Setiap orang termasuk mahasiswa pasti senang menghabiskan waktu untuk menikmati harinya dengan bersantai. Namun, bagaimana jika santai dilakukan ketika tugas tengah menumpuk dan deadline mulai mendekat, apakah wajar?. 

Keinginan menghabiskan waktu dengan hal yang disukai tidaklah salah, namun ketika santai menjadikan tugas terabai barulah menjadi masalah. Sebagai seorang mahasiswa, tentu memiliki keinginan yang besar untuk bersantai dari tugas yang memberatkan diri.

Saya sebagai seorang mahasiswa juga sama, ingin setiap harinya banyak bersantai dengan bermain smartphone, sosial media, nonton film, dan melakukan hobi saya yang lainnya. Tetapi, sebagai mahasiswa tidak akan pernah terlepas dari kewajiban mengerjakan tugas dan belajar. 

Terkadang, karena banyaknya tugas, dari dalam diri mulai muncul rasa bosan dan bingung harus memulai dari mana. Akhirnya, karena bingung, beberapa orang termasuk saya sering menunda mengerjakan dan memilih bermain sosial media.

Kebiasaan tersebut tentu berefek tidak baik karena akan menyebabkan seseorang mudah kelelahan akibat mengejar deadline dan tugas yang dikirim tidak maksimal. Melakukan hal yang disenangi tentu boleh untuk mengurangi rasa bosan karena banyaknya tugas, bukan untuk bermalas-malasan. 

Terlalu santai hingga akhirnya kewajiban terabai adalah kekeliruan yang sering dibenarkan. Ada pengalaman dari saya sendiri yang pernah merasa santai sampai akhirnya banyak tugas terabai. 

Ketika saya sudah berstatus sebagai mahasiswa, ada banyak sekali perbedaan yang saya rasakan. Kuliah dan SMA itu berbeda sangat jauh. Sejak SMA, saya sering menunda mengerjakan tugas karena tidak banyak tugasnya dan masih mudah. 

Saya lebih memilih mengerjakan satu hari sebelum deadline dan banyak menghabiskan waktu untuk jelajah sosial media. Lama kelamaan apa yang sering saya lakukan menjadi sebuah kebiasaan buruk yang terbawa hingga di kuliah. 

Awal masuk di kuliah, baru saya merasa kesulitan mengejar banyak tugas terutama ketika masih ospek. Pada awal menjadi mahasiswa baru, ada tiga tingkat penugasan yang harus dijalani. 

Penugasan pada ospek prodi, fakultas, dan universitas. Di awal menjadi mahasiswa, saya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan mengubah kebiasaan saya. Terasa berat, ketika suatu kebiasaan yang bertahun-tahun sudah dilakukan untuk dihilangkan.

Namun, ada satu teman yang berhasil membuka mindset saya untuk tidak lagi terlalu santai dan deadliner. Dari dia, saya mulai berpikir bahwa saya bukan lagi anak SMA yang punya banyak waktu untuk bersantai. Dari dia, saya mendapat banyak dorongan untuk bisa sepertinya yang lebih awal menyelesaikan setiap tugas yang diberikan.

Ketika perkuliahan sudah dimulai ditambah bersamaan dengan ospek prodi baru saya tahu dunia perkuliahan yang super sibuk. Sempat ada perasaan lelah dan ingin menyerah dalam diri saya. Namun, saya ingat pesan orang tua, bahwa ini baru awal dan masuk kuliah itu sulit, ketika sudah masuk, maka harus bisa bertanggung jawab.

Perlahan saya sudah bisa beradaptasi dan tidak lagi banyak menghabiskan waktu untuk memanjakan diri. Saya mengira bahwa kebiasaan itu sudah hilang, ternyata masih belum. Segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan tentu sulit dihilangkan, terutama ketika ada celah untuk mengulanginya.

Beberapa minggu menjalani perkuliahan mulai ada rasa jenuh, akhirnya saya lebih memilih banyak menghabiskan waktu untuk melakukan apa yang saya senangi seperti maraton film. Merasa sangat berdosa, ketika saya sudah menjadi mahasiswa, tetapi sering lupa keharusan dan harapan orang tua kepada saya

Banyak tugas mulai terabai karena manajemen waktu saya yang tidak baik. Saya mulai memikirkan tujuan awal berada di sini. Saya sadar bahwa masih banyak mimpi dan pengorbanan orang tua yang harus dibayar. 

Jika suatu kebiasaan sulit diubah, maka diri sendiri harus bisa mengubah mindset, bahwa bersantai itu boleh, tetapi jangan sampai terbawa hingga lalai. Kebiasaan santai berlama-lama perlahan hilang karena kesibukan. 

Rasa bosan dalam mengerjakan tugas merupakan hal yang wajar dan hampir setiap mahasiswa merasakan. Mengeluh di tengah rasa jenuh ketika mengerjakan tugas sesekali boleh, tetapi jangan sampai timbul keinginan untuk menyerah.

Menjadi mahasiswa tidaklah semenakutkan yang dibayangkan, berusaha menikmati proses pendewasaan diri meskipun rasanya tidak menyenangkan. Berstatus sebagai mahasiswa tentu menjadi sebuah tanggung jawab yang besar. 

Terlebih ketika keluarga sudah sangat berharap agar dengan kuliah nantinya dapat menghadiahkan kesuksesan bagi orang tua. Terutama ketika orang tua bukanlah seorang sarjana, maka harapan yang diberikan di pundak akan sangat besar.

Tidak perlu khawatir ketika menjalani perkuliahan merasa bosan dan lelah. Menghilangkan rasa bosan karena banyaknya tugas bisa dilakukan dengan memberikan ruang bagi diri sendiri melakukan hal yang disenangi. 

Sesekali dengan mengambil sejenak waktu untuk melakukan hobi, seperti mendengarkan musik atau menonton film. Percayalah, bahwa semua yang dirasakan saat ini nantinya akan terbayarkan. 

Ketika merasa lelah dan ingin bersantai sekedar healing atau jalan-jalan dengan teman tidak masalah. Selama masih bisa bertanggung jawab dari setiap tugas maupun kewajiban lainnya, maka bersantai adalah hal yang wajar.  

Tidak perlu terlalu serius, tetapi jangan terlalu santai. Sudah terlalu banyak harapan orang lain yang disematkan untuk dapat kita wujudkan. Masih banyak mimpi yang harus digapai sebelum berlama-lama santai.