasi teman-temannya dengan tidak mengenal rasa takut pada sang juara bertahan. Ia pun terpilih sebagai MVP Final untuk kedua kalinya.

Selain itu, Raptors juga diuntungkan dengan kondisi tim warrior yang kurang fit mengingat dua pemain kuncinya dilanda cedera, yaitu Kevin Durrant dan Klay Thompson. Bahkan di game keenam dalam kondisi angka berkejaran Klay Thompson pun harus mundur quarter keempat.

Biar bagaimanapun, Warrior telah menemukan lawan yang sepadan untuk menghadapinya. Mereka juga jitu bermain lemparan tiga angka. Dan terbukti cara itulah yang bisa menghentikan Warrior. 

NBA tahun ini pun menghasilkan juara baru. Selamat buat Raptors.