Gee gee gee baby baby baby! Para penggemar K-Pop pasti tahu lirik lagu yang sangat terkenal itu. Topik kali ini saya akan coba membahas mengenai K-Pop dan sekitarnya. 

K-Pop atau Korean Pop sudah menjadi bagian musik di seluruh belahan dunia. Tidak hanya di Asia, bahkan Eropa sampai Amerika, K-Pop sudah sangat dikenal. 

Berawal pada tahun 1990-an, K-Pop mulai booming. Bisa dibilang pada tahun 1990-an, K-Pop generasi pertama lahir. Pada masa itu ada beberapa girlgroup dan boygroup yang terkenal, sebut saja seperti H.O.T, S.E.S, Sechkies, g.o.d, FinKL, sampai Shinhwa. Musik K-Pop yang easy listening, lalu gerakan tarian yang unik dan powerful, serta pakaian-pakaian unik membuat K-Pop sangat digemari saat itu. 

Tidak sampai di situ, musik K-Pop terus berkembang. Terbukti dengan munculnya girlgroup dan boygroup sampai dengan sekarang. Tentunya jenis musik yang ditawarkan semakin beragam seiring dengan perkembangan zaman.

TVXQ, Super Junior, SNSD, BigBang, 2pm, CNBLUE, FT ISLAND hingga 2ne1 adalah beberapa girlgroup dan boygroup yang dikatakan sebagai generasi ke-2 K-Pop. Pada generasi ke-2 ini, seolah-olah K-Pop mulai mengibarkan benderanya sebagai salah satu jenis musik yang paling digandrungi di Korea Selatan, Asia, bahkan bisa dibilang dunia.

Berikut penulis coba menjelaskan beberapa hal mengenai K-Pop:

1. Manajemen 

Dalam industri hiburan di Korea Selatan, mereka pada umumnya memilih perusahaan yang menaungi para artisnya. Perusahaan ini yang nantinya yang akan mulai membentuk para trainee. 

Pelatihan yang diberikan tentu sesuai dengan kemampuan individu masing-masing. Ada yang disiapkan sebagai penyanyi solo ataupun grup, lalu disiapkan sebagai akrtis maupun aktor, bahkan komedian. Di sini mereka akan bersaing satu sama lain pada saat trainee. Yang terbaik nantinya akan menjalani debutnya.

Pada saat trainee inilah mereka disiapkan hingga matang, sehingga mereka siap masuk dalam industri hiburan. Dengan cara inilah para perusahaan di industri hiburan Korea mampu menelurkan bakat-bakat yang luar biasa, baik dalam bidang musik, akting, atau bidang hiburan lainnya. 

Cara manajemen dalam mengatur jadwal para artisnya pun patut diacungi jempol. Mereka dapat dengan baik mengatur jadwal, sehingga masing-masing individu maupun grup dapat memiliki kesempatan tampil yang sama rata.

Perusahaan-perusahaan terkenal di industri hiburan Korea, seperti SM Entertainment yang mampu menelurkan bakat seperti H.O.T, S.E.S, Shinhwa, TVXQ, SuJu, Shinee, SNSD, EXO hingga RedVelvet. Lalu ada JYP dengan WonderGirls, 2pm, Miss A, hingga yang terbaru ada Twice.

YG entertainment juga memiliki girlgrup dan boygrup yang tidak kalah bagusnya seperti BigBang, 2ne1, PSY hingga Blackpink. Dan yang terbaru Big Hit entertainment yang mampu mendobrak dengan boygrup andalannya BTS.

2. K-Pop di Indonesia 

Tidak perlu diragukan lagi jika Indonesia menjadi salah satu negara terbesar penggemar K-Pop. K-Pop di Indonesia bermula pada tahun 2006, di mana saat itu drama full house yang dibintang Rain dan Song Hye Kyo sedang booming di Indonesia. 

Bermula dari drama itulah K-Pop di Indonesia mulai menyebar. Ada yang tertarik karena pemeran utamanya Rain ataupun OST-nya. Dari rasa penasaran itulah mulai timbul rasa suka pada musik K-Pop, mulai mendengarkan lagu-lagu K-Pop yang lain seperti TVXQ yang saat itu memang sedang populer karena musik baladnya serta harmonisasinya yang indah. Kebanyakan orang mengatakan kalau musik K-Pop itu enak untuk didengar dan sangat menghibur dengan dance-nya. 

K-Pop di Indonesia cukup berkembang dengan sangat cepat. Mungkin dulu pada tahun 2006 para penggemar melihat idolanya sangat sulit karena belum adanya YouTube atau media sosial seperti sekarang. Para penggemar K-Pop hanya dapat melihat lewat MTV ataupun tabloid-tabloid. 

Seiring perkembangannya, muncul Super Junior, Shinee, SNSD maupun idol group lainnya. Dengan semakin banyaknya idol group, maka semakin banyak juga fandom di Indonesia. 

