Mahasiswa
5 bulan lalu · 23 view · 5 menit baca · Budaya 12364_90002.jpg
Fakta.co

Urgensi Apresiasi dan Nasibnya yang Kerap Teralienasi

Seorang pemimpin yang gemar mengapresiasi kinerja bawahannya pada hari ini sudah sangat sulit ditemukan. Bahkan hal sebaliknyalah yang kerap kali menjadi sajian utama di media-media massa. Bagaimana buruh diperlakukan oleh atasan mereka, bagaimana guru honorer yang rela mengabdikan hidup demi mencerdaskan anak bangsa dihargai dengan gaji minim oleh negara, dan masih banyak lagi bentuk perlakuan yang tidak menunjukkan adanya apresiasi dari atasan kepada bawahan. 

Begitulah fenomena yang terjadi pada hari ini. Fenomena yang membuat hati miris. Fenomena yang menunjukkan bahwa betapa budaya untuk mengapresiasi apa yang orang-orang lakukan kini sudah sangat langka.

Hal semacam ini memang bagi sebagian orang menganggap bahwa apresiasi bukanlah hal yang begitu penting. Akan tetapi mungkin bagi sebagian yang lain, hal seperti inilah yang menjadi penentu keberhasilan dalam hidup. Betapa tidak, sebuah apresiasi dianggap penting karena secara tidak langsung fitrah bagi setiap manusia ialah ingin dihargai. Rasa ingin dihargai inilah yang membuat penghargaan atau apresiasi sangat penting.

Akan tetapi, apresiasi adalah hal langka yang sudah hampir punah dewasa ini. Urgensi apresiasi pada hari ini telah banyak dilupakan dan dipandang sebelah mata. Mengapa demikian? Karena sebagian dari kita telah buta akan indahnya sikap saling menghargai. 

Ya, sikap yang sejatinya dapat menyatukan, merukunkan, bahkan mendamaikan pihak yang saling bermusuhan. Maka dari itu, penting kiranya agar budaya apresiasi itu kita tumbuh-suburkan kembali di tengah-tengah masyarakat kita. Momen tahun politik dirasa sangat pas untuk kembali menyadari indahnya saling menghargai.


Sebelum melangkah lebih jauh kepada apa yang akan menjadi pembahasan, penting kiranya untuk diketahui bersama definisi dari apresiasi. Secara etimologi, pengertian apresiasi berasal dari bahasa lain "Apreciatio" yang memiliki pengertian "menghargai". Dalam bahasa Inggris, apresiasi diartikan sebagai "appreciate" yang memiliki pengertian "menyadari, memahami, menghargai, dan menilai". 

Dari hal tersebut, kata "appreciate" dapat dibentuk kata "appreciation" yang memiliki pengertian sebagai "penghargaan, pemahaman, dan penghatan". Sedangkan dalam bahasa Indonesia, kata apresiasi mengandung pengertian yang sejajar dengan kata "aprecitio" (Latin) dan kata "appreciation" (Inggris) tersebut.

Sedangkan pengertian apresiasi secara terminologi adalah proses penilaian atau penghargaan positif yang diberikan seseorang terhadap sesuatu.

Sebenarnya jika ingin kita preteli sedikit tentang urgensi apresiasi, maka ada beberapa poin yang akan menjadi poin manfaat dan pentingnya apresiasi dalam segala aspek. Di antaranya ialah:

1. Apresiasi adalah bentuk penghargaan atas sebuah karya maupun usaha.

Rasa ingin dihargai merupakan tabiat manusia yang memang sudah menjadi keniscayaan. Manusia adalah makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu, penghargaan atas sebuah karya atau upaya merupakan satu dari sekian banyak kebutuhan manusia. 

Seseorang akan merasa dihargai apabila apa yang dia hasilkan mendapat apresiasi dari orang lain. Ini yang menjadi salah satu manfaat pentingnya apresiasi. Karena dengan mengapresiasi, seseorang yang diapresiasi akan selalu merasa dihargai dan dianggap diperhatikan.

2. Sebagai perwujudan rasa empati.

Wujud empati ialah bagaimana kita berusaha untuk memosisikan diri pada posisi orang lain. Empati juga merupakan usaha untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. 

