Kata “Cantik", siapa yang tidak bangga mendapat pujian tersebut, wajah kita akan bersemu merah jika mendapat pujian itu, namun cantik itu apa sih? apa tolak ukur standar kecantikan wanita?.

Apakah cantik itu dapat diartikan dengan wanita yang langsing, tinggi, putih, rambut berkilau setiap saat ? bagaimana jika fisik Anda tidak terdapat kriteria tersebut, dan apakah kamu tidak cantik?.

Cantik adalah definisi yang luas untuk dijabarkan. Bukan hanya penampilan fisik yang bisa dinilai cantik, kepribadian baik juga menjadi bagian dari kecantikan diri. Namun jika membahas tentang kecantikan secara fisik, orang tidak harus punya wajah rupawan agar bisa dianggap cantik.

Setiap perempuan dilahirkan dengan berbagai keindahan yang dimilikinya, dan keindahan itu harus di rawat, tak sedikit perempuan yang di anggap sempurna atas kecantikan tubuh yang dimilikinya.

Wanita yang diciptakan oleh tuhan sudah mempunyai keunikan, keindahan, dan paras yang berbeda - beda, oleh karena itu bersyukur lah apa yang kita punya.

Banyak wanita yang kini merasa bahwa dirinya tidak cantik dan minder atau anak muda sekarang sering menyebut dengan insecure. Terdapat pepatah bahwa wanita yang cantik tidak selalu baik, tetapi orang baik selalu cantik.

Yuppp..benar sekali bahwa cantik itu tak selalu dengan paras wajah yang menarik, lekuk tubuh yang sempurna atau body goals, tetapi cantik itu soal hati ,kepribadian dan akhlaq yang beriman serta ilmu yang melekat indah mengiringi langkah kemampuan seorang wanita.

Di masa sekarang ini banyak wanita yang kurang bersyukur apa yang telah diberi tuhan untuk kita, wanita yang mengubah kecantikan fisiknya, seperti sulam alis, hidung dimacungkan, sulam bulu mata, dll.

Padahal hal tersebut tidak mengubah bahwa dirinya cantik, karena yang paling cantik belum tentu mampu mempercantik dirinya apabila tidak menjaga dengan akhlaqnya.

Sebagai wanita yang cantik fisik hanya dipandang semata, oleh karena itu lebih baik cantik hatinya, karena cantiknya fisik akan memudar dengan seiring berlajunya waktu, yang artinya manusia akan mengalami tua, di mana tolak ukur kecantikan pasti juga akan memudar.

Tetapi kecantikan wanita dari hati dan akhlaq akan selalu memancar hingga sepanjang waktu,  meski diri seorang wanita tidak muda lagi, atau sudah tidak berada di dunia lagi, namun kecantikan akhlaq kita tetap melekat hingga akhir hayat di surge nanti.

Karena kecantikan hati akan selalu abadi, kecantikan akhlaq juga akan hidup walau raganya sudah mati, karena Allah maha melihat dan pasti tahu siapa yang menjaga kecantikan hatinya karena iman. Bersainglah dengan mempercantik diri dengan menjaga akhlaq atau keimanan bukan bersaing dengan yang melalaikan keimanan.

Cantiknya ketaatan akan selalu harus dikenang oleh siapapun yang mengenalnya. Bahkan wanita akan selalu cantik hingga ke surga nanti, karena pastinya Allah akan selalu menjaga siapapun wanita yang cantiknya karena iman.

Kecantikan hati seorang wanita tidak ada tolak ukur dari seberapa fisiknya, yang dapat diartikan bahwa kecantikan fisik itu tidak sebagai penentu apakah wanita itu memiliki hati yang baik atau tidak. Maka dari itu tak sulit untuk menemukan wanita yang cantik wajahnya tetapi buruk kelakuannya.

Namun sekarang banyak laki-laki yang memandang wanita dari fisiknya tidak hatinya, hal itu kesalahan, kecantikan fisik memang menjadi sorotan lebih yang membuat wanita mudah disukai banyak orang. Karena pada dasarnya laki-laki lebih utama menilai dari fisiknya saja tidak hatinya.

Seorang perempuan dengan paras cantik, lekuk tubuh indah, dan ekspresi lenggak-lenggok yang membuat hati kaum adam terusik. Memang benar sekali hal itu akan membuat mata laki-laki tertarik. Itu fakta otentik.

Tetapi apabila laki-laki mengenal lebih dekat dengan wanita yang sudah terjamin keimananya, maka sebagai laki-laki juga akan berpikir, bahwa wanita cantik belum tentu cantik akhlaq nya, namun sekarang minim wanita yang memperbaiki akhlaqnya daripada fisiknya.

Sungguh yang menilailah cantik itu bukan hanya mata, karena sejatinya hatipun bisa menilai lebih baik daripada mata. Benarkah? iya, mata bisa saja salah melihat, tapi hati insyaallah akan selalu jujur apa adanya.

Oleh sebab itu, menjadi cantiklah dengan hati, menjadi cantiklah dengan akhlaq, dan menjadi cantiklah dengan budi pekerti, karena yang paling cantik pun belum tentu mampu mempercantik dirinya dengan yang tiga macam tersebut.

Karena kecantikan fisik memang hanya sebatas kulit, yang mudah larut dalam masa-masa sulit, apalagi kalau sedang kekurangan duit, yang jadi semakin parah saat dilanda sembelit. Berbeda dengan kecantikan hati yang tak mudah larut namun membawa wanita ke jalan yang lurus.

Oleh karena itu bukan hanya perkara fisik, menjadi cantik sesungguhnya justru ditunjang sama hati yang cantik juga. Jadi selain sibuk belajar make up, kita juga perlu meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang lebih baik. Apakah kamu setuju?.

Setuju sekali karena kepribadian yang baik sangat bermakna bagi kecantikan wanita karena benar pepatah mengatakan cantik hatinya sudah pasti cantik wajahnya. Karena cantik hati sudah pasti wanita tersebut memiliki kepribadian dan keimanan yang baik.

Maka berlomba-lombalah mempercantik diri dengan ketaatan dan keimanan, berlomba-lombalah menghias hati dan diri dengan kebaikan, karena itu akan menjadi tabunganmu di surga kelak.

Dan ketahuilah, yang cantik fisik semata akan selalu kalah dengan dia yang cantik hati, karena kecantikan hati adalah kecantikan yang abadi.