Tindak kejahatan hukum yang berhubungan dengan teknologi informasi dari kemajuan teknologi yang berkembang serta membawa pengaruh bagi kehidupan manusia secara global.

Dampak dari kemajuan perkembangan teknologi yang menimbulkan perubahan sosial terhadap cara bertindak dalam masyarakat secara signifikan. Kejahatan yang timbul akibat adanya dampak negatif dari sudut pandang perkembangan teknologi.

Dalam dunia maya kejahatan yang disebabkan oleh sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap tindakan cybercrime menimbulkan dampak kejahatan yang merugikan bagi korban.

Oleh sebab itu perlindungan hukum bagi korban sangat diperlukan, karena apabila suatu insiden yang timbul dari peristiwa tindak pidana yang akan terjadi agar dapat diproses sesuai hukum.

Sebuah peristiwa memiliki aturan yang sering kali menimbulkan perspektif berbeda terhadap korban sehingga tindakan hukum terhadap pelaku kejahatan sering kali terabaikan.

Korban juga mempunyai hak yang sama dan perlu mendapat perhatian secara hukum lantaran pada dasarnya korban merupakan salah satu pihak yang dirugikan atas tindak pidana tersebut.

Pada dasarnya suatu tindak kejahatan dapat dianalisis dari sudut pandang yang mengalami pada pihak yang dirugikan, maka dari itu pidana yang diberikan kepada pelaku dapat dinilai dari kepentingan oleh korban dalam bentuk perbuatan pemulihan terhadap penderitaan yang dialami.

Jadi hukum pada prinsipnya yakni mengatur terhadap aktivitas perilaku seseorang maupun dari pihak masyarakat kepada tindak pelanggaran akan mendapat sanksi oleh pihak aparat setempat.

Dalam kemajuan penggunaan teknologi yang semakin mudah dalam pengaplikasian di sisi lain dapat memudakan manusia dalam membantu mengerjakan aktivitasnya.

Dikondisi yang berbeda ada beberapa pihak yang memanfaatkan kegiatan tersebut digunakan dalam hal negatif, di samping itu dari kemajuan teknologi yang ada saat ini dapat memberi pengaruh gaya hidup serta sudut pandang manusia di era ini.

Dari beberapa informasi yang akurat terdapat fakta bahwa banyak peristiwa yang melakukan tindak kejahatan yang menggunakan sistem kompleks suatu teknologi.

Kejadian terhadap cybercrime yang mengalami peningkatan dalam perkembangan yang semakin sulit untuk dikendalikan serta tidak mengenal batas yang wajib diwaspadai karena kejahatan ini sedikit berbeda dari kejahatan pada umumnya.

Suatu pemanfaatan teknologi informasi dapat berperan penting untuk kegiatan seperti perdagangan maupun dalam pertumbuhan perekonomian nasional dalam mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat di sekitar.

Pemerintah juga perlu berperan guna mendukung pengembangan suatu teknologi dalam bidang infrastruktur hukum serta menjalankan peraturan yang berlaku sehingga dapat memanfaatkan teknologi secara benar dan maksimal, sehingga dapat meminimalkan terjadinya tindakan penyalahgunaan.

Pemerintah bertindak untuk melindungi kepentingan masyarakat dari berbagai macam jenis tindakan gangguan yang menyebabkan dari penyalahgunaan sebuah sistem dari teknologi yang mengganggu ketertiban umum yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Kegiatan penyalahgunaan terhadap teknologi informasi dapat berdampak buruk bagi orang lain, sedangkan bagi pihak di berbagai negara menggunakan fasilitas internet yang sama dilakukan oleh oknum oleh hacker yang dilakukan di rumah maupun di lingkungan tertentu tanpa diketahui oleh pihak lain.

Upaya dalam menanggulangi kejahatan cybercrime ini agar tidak kembali terulang dibutuhkan bagi pihak penegak hukum yang mampu serta ahli dalam bidang penguasaan terhadap teknologi, khususnya dalam mekanisme pengoperasian komputer yang sering menggunakan kode rahasia.

bagi pihak korban yang awam dalam mengenali kejahatan ini di sebabkan oleh minimnya pengetahuan dalam bidang teknologi dan internet sehingga jika terjadi tindak kejahatan pihak korban tidak dapat melaporkan kejahatan yang sedang dialami.

Aturan serta undang-undang yang dibuat ini bertujuan untuk membuat benteng agar selalu waspada terhadap segala tindakan yang akan terjadi ke depannya nanti.

Pemanfaatan terhadap teknologi informasi mampu menjaga privasi masalah setiap masyarakat dengan jaminan kepastian hukum yang jelas serta dipergunakan dengan baik menurut keperluan penggunanya.

Terdapat beberapa tindakan yang menimbulkan masalah hukum yang berlaku termasuk bagi pelaku tindak kejahatan cybercrime terutama dalam kasus sarana teknologi informasi yakni:

  1. Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi.
  2. Undang-Undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta.
  3. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.
  4. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi.


Dengan adanya undang-undang tersebut diharapkan mampu memberikan pengawasan serta dapat memberi rasa aman bagi pengguna teknologi.

Informasi di atas dapat berguna bagi pihak masyarakat maupun aparat penegak hukum untuk menyiapkan sumber daya manusia yang ahli dalam mengoperasikan teknologi, sebab kejahatan Cybercrime adalah tindakan kejahatan yang modern yang harus menjadi perhatian lebih serius.

Dalam sebuah negara hukum sudah sepatutnya menjadi kewajiban bagi pihak negara dalam melindungi setiap warna negara dari berbagai persoalan yang dapat merusak kenyamanan suatu masyarakat.

Kebutuhan khususnya bagi pihak pelaku bisnis yang bergantung pada internet serta masyarakat yang menggunakan fasilitas teknologi dapat memiliki kepastian hukum yang diakui dengan tanda bukti elektronik serta tanda tangan digital sebagai bukti sah.