67801_93956.jpg
Wilkipedia
Budaya · 3 menit baca

Upaya Meminimalisir Konflik Sosial

Indonesia merupakan negara dengan penduduk paling besar nomor 4 di dunia. Dengan banyaknya penduduk yang ada pasti banyak pula kebudayaan yang berbeda-beda. Keberagaman budaya bangsa Indonesia dapat dibentuk oleh banyaknya jumlah suku bangsa yang tinggal di wilayah Indonesia dan tersebar di berbagai pulau dan wilayah di penjuru Indonesia.

Setiap suku bangsa dan budaya memiliki ciri khas dan karakteristik sendiri pada aspek sosial dan budaya itu sendiri. Tercatat menurut penelitian badan statistik (BPS), yang dilakukan tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa.

Dengan banyaknya suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia, maka konflik budaya itu sendiri juga tidak dapat dihindarkan. Gesekan antar budaya itu dapat terjadi karena adanya konflik rasialyaitu konflik yang terjadi di antara kelompok ras yang berbeda karena adanya kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan.

Sebenarnya para pendiri bangsa telah menyadari akan dampak yang terjadi ke depannya apabila sebuah negara memiliki banyak budaya, dan para pendiri bangsa juga tentunya ingin dari banyaknya budaya yang ada di Indonesia malah menjadikan negara ini menjadi negara yang damai dan memegang nilai-nilai toleransi d idalamnya.

Dan para pendiri bangsa menuangkan cita-citanya ke dalam nilai-nilai yang terkandung di dalam ideologi negara Indonesia yang kemudian menjadi identitas bangsa, Pancasila. 

Tetapi mengapa masih saja terjadi konflik atau gesekan antar budaya? Keberagaman menjadi tantangannya. Hal itu disebabkan karena orang yang mempunyai perbedaan pendapat yang kemudian bisa lepas kendali

Munculnya perasaan kedaerahan serta kesukuan yang berlebihan dan dibarengi tindakan yang dapat merusak persatuan. Hal tersebut dapat mengancam keutuhan NKRI.

Karena pada dasarnya, muculnya konflik itu tidak bisa lepas dari kehidupan suatu masyarakat, karena konflik merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dihilangkan dalam suatu interaksi sosial. Konflik hanya dapat dikendalikan dan diminimalisasikan saja, sehingga konfik yang timbul tidak sampai stadium lanjut yang mengancam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kondisi ini berpengaruh pada memudarnya rasa persatuan dan kesatuan masyarakat,bangsa, dan negara. Untuk itu perlu adanya upaya yang harus dilakukan demi mewujudkan kembali persatuan dan kesatuan bangsa. 

Adapun langkah-langkah atau upaya untuk meminimalisir konflik atau gesekan antar budaya tersebut agar kemudian masalah itu tidak menjadi akar yang susah untuk dilepas dan dihilangkan karena dapat merusak keutuhan negara dan mencoreng identitas bangsa Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Langkah-langkah tersebut adalah: 

  1. Konsiliasi, langkah ini merupakan bentuk pengendalian konflik sosial yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu yang dapat memberikan keputusan dengan adil. Dalam konsiliasi berbagai kelompok yang berkonflik duduk bersama mendiskusikan hal-hal yang menjadi pokok permasalahan. 
  2. Arbitrase, kemudian langkah ini merupakan bentuk pengendalian konflik sosial melalui pihak ketiga dan kedua belah pihak yang berkonflik menyetujuinya. Keputusan-keputusan yang diambil pihak ketiga hanya dipatuhi oleh pihak-pihak yang berkonflik. 
  3. Mediasi, langkah ini merupakan bentuk pengendalian konflik sosial di mana pihak-pihak yang berkonflik sepakat menunjuk pihak ketiga sebagai mediator. Namun berbeda dengan arbitrasi, keputusan-keputusan pihak ketiga tidak mengikat manapun.
  4. Ajudikasi, berikutnya langkah ini merupakan cara penyelesaian konflik melalui pengadilan yang tetap dan adil. Pada bentuk ini, telah terjadi konflik yang terjadi antara dua belah pihak, kemudian pihak tersebut memilih untuk menyelesaikan konfliknya di pengadilan.
  5. Segregasi, langkah ini merupakan upaya saling menghindar atau memisahkan diri untuk mengurangi ketegangan.
  6. Kompromi, langkah ini merupakan langkah preventif yang di mana kedua belah pihak yang bertentangan berusaha mencari penyelesaian dengan mengurangi tuntutan. 

Selain upaya-upaya untuk menyelesaikan konflik seperti disebutkan di atas masyarakat juga perlu mengembangkan sikap saling menghargai berbagai keragaman yang ada dalam masyarakat. Kita boleh saja membanggakan kelompok kita, namun tidak boleh berlebihan, apalagi sampai merendahkan kelompok yang lain. Sikap seperti itu tentunya akan menimbulkan perpecahan. 

Alangkah baiknya apabila kita menghormati, menghargai budaya daerah lain. Hal ini harus dilakukan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan maju serta disegani oleh bangsa lain. Apabila tidak mampu untuk menerima, kita hanya perlu untuk tidak berkomentar yang mengandung unsur provokatif.

Tetapi alangkah lebih baik apabila kita mempelajari budaya baru di tempat yang baru yang berarti kita telah menghargai, menghormati, dan menerima keanekaragaman budaya. 

Dengan hal sesederhana itu kita bisa menjaga keutuhan bangsa Indonesia dalam bingkai ideologi dan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, sebagai bentuk cita-cita dan impian para pendiri bangsa untuk menciptakan bangsa yang damai dan tentram.