Hewan merupakan makhluk hidup yang  tidak memiliki  akal untuk berpikir. Hal tersebut kerap menjadikan manusia yang terlahir tanpa hati Nurani melakukan tindakan kekerasan atau penyiksaan pada hewan dengan cara yang tidak wajar. Padahal hewan merupakan makhluk hidup yang diciptakan untuk kita rawat dan kita sayangi di mana kedatangan mereka pun tidak sama sekali merugikan diri kita.

Seperti diketahui bahwa dahulu Tindakan kekerasan atau perbudakan terhadap sesama manusia telah diatasi dan dihapuskan, tetapi hal ini tindak dengan hewan. Hingga saat ini Tindakan kekerasan terhadap hewan masih belum teratasi dengan baik khususnya di negara kita.

Kekerasan terhadap hewan terbilang cukup tinggi di Indonesia. banyak data yang menunjukkan bahwa terdapat banyak penyiksaan yang terjadi, padahal hewan juga merupakan salah satu makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan.

Namun  sesama makhluk hidup yang seharusnya memiliki rasa kepedulian yang tinggi dan juga diciptakan agar bisa merawat sesama makhluk hidup setidaknya tidak mengancam kehidupan makhluk tersebut.

Banyak isu kesejahteraan hewan yang harus di beri keadilan, walaupun banyak masyarakat yang tidak sadar dan peduli akan hadirnya hewan di sekitar kita, faktanya banyak fenomena penyiksaan yang terjadi. 

Berdasarkan laporan Asia For Animals Coalition, Indonesia menjadi negara nomor satu yang banyak mengunggah konten kekerasan terhadap hewan ke media sosial Dan tercatat 5.480 konten penyiksaan yang terjadi.

Tindakan kekerasan yang masih sering kali kita dapati di antaranya

 1) memotong ekor dan kuping kucing

2) membakar hidup- hidup hewan 

 3) mengeksploitasi hewan dengan Tindakan dijadikan sebagai sirkus

 4) menggunakan hewan sebagai uji coba kedokteran tetapi di luar batas kelaziman.

Terdapat beberapa faktor yang didapatkan dapat menyebabkan Tindakan ini terjadi , salah satunya adalah rasa bosan kepada peliharaan kita, dan banyak orang menyiksa kucing tau anjing tersebut hanya karena jijik, takut, tidak mau di ganggu. 

Dengan banyak hal yang beredar terhadap penyiksaan hewan ini sangat pantas di akui bahwa masyarakat kita memang kurang sadar terhadap etika dalam memperlakukan hewan.

Terkadang banyak orang juga memperlakukan hewan dengan budaya pilih kasihnya. Dimana orang sering kali merasa gemas dan memuja - muja hewan yang bersih dan terpelihara, sedangkan hewan yang kotor, dan hewan liar dianggap sebagai makhluk yang kotor dan tak pantas untuk disayang.

Kasus kekerasan sangat sering terjadi di Indonesia, pada dasarnya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan pada hewan di Indonesia dianggap masih lemah.

Salah satu contoh kasus kekerasan pada hewan di Indonesia yang sangat keji yaitu pelaku penyiraman 5 anak anjing dan induknya, di mana kasus ini dilaporkan oleh Yayasan Natha Satwa Nusantara setelah menemukan anjing yang memiliki kondisi yang menyedihkan  dan perbuatan pelaku menyebabkan kerugian berupa kematian lima ekor anak anjing dan satu induk anjing. 

Dari pemeriksaan diketahui pelaku sudah merencanakan aksinya untuk menyiram cairan kimia kepada enam anjing itu. Dan pelaku mengakui hal yang dilakukannya karena pelaku kesal dan tidak menyukai hewan- hewan tersebut. Dengan hal itu pelaku dijerat hukuman tentang penganiayaan hewan. (CNN Indonesia, p. 2019)

Bahkan saat ini  tindak pidana juga dapat terjadi kepada hewan yang menjadi korban kekejaman manusia. sudah diatur di dalam Undang- Undang hukum pidana dalam pasal 302 KUHP dan juga ada pasal 66 (2) UUD nomor 18 tahun 2009, UUD nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan dan Kesehatan hewan. 

Undang- Undang ini menjelaskan bahwa penganiayaan hewan adalah Tindakan seseorang dalam memperoleh kepuasan dengan memperlakukan hewan di luar batas kemampuan biologis dan fisiologis.

Dengan menganiaya hewan tanpa penanganan serius, maka akan banyak kasus yang terjadi dan semakin membludak, moralitas yang tidak peduli dan tidak ada rasa kemanusiaan inilah yang membuat semakin banyak nya kasus di luaran sana.

Padahal hewan juga berkontribusi pada kelangsungan hidup kita. Tidak hanya hewan peliharaan saja yang menjadi korban, namun yang tinggal di alam liar juga menjadi korban kekerasan.

Seharusnya kita sebagai manusia harus menyadari bahwa hewan juga termasuk makhluk hidup, yang juga membutuhkan makan, tempat tinggal, dan kita juga harus tau bahwa hewan juga memiliki perasaan.

Kita harus menanamkan rasa peduli kepada sesama makhluk hidup di dalam diri kita yang pantas mendapatkan kehidupan yang layak dan perilaku yang baik. Menghentikan penganiayaan terhadap hewan pun juga dapat mencegah potensi kekerasan terhadap manusia karena penganiayaan terhadap hewan dapat diancam pidana dan membayar denda. 

Oleh karenanya saya berharap masyarakat dapat sadar akan hal- hal di sekitarnya dan kepedulian terhadap hewan pun semakin bertumbuh, juga kekerasan terhadap hewan di Indonesia maupun di seluruh dunia dapat berkurang dan kehidupan hewan tidak terancam bahkan populasi mereka tidak berkurang karena kejahatan manusia.