Mahasiswi
5 bulan lalu · 29 view · 3 min baca menit baca · Gaya Hidup 28988_86450.jpg

Vanessa Jadi Tersangka, Komoditas Prostitusi Artis Segera Terungkap

Kasus prositusi online yang dilakukan salah satu artis cantik Vanessa Angel belum larut dalam polemik yang beredar lantaran dari beberapa hasil penemuan oleh pihak polisi ternyata Vanessa Angel bukanlah korban yang dijebak untuk melakukan praktik kerja haram tersebut. Dalam kasus tersebut, ternyata Vanessa sudah melakukan prostitusi tersebut semenjak satu tahun silam dengan 6 mucikari yang terungkap.

Kenyataan yang membuat publik tercengang yakni selama ini Vanessa tidak hanya melakukan praktek tersebut di Indonesia, melainkan sudah beberapa negara tetangga lainnya. Lebih parahnya lagi, Vanessa mendaftar dirinya kepada mucikari tersebut untuk menjadi  bagian dari praktik prostitusi tersebut.

Kejadian tersebut membuat publik tercengang apalagi para netizen yang menjadi penggemar setia Vanessa, beberapa komentar mulai dari komentar baik hingga buruk yang menampar ketika dibaca selalu bergulir, terlepas dari beberapa alasan netizen terhadap penyebab Vanessa menjadi bagian dunia tersebut.

Di samping itu publik semakin ragu akan elektabilitas dari seorang artis yang memiliki keahlian tertentu untuk dijadikan sebagai ladang pekerjaan dirinya menjadi tercoreng dengan ditemukannya beberapa nama-nama artis yang juga terlibat prostitusi ini. Publik semakin yakin bahwa di balik figur seorang artis yang selalu tampil dengan gaya hidup mewah ternyata tidak lebih hasil dari praktik haram tersebut. 


Meski demikian, masyarakat juga harus memahami bahwa tidak semuanya artis terlibat kasus hatram tersebut lantaran masih banyak artis yang memiliki rasa kepemilikan terhadap dirinya sendiri.

Berkenaan dengan demikian, sebenarnya kehidupan seorang artis ataupun publik figur tidak lepas dari persoalan framming yang selama ini ditampilkan di dunia cyberspace. Dunia yang lekat dengan pertemuan maya ini membuat seseorang menampilkan seluruh apa yang dimilikinya.

Kehidupan artifisial yang dimiliki oleh seorang publik figur tidak lepas dari gaya hidup dengan yang lain serta menuntut dirinya untuk lebih dari apa yang dimiliki oleh orang lain untuk ditampilkan pada khalayak umum.

“Interaksi sosial dalam dunia cyberspace menciptakan semacam deteritorialisasi sosial, artinya interaksi sosial tidak dilakukan di dalam sebuah ruang teritorial yang nyata (dalam pengertian konvensional) melainkan sebuah halusinasi teritorial.”

Hal ini mengimplikasikan bahwa hubungan masyarakat modern bukanlagi hubungan silaturrahim yang dekat dengan tetangga, melainkan seseorang yang dianggap sebagai keluarga, nyatanya itu berada di tempat jauh dan akrab sekali. 

Sedangkan kepada tetangga yang dekat dengan rumahnya tidak saling sapa satu lain. Kenyataan ini membuat orang seseorang lekat dengan narsisme kronik yang membagikan seluruh aktifitas yang dilakukannya kepada dunia artifisial, selanjutnya disebut cyberspace.

Dari hal demikian, cyberspace yang awalnya dibentuk sebagai kehadiran orang-orang untuk kebaikan dengan melakukan komunikasi, silatuurahim dan yang lain, pada saat yang sama digunakan untuk hal-hal diluar jangakauan manusia, kebencian, saling beradu gaya hidup, memamerkan diri serta mematikan sosial yang selama ini terjalin dalam hubungan konvensional.

Bagaimana hubungan ini dengan seorang publik figur? Publik figur khususnya seorang artis dalam dunia realitas maya yang serba absurd, merupakan suatu hal yang sangat memalukan jika menampilkan sesuatu yang tidak menarik kepada masyarakat modern.


Seperti dalam hal 3f yaitu: food, fun and fashion menjadi kebiasaan seorang publik figur untuk diberitahukan kepada khalayak sehingga hal ini harus diperjuangkan serta di framing secara sempurna untuk menghasilkan visualisasi yang bisa dijadikan nilai tawar untuk mendongkrak kehidupannya.

Hal ini menyebabkan kehidupan artis sangat erat kaitannya dengan kehidupan yang serba glamour tanpa kesederhanaan yang diperlihatkan. Salah satu hal yang bisa dilakukan dengan nilai tawar kecantikan yang dimiliki yaitu terjun menjadi bagian dari prostitusi online di skandal artis.

Ditetapkannya Vanessa Angel sebagai tersangka justru bukanlah akhir dari terlibatnya sejumlah artis dalam kasus prostitusi melainkan sebagai pintu yang akan mendobrak komoditas artis sebagai pelaku PSK yang akan mencemarkan nama baik artis.

Dengan ditemukannya beberapa mucikari yang menjadi jembatan para artis terlibat kasus tersebut ke depannya pihak yang berwajib perlu menyelidiki serius agar bisa ditemukan komoditas yang bisa dibumihanguskan.

Apalagi bukti yang dimiliki oleh keterangan mucikari terkait menyebutkan sederet nama artis sudah menemukan titik terang untuk mengumpulkan serta dimintai pertanggung jawaban atas apa yang diberitahukan oleh mucikari tersebut.

Meskipun kasus ini bukanlah kasus yang pertamakalinya diusut oleh pihak kepolisian, namun hal yang bisa dilihat dari sisi baik etika yang dilakukan oleh Vanessa yakni dia berani meminta maaf kepada publik terkait kesalahan yang dilakukan. Tidak semua orang berani melakukan i’tikad baik seperti Vanessa.

Perilaku yang melanggar hukum moral tersebut justru menjadi etika baik Vanessa Angel untuk bisa memberikan kembali kepercayaan kepada publik bahwa hukum moral yang selama ini dilanggar oleh dirinya sebagai sebuah bentuk kekhilafan seorang manusia yang memiliki banyak kesalahan.


Artikel Terkait