Di Indonesia sendiri hampir semua kalangan menyukai musik K-Pop, dari yang muda sampai yang tua. Yang tua pada umumnya mengidolakan Super Junior, BigBang, 2pm, SNSD, 2ne1, sementara kaum muda yang sekarang mengidolakan Twice, BTS, Blackpink. 

Masuknya K-Pop di Indonesia bisa dibilang sebagai penghibur atau bahkan memberikan angin segar bagi para penggemar musik pop. Tentu ada beberapa orang yang jenuh dengan lagu-lagu barat ataupun lagu pop Indonesia yang itu-itu saja. Musik K-Pop seperti memberikan warna tersendiri, bagaimana iringan musik yang unik, suara yang bagus, serta tarian yang menyertainya membuat K-Pop mendapatkan tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat Indonesia. 

3. K-Drama

Korean drama sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari K-Pop. Di mana ada drama, di situ juga ada OST yang mengiringi. K-Drama dan K-Pop seperti menjadi sebuah kesatuan. Ada fans yang menyukai K-Pop, lalu mulai merambah dramanya ataupun sebaliknya. 

K-Drama sendiri seperti membuat gebrakan, selalu dapat melahirkan drama yang selalu diingat para penggemarnya, seperti Autumn in My Heart (Song Hye Kyo), Winter Sonata (Choi Ji Woo), Full House (Rain), BBF (Lee Min Hoo), Kill Me Heal Me (Ji Sung),  Goblin (Gong Yo-Kim Go Eun), hingga Descendants of the sun (Song Hye Kyo-Song Jong Ki)  

Akting para aktris dan aktor yang selalu totalitas, lalu jalan cerita yang tidak membosankan, membuat K-Drama selalu dinantikan. Selain itu, K-Drama berani untuk mengangkat tema yang tidak biasa, para penulis naskah berani mengangkat tema yang berbeda. 

Tidak hanya tema romansa, para penulis berani untuk membuat drama yang bertemakan politik, ekonomi, ataupun kasus-kasus terkenal yang menyangkut negaranya sendiri hingga fiksi. Dalam setiap drama selalu dimasukkan hal-hal yang mengandung budaya mereka sendiri dengan tujuan agar budaya mereka semakin dikenal luas oleh banyak orang.

4. Positif dan Negatif 

Dalam kasus ini, penulis mengambil sisi positif dan negatif yang didapat dari para penggemar K-Pop yang sebelumnya sudah memberikan sedikit pendapatnya. Untuk positifnya, K-Pop memberikan warna yang berbeda dalam industri musik.

Melalui fandom, kita dapat menambah koneksi dan teman, dapat belajar budaya baru, baik bahasa maupun kebudayaan lainnya. Kemudian beberapa dari mereka yang punya hobi dance dapat menyalurkan hobi dance-nya dengan musik-musik K-Pop yang bersemangat. 

Dan yang menjadi bonus bagi para fangirl ialah dapat melihat wajah tampan dan roti sobek oppa (abs); bagi fanboy, tentunya dapat melihat wajah-wajah cantik seperti Yoona, Sunmi, Sana Twice sampai Jenie Blackpink!

Sisi negatif dari K-Pop, menjadi lebih boros karena biasanya membeli album terbaru sampai tiket konser para idol yang tergolong cukup mahal namun worth it. Yang cukup menjadi sorotan adalah sebagian fans dapat menjadi delusi. Contohnya, membayangkan idola mereka adalah kekasih mereka. Sehingga bila sang idola menjalin hubungan dengan orang lain, ia akan sedih bahkan sampai menangis bahkan depresi.

Intinya, seperti terjebak di antara dunia nyata dan imajinasi. Atau mungkin mereka yang akhirnya menjadikan idola mereka sebagai tolok ukur untuk mendapatkan pacar idaman yang sama seperti idolanya sehingga sulit mendapatkan pacar.

K-Pop seperti menjadi fenomena di industri musik dunia dengan keunikannya sendiri. Pertanyaannya, 'Bisakah musik pop Indonesia seperti K-Pop?' 

Musik pop di Indonesia juga sudah mendapatkan tempatnya sendiri di hati para penikmat musik pop. Masing-masing dari kita memiliki selera musik yang berbeda. Tidak ada yang salah dengan musik ini ataupun musik itu. Musik hanya perlu kita dengarkan dan nikmati. 

Mungkin yang bisa dicontoh Indonesia adalah bagaimana Korea dapat membangun dunia musiknya sendiri dengan manajemen yang terstruktur dengan baik, sehingga muncullah bakat-bakat terbaik di bidang musik maupun industri hiburan lainnya. K-Pop telah menjadi bagian dari sejarah industri musik di dunia. Baik buruknya dari K-Pop, kita sendiri yang menentukan.