Dengan memberi sebuah apresiasi, maka secara tidak langsung kita akan berusaha untuk merasakan apa yang mereka rasakan. Kita akan berusaha memberikan apresiasi terbaik kepada seseorang karena kita merasa juga akan butuh dihargai jika kita berada di posisi orang tersebut. Simpelnya seperti itu.

3. Motivasi yang berlipat bagi mereka yang dihargai.


Motivasi merupakan perkara yang diinginkan oleh setiap orang. Bahkan seorang motivator sekaliber Bapak Mario Teguh pun pasti dan akan selalu membutuhkan motivasi. Baik dari orang lain maupun dari diri sendiri.

Seseorang yang dihargai dan diberikan apresiasi atas apa yang telah ia lakukan akan mendapatkan sokongan moral dan suntikan motivasi berlipat untuk terus menerus memberikan yang terbaik.

Seperti itulah yang dirasakan oleh para pemenang yang mendapatkan hadiah. Di dalam hati mereka akan terus tumbuh kemauan untuk terus berjuang. Mereka tidak akan mudah berpuas diri atas apa yang mereka telah capai. Inilah salah satu manfaat paling penting dari sebuah apresiasi.

Empat belas abad silam, seseorang yang paling mulia dalam bergaul dengan sesama telah memberikan formula akan pentingnya sebuah penghargaan. Dalam sebuah hadis beliau Nabi Muhammad SAW bersabda:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, تَهَادَوْا تَحَابُّوا  “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594.)

Dari hadis ini bisa ditarik kesimpulan bahwa salah satu alternatif untuk menumbuhkan rasa saling cinta dan perdamaian ialah dengan saling memberi hadiah. Sebuah hadiah merupakan sebuah wujud apresiasi. Apresiasi yang mungkin jika diukur secara materiil sangat sederhana, namun jika diukur secara imateril dan dampak yang diberikan sungguh sangat besar.

Terlepas dari urgensi dan manfaatnya, apresiasi dan penghargaan yang didambakan oleh setiap insan kini seolah hilang. Jangan dalam bentuk praksis dalam perbuatan nyata, secara lisanpun hari ini ucapan terimakasih saja sudah jarang kita dengarkan. Ini menunjukkan betapa tragisnya nasib umat manusia pada hari ini. 

Ketika kita kembali merujuk pada hadist nabi di atas, ketika kita sudah tidak saling mengapresiasi, maka bisa dikatakan bahwa cinta diantara kita telah memudar atau bahkan mungkin telah hilang.

Teralienasinya perwujudan apresiasi di lingkungan bangsa kita pada hari ini sangat berdampak pada berbagai aspek. Pernahkah kita berpikir sejenak tentang apa yang menyebabkan para buruh turun ke jalan di setiap hari buruh internasional? Atau pernahkah terlintas dalam benak kita tentang apakah yang menyebabkan para petani setiap tahun mengeluhkan kebijakan impor beras dari pemerintah? 

Atau bahkan mungkin pernah terbersit dalam pikiran kita apakah yang menyebabkan para ilmuan dan cendekiawan cerdas bangsa ini lebih memilih meniti karir keilmuan mereka di luar negeri? Sebut saja mantan presiden kita, BJ. Habibie.


Mungkin kurangnya apresiasi dari para atasan elit perusahaan kepada kerja keras dan cucuran keringat para buruh yang menyebabkan demonstrasi besar-besaran buruh itu terjadi. Mungkin juga elit pemerintah kurang mengapresiasi hasil jerih payahnya petani  untuk menghasilkan beras dengan kualitas terbaik, sehingga dengan mudahnya pemerintah mengimpor beras besar-besaran yang menyebabkan keluh kesah petani negeri ini. 

Dan mungkin bangsa ini kurang mengapresiasi hasil karya anak bangsa sendiri, sehingga banyak dari ilmuwan yang lahir di tanah air lebih memilih memberikan jasa mereka ke luar negeri.

Itulah sekelumit cerita sedih tentang nasib apresiasi yang semakin teralienasi dari masa ke masa di bangsa ini. Akhirnya marilah kita pupuk kembali budaya saling menghargai antar sesama. Karena persoalan bangsa yang sangat rumit sekalipun adakalanya disebabkan oleh persoalan kecil tentang mereka yang tidak tahu berterima kasih.

Artikel Terkait