Sebagian besar orang saat ini cenderung mengalami stres karena pandemic Covid-19. Tekanan batin dan pikiran menambah fisik semakin lemah.

Imunitas mulai berkurang, tentu hal itu dikarenakan pandemi Covid-19 membuat segala sesuatunya lebih rumit.

Stres menjadi pemicu seseorang menjadi emosi yang wajar dirasakan di tengah ketidak pastian pandemic Covid-19 ini.

Kondisi stres akan memicu beberapa reaksi pada tubuh manusia. Mulai dari tekanan darah meningkat, pembuluh darah menyempit, dan seseorang akan bernapas lebih cepat.

Stres yang berkepanjangan bisa memicu seseorang terkena penyakit. Penting menjaga kesehatan mental agar tidak stres sehingga munculnya hormon kortisol yang berlebihan, yang memengaruhi sistem imunitas tubuh.

Hormon kortisol adalah hormon yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres dan dihasilkan oleh kelenjar adrenal. 

Hormon kortisol dilepaskan kelenjar tersebut, utamanya saat seseorang menghadapi stres dan sering disebut sebagai indikator stres.

Sebuah studi baru menemukan, pasien Covid-19 dengan kadar hormon kortisol yang sangat tinggi dalam darahnya cenderung lebih cepat memburuk dan meninggal dunia.

Ini berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti di Imperial College London.

Dilansir dari Metro UK, Selasa (23/6) ilmuwan dari Imperial College London menemukan kadar hormon secara signifikan lebih tinggi pada pasien Covid-19 dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi.

Para ahli mempelajari 535 pasien di tiga rumah sakit London antara lain Charing Cross, Hammersmith dan St Mary's, dengan 403 dari kelompok ini terinfeksi Covid-19.

Perlu diketahui, tingkat kortisol yang sehat adalah 100-200 nm/L dan hampir nol ketika tidur. Saat level lebih dari 1.000 dianggap tinggi dan tingkat kortisol pada pasien coronavirus diketahui naik menjadi 3.241.

Hasil ini digambarkan para ilmuwan sebagai gambaran hormon stres "sangat tinggi". Mereka yang memiliki tingkat kortisol awal rata-rata 744 dan bertahan rata-rata selama 36 hari, dinilai sangat tidak sehat. Bahkan pasien ini sudah mulai dianggap mengalami trauma.

Sementara tingkatkan orang dengan level hormon stres di atas 744 memiliki kelangsungan hidup rata-rata hanya 15 hari. Kadar kortisol yang sehat adalah 100-200 nm/L.

Hasil ini digambarkan oleh para peneliti sebagai tingkatan yang sangat tinggi. Tim peneliti berharap temuan itu dapat divalidasi dalam studi klinis yang lebih besar.

Sistem imunitas tubuh lemah dapat membuat seseorang mudah terpapar Covid-19.  Maka dari itu seseorang jangan sampai stres yang berkelanjutan. 

Kondisi ini membuat tubuh menjadi rentan terinfeksi virus dan menjadi pemicu terjangkit Covid-19.


Pada kondisi seseorang yang mengalami stres, harus dibarengi dengan aktifitas menyenangkan. Misal bermain gawai untuk menonton film, bermain game online dan mungkin aktifitas fisik seperti olahraga di dalam rumah.

Saat ini pola rutinitas seseorang mulai dibatasi dengan adanya pembatasan aktifitas diluar rumah, hal ini tentu bertujuan untuk memotong rantai penyebaran Covid-19.

Perubahan Rutinitas dan aktifitas saat ini tentu akan berdampak pada mental dan jiwa seseorang, untuk mampu mengikuti kondisi global yang terjadi saat ini.

Seseorang harus mempersiapan fisik dan mental untuk tetap bertahan. Dimulai dari mengikuti vaksinasi untuk menambah kekebalan imunitas tubuh, serta mengatur pola makan yang sehat.

Varian Vaksin Baru

Mungkin vaksin suntik yang dimasukkan kedalam tubuh saat ini tidak cukup untuk membentengi diri dari Covid-19. Hal ini merujuk dari data hormon kortisol yang bisa meningkat pada tubuh seseorang.

Maka dalam hal ini perlu adanya varian vaksin lain yang itu bisa kita sebut vaksin digital. Vaksin digital ini hanya sebuah istilah saja.

Karena pada dasarnya vaksin digital ini sebuah kegiatan yang paling ringan untuk menumbuhkan kesenangan pada diri seseorang. Apalagi rutinitas vaksin digital sudah melekat dalam kehidupan kita sehari-hari.

Seperti halnya menggunkan gaway untuk bermain game online, menonton film, streaming online, jual beli online, membuka social media dan masih banyak lagi kaitannya kesenangan di dunia digital.

Konteks dari vaksin digital ini adalah menemukan kebahagiaan dan kesenangan seseorang sesuai dengan apa yang mereka sukai ketika berada di dunia digital. Meskipun seseoarang hanya sebagai penikmat suguhan-suguhan tayangan yang mereka cari didalamnya.

Semua yang serba online inilah yang kita sebut vaksin digital. Tentu kriteria vaksin digital ini pada aspek yang berkaitan dengan kebahagiaan, supaya tidak terjadi timbulnya hormone kortisol yang berlebihan.

Kebahagiaan dalam Dunia Digital

Salah satu hal mendasar yang mempengaruhi kebahagiaan adalah apa yang dilihat, didengar dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebahagiaan seseorang saat ini kebanyakan diperoleh melalui keberadan sebuah teknologi digital. Keinginan untuk selalu terhubung dengan internet setiap saat, menjadi sebuah candu yang tak bisa dihindari.

Dunia digital memberikan solusi baru terhadap permasalahan kebahagiaan disektor hiburan. 

Ramainya pengguna Youtube, Instagram, Facebook bahkan Tiktok dan aplikasi media social lain. Menggambarkan butuh sebuah hiburan yang beragam dan berbeda dari yag pernah ada.

Tentu bagi para pendiri media sosial tersebut, mereka harus terus berinovasi demi memenuhi kebutuhan manusia lintas generasi saat ini.

Menurut data yang dilansir dari CBS News, Kamis (16/4)  sebanyak sembilan puluh persen orang mengatakan bahwa internet memberikan dampak yang cukup signifikan untuk kehidupan mereka. Hal ini bukanlah menjadi rahasia umum.

Bisa kita lihat sendiri bahwa jaringan internet mampu membawa berbagai dampak cukup signifikan pada diri kita, termasuk cara manusia dalam berkomunikasi.

Di masa depan, dengan perkembangan teknologi yang terhubung internet. Manusia dapat mencari hiburan di mana saja tanpa harus ke tempat-tempat ramai. Hal ini sejalan dengan pemberlakuan social distancing dimasa Covid-19.

Misalnya, saat ini orang shopping tidak perlu lagi ke mall, mereka cukup menginstal aplikasi e-commerce sebagai alat belanja dan mencari barang yang dibutuhkan. Berbelanja online juga merupakan kebahagiaan bagi kalangan konsumtif.

Dan perlu disadari bahwa kebahagiaan seseorang itu diciptakan atas kemauan untuk memilih. Maka dunia digital inilah sebagai wadah baru sebagai rumah kedua selain didunia nyata.