The best protection is early detection.

Ada juga yang mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Bagaimanapun bahasanya, kedua kalimat tersebut memiliki makna yang sama, yaitu lakukan deteksi sebelum terjadi.

Perlindungan terbaik bukan perawatan mahal ketika sakit, melainkan mendeteksinya sedini mungkin. Seperti kanker serviks yang mengintai setiap perempuan. Perlindungan pertama yang mereka butuhkan adalah deteksi dini.

Tidak ada jaminan bahwa sehat hari ini, terbebas dari kanker besok pagi. Apalagi, gejala kanker serviks baru bisa dirasakan dalam waktu yang cukup lama, sekitar 5-10 tahun. Karena itu, setiap perempuan harus memahami dan mendeteksi kemungkinan terjadinya kanker serviks.

Tentang Kanker Serviks 

Menurut Rasjidi (2010), kanker serviks adalah salah satu jenis keganasan atau neoplasma yang terletak di daerah serviks, daerah leher rahim atau mulut rahim. Kanker serviks tumbuh dan berkembang pada mulut rahim, khususnya berasal dari lapisan epitel atau lapisan terluar permukaan serviks (Samadi, 2011).

Karena tergolong tumor ganas, kanker serviks menjadi ancaman bagi wanita dalam hal mewariskan keturunan. Tidak hanya itu, sebagai akibat paling fatal, ia juga dapat menyebabkan kematian.

Di Indonesia, jumlah penderita kanker serviks tergolong tinggi, yaitu sekitar 15.000 kasus per tahun yang menyerang wanita, mulai usia muda hingga dewasa. Dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 7 kali lipat pada 2030 mendatang (Wicaksono, A, 2016).

Besarnya angka ini membuat WHO (World Health Organization) menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi di dunia.

Berdasarkan komparasi dari beberapa riset ilmiah, setidaknya ada dua faktor penyebab tingginya kasus kanker serviks di Indonesia, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yang berasal dari diri sendiri, yaitu rendahnya pemahaman terkait kanker serviks, kurangnya kesadaran wanita untuk menjaga kesehatan organ di daerah serviks, dan minimnya kesadaran untuk melakukan tindakan preventif. Lebih jauh, faktor keuangan juga turut andil sebagai penyebab tidak adanya tindakan preventif .

Sementara faktor eksternal dipengaruhi oleh ketersediaan media maupun alat kesehatan yang digunakan untuk mendiagnosis kanker serviks sejak dini. Media tersebut seyogianya memenuhi kriteria terjangkau, mudah, dan dapat digunakan oleh semua kelompok usia, baik muda maupun tua.

Peningkatan jumlah penderita kanker serviks yang meningkat setiap tahun hendaknya segera melahirkan solusi. Solusi yang ditawarkan harus sejalan dengan perkembangan zaman saat ini, yaitu zaman modernisasi dengan segala sesuatu yang instan, praktis, dan mudah dilakukan. Bukti konkretnya adalah penggunaan media elektronik di semua sektor kehidupan, termasuk kesehatan.

Pemaparan tersebut menjadi landasan terciptanya gagasan VIKS, sebuah media aplikatif untuk mendeteksi dini kanker serviks.

VIKS, Aplikasi Deteksi Dini Kanker Serviks

Sebuah aplikasi berbasis Android yang bertujuan untuk mengedukasi dan mendeteksi terjadinya kanker serviks. VIKS juga bertujuan untuk menginspirasi dan berbagi donasi kepada penderita kanker serviks yang membutuhkan.

Fitur yang akan diterapkan pada VIKS, yaitu Informasi, Deteksi Dini, Konsultasi, Kisah Inspiratif, dan VIKS Peduli.

Informasi. Fitur ini berisi berita/artikel tentang kanker serviks. Mulai dari pengertian dan gejalanya, faktor risiko, cara penanganan, hingga informasi terbaru mengenai kegiatan yang berkaitan dengan kanker serviks, seperti seminar, penyuluhan, dan cek kesehatan.

Deteksi dini. Fitur ini dirancang menggunakan sistem pakar (expert system) untuk melakukan deteksi dini. Sehingga diketahui persentase kanker serviks yang kemungkinan terjadi sesuai dengan gejala dan faktor risiko yang dimiliki. Berdasarkan hasil deteksi, VIKS akan memberikan rekomendasi solusi terkait tindakan yang harus dilakukan.

Konsultasi. Fitur ini merupakan sarana konsultasi secara online dengan dokter spesialis kandungan. Demi menjaga keamanan dan kenyamanan, fitur ini menyediakan rating untuk menilai kinerja dokter yang bersangkutan.

Kisah Inspiratif. Fitur ini berisi penayangan kisah inspiratif dari survivor kanker serviks tentang perjuangannya untuk sembuhDiharapkan kisah yang ditayangkan memberikan semangat dan dukungan psikis kepada penderita kanker serviks.

VIKS Peduli. Fitur ini merupakan sarana berbagi dukungan finansial dari donatur kepada penderita kanker serviks yang membutuhkan. VIKS dapat melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan besar di Indonesia untuk mendukung fitur ini melalui alokasi dana CSR (Corporate Social Responsibility).

Langkah Strategis Mengimplementasikan VIKS

Langkah strategis yang dapat dilakukan guna mengimplementasikan VIKS adalah membangun sinergi dengan berbagai pihak seperti pemerintah, akademisi, praktisi kesehatan, dan masyarakat.

Pemerintah

Dalam hal ini, pemerintah bidang kesehatan memiliki kewenangan untuk menyusun regulasi. Langkah yang dapat dilakukan adalah menyusun strategi efektif mengenai penerapan dan pengawasan VIKS. Selain itu, pemerintah juga dapat mengadakan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan dan penanganan kanker serviks.

Akademisi dan praktisi kesehatan

Akademisi dan praktisi kesehatan berperan dalam melakukan riset, merancang, dan mengembangkan VIKS untuk menjadi media aplikatif pendeteksi kanker serviks. Selain akademisi dan praktisi kesehatan, perancangan VIKS tentu membutuhkan developer yang menguasai sistem pakar.

Masyarakat

Masyarakat dapat berkontribusi dengan mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanganan kanker serviks. Masyarakat juga harus menjaga dan meningkatkan kesadaran diri akan bahaya kanker serviks.

Sinergi dari semua pihak akan sangat membantu terimplementasinya VIKS sebagai media aplikatif deteksi dini kanker serviks. Sudah saatnya kita bahu-membahu menyelamatkan wanita Indonesia dari kanker serviks yang mengintai setiap saat.