Mahasiswa
1 minggu lalu · 84 view · 5 min baca menit baca · Lingkungan 41292_44645.jpg

Wallpaper sebagai Eko-Dekor Futuristik

Semangat ekologi ramah lingkungan sudah menjadi bagian dari agenda besar revolusi industri ke-4. Semua lini kehidupan, baik urban ataupun suburban, berlomba-lomba menerapkan cara dan kreativitas masing-masing agar sedapat mungkin menekan polusi dan kerusakan lingkungan.

Termasuk dalam bidang seni interior bangunan dan panggung, semangat ekologi ramah lingkungan telah dipelopori oleh penggunaan wallpaper sebagai pengganti cat tembok yang polutan karena mengandung unsur timbal yang sangat mengganggu kesehatan. Wallpaper juga sangat efektif untuk menggantikan dekorasi berbahan polutan styrofoam

Wallpaper adalah jenis kertas yang digunakan untuk menghiasi atau melapisi dinding rumah, panggung, apartemen, kantor, restoran,  dan bangunan lainnya. Wallpaper ini diaplikasikan pada dinding dengan menggunakan perekat khusus. Wallpaper dinding ruangan juga ada yang polos dan ada pula yang bermotif dua hingga tiga dimensi.

Menghias dinding ruangan, baik di rumah, tempat umum, panggung, ataupun bangunan lainnya, dengan dekorasi warna sudah biasa dilakukan oleh khalayak. Tidak saja dekorasi warna tersebut berbahan dasar cat, namun banyak pula yang menggunakan material lain selain cat, seperti penggunaan aplikasi wallpaper yang ramah lingkungan.

Selain bertujuan untuk membuat karakter ruangan menjadi lebih berseni dan memiliki nilai estetika tinggi, wallpaper juga memberikan peran di dalam mendukung semangat ekologi ramah lingkungan. Pengunaan wallpaper sebagai media dekorasi merupakan pilihan yang tepat untuk beberapa tahun ke depan. 


Penggunaan wallpaper sempat menjadi tren di Indonesia pada 1980-an. Setelah itu, meredup dan kembali mencuat 20 tahun belakangan ini. Tak pelak, industri wallpaper makin hari makin kencang. Kini, aneka wallpaper dengan berbagai macam kualitas, ketebalan, komposisi, dan model kembali diminati seiring pembangunan dan perkembangan seni dekorasi ruangan yang futuristik.

Wallpaper telah menjadi model utama yang sukses digunakan untuk memberikan gaya serta nuansa sebuah ruangan. Dengan harga yang relatif lebih murah, pilihan corak, warna, pola, serta kemampuan untuk memberikan efek tiga dimensi menjadikan wallpaper ruangan makin diminati.  

Wallpaper menjadi pilihan utama untuk menekan polusi di dalam ruangan. Dan telah diketahui bahwa polusi udara di dalam ruangan kita berasal dari berbagai macam polutan seperti asap rokok, kandungan timbal yang tinggi pada cat tembok, hingga bau sampah dapur.  

Walaupun cat masih menjadi pilihan utama untuk melapisi tembok, wallpaper atau pelapis dinding ini pada kenyataannya mampu menciptakan nuansa keindahan dengan berbagai motif dan warna yang bebas polusi unsur timbal yang membahayakan bagi kesehatan.

Dengan melihat sejarah penggunaan wallpaper kertas dinding pertama kali oleh kelas pekerja di Inggris, menunjukan bahwa wallpaper saat itu dijadikan pengganti material cat yang amat mahal harganya. Adapun tentang asal muasal wallpaper, itu diperkirakan muncul pada zaman Renaisans di Prancis.

Sedang jauh sebelumnya, yaitu pada kisaran tahun 200 SM, orang Cina sudah memulai menghias dinding dengan menggunakan kertas. Budaya Cina waktu itu sudah terbiasa untuk menempelkan kertas pada dinding rumah mereka. Tentu saja, motif tempelan kertas dinding lebih sederhana dan berbeda dengan wallpaper seperti yang kita ketahui sekarang ini. 

Namun begitu, orang Cina Kuno sudah bisa dikatakan sebagai inspirator bagi orang modern untuk melakukan hal yang sama dengan ditambah beberapa variasi. Penggunaan wallpaper saat itu juga telah menggantikan permadani yang harganya juga relatif mahal serta perawatan yang cukup memakan waktu dan biaya.

