Seniman
1 bulan lalu · 15 view · 5 min baca menit baca · Media 11792_47048.jpg
Foto: Republika

Upgrade Kertas untuk Karya yang Lebih Berkualitas

Jika hidup butuh nafas, pengetahuan butuh kertas. Tidak terbayang bagaimana ribetnya mendapatkan pengetahuan kalau kertas tidak ada; orang-orang harus berpergian jauh untuk membaca tulisan di dinding bangunan, di batu yang tidak bisa difotokopi, fosil atau apapun media yang digunakan manusia sejak dulu kala untuk menyampaikan pengetahuan.

Sejarah kertas pun cukup panjang untuk meraih hasil kemajuan teknologi zaman ini. Teknologi yang hadir mustahil tanpa pengetahuan, dan begitupun kertas yang selalu jadi andalan untuk menyampaikan pesan, menuliskan ide dan membuat sketsa-sketsa inovasi. Seperti halnya di era Albert Einsten dan para ilmuwan lainnya, saat kertas menjadi alat telepati manusia untuk menciptakan perkembangan bagi peradaban.

Kertas tercipta pun juga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa menemukannya. Apalagi manusia yang memiliki keinginan untuk mempermudah dan mengefisienkan segala perlengkapan dan kebutuhan. Kertas menjadi solusi yang tak terbantahkan, terutama untuk menulis dan membungkus barang. Dan seiring waktu, bermacam barang tercipta dari kertas.

Banyak orang berasumsi, era kertas sebagai buku akan segera usai, melihat perkembangan teknologi yang tersedia pada komputer dan gadget. Dengan sistem online yang mulai digalakkan pun juga akan semakin mengurangi kebutuhan kertas sebagai buku. Zaman pun memaksa generasinya untuk menggunakan buku elektronik.

Jika tadi bicara pengetahuan butuh kertas, di zaman sekarang pengetahuan sudah hadir melalui bacaan, gambar hingga video di dunia maya. Setiap kejadian yang baru saja terjadi, kabarnya sudah sampai ke telinga masyarakat. Pengetahuan online secepat kilat melesat, meninggalkan kertas yang butuh tukang pos untuk mengantarkannya.

Jurnalistik saja misalnya. Kondisi saat ini yang terjadi, pengusaha koran mulai mengencangkan ikat pinggang untuk modal produksinya. Dengan maraknya media online, koran ditinggalkan. Walau koran bisa menjadi bukti sejarah, kecepatan dan efisiensi memaksa koran untuk berjalan tertatih menyampaikan kabar.

Walau demikian, bukan berarti kertas sebagai buku, koran atau majalah begitu saja dinggalkan. Dalam kehidupan manusia zaman sekarang, teknologi belum bisa memberikan jaminan untuk penyimpanan hingga pelestarian. Kertas masih memiliki peran penting untuk sebuah dokumen, karena walau bisa menulis dan membaca digadget, tapi teknologi belum bisa mengabadikan data.


Penggunaan kertas memang harus menjadi perhatian masyarakat dunia saat ini dan kedepannya. Bukan hanya tentang sumber daya alam, tapi tentang pohon yang juga makhluk hidup bumi, yang jika menjadi kertas, pohon bisa lebih berguna untuk kehidupan manusia. Pohon-pohon pun juga tidak rela jika ternyata hanya jadi tisu basah.

Jika memang buku tak lagi laku, sebagai bacaan dan alat tulis, buku sebagai dokumen harus tetap ada. Karena sampai saat ini kertas masih menjadi bukti untuk sebuah wujud pengetahuan dan kepemilikan. Hal ini perlu didukung dengan peningkatan kualitas kertas. Kertas yang tidak lapuk dimakan usia, atau hancur terendam banjir.

Dengan adanya peningkatan kualitas kertas, walaupun kuantitas tidak sebanyak dulu, perusahaan kertas pun akan tetap bisa berjalan normal dan lebih menguntungkan. Istilahnya, walau kertas bukan lagi barang kebutuhan massal tapi kertas akan menjadi barang mahal. Kertas bukan lagi sekedar coretan lalu dibuang, kertas harus mampu memegang andil menjaga sejarah dunia.

