Sebenarnya apa sih arti kedewasaan itu? Banyak yang mengartikan kedewasaan ialah jika orang tersebut telah mampu memelihara kepentingannya sendiri, sudah menikah atau sudah dapat hidup terpisah dari orang tua. 

Secara hukum dikatakan dewasa apabila sudah adanya kewenangan pada seseorang untuk melakukan perbuatan hukum sendiri, tanpa bantuan orang tua ataupun wali. 

Padahal pada sisi psikologis orang dikatakan dewasa adalah ia yang sudah mampu mengontrol emosinya, tidak mudah tersinggung, mau menerima kenyataan, dan tidak menyalahkan orang lain atau keadaan apabila menghadapi suatu kesulitan atau kegagalan. 

Sedangkan pengertian umur menurut KBBI ialah lama waktu hidup seseorang sejak dilahirkan. Apabila orang tersebut lahir pada tahun 2000 dan sekarang tahun 2021 berarti ia sudah berumur 21 tahun.

Banyak orang yang mengaku bahwa dirinya telah dewasa dengan berpatokan pada umur. Tentu dari sisi hukum dapat dikatakan dewasa, namun apabila masih memiliki sikap yang kekanak-kanakan seperti masih mementingkan dirinya sendiri,

tanpa melihat apakah tindakan yang dilakukannya merugikan orang lain atau tidak, sangat jelas secara psikologis belum dikatakan dewasa. Sifat dewasa tidak diukur oleh usia, melainkan bagaimana seseorang itu dapat menyikapi sebuah masalah dengan pola pikiran yang positif dan tidak kekanak-kanakan. 

Faktor usia tidak menjamin orang disebut dewasa, bahkan dapat kita lihat tidak sedikit orang tua yang belum dewasa secara psikologis. Orang tua yang menyalahkan segala sesuatu pada anak dan orang tua yang belum sepenuhnya dapat mengontrol emosi kepada anak.

Padahal menjadi orang tua seutuhnya adalah ia yang bisa memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak dan tidak mementingkan kepentingannya sendiri. Namun sebaliknya, banyak juga yang masih berumur belia, tingkat kedewasaannya sudah melebihi orang yang sebaya dengannya. 

Banyak anak yang dipaksa bersikap dewasa sebelum waktunya. Mereka harus melakukan tugas dan tanggung jawab orang dewasa, misalnya mengasuh adik, menjadi tulang punggung keluarga karena sebab tertentu atau dia yang menjadi penengah ketika ayah dan ibunya bertengkar. 

Anak yang dipaksa untuk dewasa dalam ilmu psikologis disebut akan mengalami gejala “parentifikasi” yaitu proses pembalikan peranan ketika seorang anak wajib bertindak sebagai orang tua bagi orang tua atau saudara kandungnya sendiri,

pembalikan peran ini juga dapat meninggalkan bekas luka emosional yang dalam hingga dewasa. Anak yang tumbuh dewasa sebelum waktunya, dia akan merasa bahwa dirinya tumbuh dan harus bertanggung jawab untuk semua hal. Tentu hal tersebut sangat memprihatinkan bukan.

Kedewasaan seseorang memang tidak bisa diukur dari usia semata. Banyak faktor yang mempengaruhinya, pertama yaitu dari pengalaman hidup. Saat seseorang mengalami sebuah masalah dalam hidupnya, ia dipaksa untuk segera melakukan sesuatu untuk mengambil sikap. 

Dari pengalaman tersebut, sikap dan kepribadiannya pasti akan ada yang ikut berubah. Bisa menjadi lebih bijak dan tak lagi memikirkan dirinya sendiri. Kedua dari latar belakang pendidikan. 

Pendidikan yang dimiliki seseorang sangat mempengaruhi cara berpikirnya. Ilmu dan pengetahuan yang dimiliki menjadi fondasi dari setiap langkah yang diambil. Namun latar pendidikan yang dimaksud tak hanya sebatas pendidikan formal, tetapi juga cara belajar dari lingkungan dan hal-hal yang ada di sekitarnya. 

Penting untuk kita semua memiliki sikap haus akan ilmu. Ketiga dari lingkungan dan orang-orang sekitar. Lingkungan dan orang-orang di sekitar kita juga sangat berpengaruh terhadap sifat kedewasaan kita. 

Saat dikelilingi orang-orang yang senantiasa berpikiran terbuka dan dewasa, kita pun pasti akan ikut terpengaruh memiliki pemikiran terbuka dan dewasa. Dan yang terakhir yaitu kemampuan diri untuk terus berproses..

Kemampuan juga kemauan untuk terus berproses memperbaiki diri jadi salah satu faktor penting yang menentukan kedewasaan seseorang. Kematangan diri dan pola pikir dapat dilihat dari kemampuan diri untuk selalu berproses ke arah yang lebih positif.

Banyak manfaat yang didapat dari memiliki sifat dewasa ini, kita dapat menjadi pribadi yang sangat tangguh, menjadi orang yang dapat bergaul dengan siapa saja, 

memiliki pemikiran yang dewasa melatih kita menjadi seorang yang mandiri, dan yang terpenting adalah membuat kita menerima apapun kejadian yang dialami dengan lapang dada. 

Menjadi dewasa merupakan sebuah proses dan dibutuhkan banyak jalan atau rintangan yang perlu kita lewati dan kesalahan yang perlu dilakukan untuk mengetahui benar atau salah. 

Idealnya kedewasaan seseorang itu berbanding lurus dengan usia, namun semua orang pasti tetap membawa sifat kekanak-kanakan meskipun dia sudah menjadi orang tua. 

Hal tersebut tidaklah menjadi alasan untuk kita tetap memiliki sifat kekanak-kanakan. Kedewasaan terletak pada tingkat kematangan emosional orang tersebut. 

Kedewasaan ditandai dengan kemauan melakukan hal yang benar, seberat apapun dan tidak enak apapun asalkan itu bermanfaat bagi orang sekitar. Kedewasaan tidak datang dengan sendirinya, melainkan dengan adanya pertumbuhan. 

Masing-masing pertumbuhan tidak selalu sama, ada yang mengalami masa pertumbuhan secara cepat, dan ada pula yang bertumbuh secara lambat. Ingat Menjadi dewasa adalah pilihan!.