Budaya menggunakan wallpaper di kalangan orang non-bangsawan saat itu dengan menggunakan kertas dinding untuk ditempelkan di dinding rumah mereka mempunyai tujuan yang sama dengan para bangsawan yang juga berlomba menghias dinding mereka dengan permadani yang tebal dan mahal. 


Kedua budaya ini bertemu pada satu titik, yaitu untuk mempercantik dan membuat ruang nyaman untuk ditempati. Dengan wallpaper dan permadani, mereka makin bergairah semangat seninya dengan memperkaya motif dan warna hingga membuat ruangan terasa sejuk dan nyaman untuk ditempati. 

Sedang penemu wallpaper modern adalah seorang berkewarganegaraan Prancis yang bernama Christophe-Philippe Oberkampf. Ia sekaligus sebagai penemu mesin cetak wallpaper di tahun 1785. Inovasinya kemudian dilanjutkan oleh Louis Robert yang pada saat itu telah menemukan cara untuk mencetak gulungan kertas dinding atau wallpaper tanpa putus yang merupakan penemuan penting saat itu.

Gulungan wallpaper yang tanpa putus mempunyai nilai kerapian dan presisi yang tinggi. Karena pada awalnya, wallpaper ini biasa dibuat dengan lukisan tangan atau stensil yang sangat sederhana dan manual sekali dengan potongan-potongan gulungan yang dapat mengganggu kerapian dan keindahan visual.  

Dengan adanya penemuan cetak wallpaper tanpa putus ini, maka pada abad ke-18, produksinya mulai massal. Dan pada waktu itu, kota Philadelphia di Amerika Serikat dikenal sebagai kota industri wallpaper yang terbesar di dunia. Meskipun wallpaper dinding sudah diproduksi secara modern, gaya desain Prancis masih tetap memiliki pola yang melekat pada saat itu.

Sebagai elemen interior, wallpaper tentu memiliki keunggulan tersendiri. Warna dan corak yang beraneka ragam mampu menjadikan ruangan lebih cantik dan nyaman. Selain itu, dinding sebuah ruangan yang ditempel wallpaper akan menunjukkan dan dapat membangun sebuah karakter dan identitas tertentu. Wallpaper di sebuah ruangan akan menghadirkan nuansa berbeda dari ruangan lainnya.

Keunggulan wallpaper lainnya adalah sisi perawatannya. Kotoran yang menempel dapat mudah dibersihkan dengan menggunakan air hangat yang telah dicampur dengan sabun, digosok pelan, kemudian bersihkan dengan air bersih dan keringkan dengan handuk.

Adapun untuk noda membandel dapat digunakan detergen dengan cara digosok berulang dengan lembut dan hati-hati. Jangan lupa untuk membilasnya dengan air bersih setelah digosok. Ketika membersihkan, jangan menggosok terlalu keras, karena akan merusak wallpaper.

Sesegera mungkin untuk membersihkan noda atau kotoran pada wallpaper. Hal ini diharapkan akan meminimalisasi efek yang diakibatkan terlalu lama noda yang menempel pada wallpaper hingga menjadi susah dibersihkan. Atau kita bisa melakukan perawatan atau pembersihan wallpaper secara berkala, misal sebulan sekali.


Intinya, banyak alasan orang melapisi dinding rumahnya dengan wallpaper. Sebagian besar masyarakat telah beralih dari cat tembok menggunakan wallpaper dinding untuk mempercantik tiap-tiap ruangan sesuai dengan selera. Saat ini,kebutuhan wallpaper makin meningkat di pasaran. Hal ini dikarenakan makin banyaknya motif, warna, ataupun corak yang bisa dipilih sesuai dengan selera dan kebutuhan.

Apalagi sebuah desain ruangan yang sudah menggunakan wallpaper pada dindingnya dengan motif dan model 3D yang bertema pemandangan alam terbuka yang tergolong laris manis di pasaran saat ini akan membuat pikiran kita segar. Efek tiga dimensi memberi kesan kuat, seperti pemandangan alami. Termasuk wallpaper dengan tema karakter, akan memperkuat suasana ruangan menjadi patriotik atau perasaan lainnya. 

Selain itu, wallpaper dengan motif tertentu dapat digunakan sebagai terapi sederhana hingga kita tidak mudah bosan serta betah di dalam ruangan hingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Motif-motif 3D dengan desain pemandangan alam seperti gunung, kebun yang sangat luas, sawah yang menghijau, dan pemandangan laut juga dapat meningkatkan kesadaran cinta lingkungan hidup.

Artikel Terkait