Jika dulu kertas mengefisienkan penyampaian pengetahuan, saat ini pengetahuan yang harus bisa memberikan efisensi untuk kertas. Bukan saja dari kualitas kertas, tapi penggunaan kertas itu sendiri juga mesti ada peningkatannya. Dokumen misalnya, hal yang menyimpan sejarah, pengetahuan dan data-data penting memang masih memerlukan kertas.

Hal ini juga penting menjadi bahan pikiran para produsen kertas di Indonesia, yang saat ini Indonesia termasuk dalam sepuluh besar produsen terbesar di dunia, dan dengan produksi kertas Indonesia tercatat sebesar 16 juta ton per tahun. Mau tidak mau, seiring perkembangan zaman, kertas harus lebih berkualitas, baik dari produksinya, maupun kegunaannya nanti. Media menulis yang berkualitas, dengan isi yang juga berkualitas.

Produksi kertas saat ini memang telah hadir dengan beberapa jenis dengan kualitas dan keunggulan penggunaannya, seperti art paper, hvs dan NCR paper yang dijadikan media menulis, kemudian, kertas buffalo, fancy paper dan kertas concorde yang kerap digunakan sebagai sampul, hingga corugated paper, kertas ivory dan sampson paper yang digunakan untuk pembungkus dan paperbag.

Jenis kertas yang berada di pasaran pun kegunaannya masih berkisar dengan tiga pokok fungsi kertas, menulis, sampul dan pembungkus. Memang, produsen kertas pun sekarang mulai bergerak untuk menciptakan kertas sebagai media gambar dan sejenisnya. Seperti Glossy Photo Paper atau kanvas paper.

Dalam hal ini penggunaan kertas yang biasanya rentan dengan bahan cair, pun sudah bisa ditanggulangi. Tidak hanya itu, seperti halnya Premium Glossy Photo Paper, jenis kertas yang sudah mampu menciptakan efek mengkilap pada hasil cetakan. Cocok untuk mencetak foto beresolusi tinggi. 

Meski mahal, hasil yang didapatkan bila hasil cetakan menggunakan kertas jenis ini bisa sangat mengagumkan, lebih maksimal dan cerah dari kertas biasa. Ini menjadi contoh bagaimana kertas semakin memantapkan diri sebagai dokumen pengetahuan dan sejarah yang bisa lebih baik dalam hal kualitas kertasnya.

Inovasi perlu ada untuk memperpanjang umur kertas dalam peradaban manusia. Jika kertas untuk dokumen berharga, perlu ada ramuan dalam produksi kertas untuk menciptakan jenis kertas terbaru. Istilahnya, jika ada jenis kertas ‘premium’, perlu pula ada pula jenis kertas ‘pertamax’ atau ‘pertalite’, sehingga kertas pun mampu mengalami upgrade fungsi dan kegunaannya.


Seperti yang pernah dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur, beberapa waktu lalu, proses produksi di industri kertas harus mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan mendorong kualitas kertas, dengan kebutuhan bahan baku yang tidak terlalu menekan kuantitas sumber daya alam, maka keseimbangan antara kebutuhan kertas dan keberadaan bahan baku tanpa menganggu lingkungan pun akan bisa tercapai. 

Karena dengan melihat naiknya perkembangan industri kertas tanah air di mata dunia, efisiensi dan efektivitas pun perlu ada agar tidak terjadi gesekan antara kinerja produsen dan pemilik bahan baku. 

Yang jika dibiarkan, bukan saja kehilangan sumber daya alam, tapi juga berimbas pada berkurangnya sumber daya manusia dalam memproduksi kertas, karena serapan tenaga kerja untuk menjalankan produksi kertas mencapai ratusan ribu orang.

Seiring bergeraknya zaman dengan berbagai macam produk baru dan teknologinya, seiring itu pula beberapa penemuan masa silam hilang hingga tidak berbekas. Banyak kebutuhan yang sudah tidak lagi menggunakan kertas, namun hal ini bukan akhir untuk kertas, karena manusia masih membutuhkannya.

Inovasi memang sangat dibutuhkan untuk perkembangan kertas di masa depan. Apalagi dengan adanya produk lain yang perlahan menyingkirkan kertas, maka perlu adanya pemuktahiran kertas untuk karya yang lebih berkualitas. Karena kita tahu, teknologi belum bisa memberi janji pasti untuk mengabadikan sejarah dan pengetahuan.

Artikel Terkait