Pengusaha
5 bulan lalu · 9326 view · 3 menit baca · Ekonomi 53687_29509.jpg

Upaya Memahami Industri Migas

Meski sudah berulang kali mengikuti pelatihan Jurnalisme Migas sewaktu masih aktif di dunia jurnalis, sepertinya hanya menjadi pengetahuan dasar memahami perkembangan industri migas di Indonesia. Butuh bacaan hingga pelatihan berulang kali untuk menambah, tidak hanya pengetahuan, namun pemahaman tumbuh dan berkembangnya industri minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.

Tujuan dari tulisan ini menjadi rangkuman sederhana dari pengalaman saya mengikuti beberapa kali ikut pelatihan Jurnalisme Migas dan berdasarkan buku-buku yang terkait dengan dunia migas. Tidak merasa pintar apalagi ahli, namun hanya ingin berbagi dari apa yang didapat selama ini terkait informasi tumbuh kembangnya industri Migas di tanah air.

Dalam buku Etika Jurnalisme Migas karangan Agus Sudibyo, dijelaskan bahwa industri migas dilakukan melalui berbagai tahap, yaitu eksplorasi, produksi, pengolahan, transportasi, dan pemasaran. Berbagai tahapan ini dikategorikan menjadi dua, yaitu kegiatan hulu (upstream) dan kegiatan hilir (downstream).

Kenyataan dalam berbagai diskusi di tataran masyarakat biasa sepertinya masih sering terjadi kesalahpahaman. Sebenarnya kegiatan industri hulu migas merupakan kegiatan yang berkaitan dengan eksplorasi dan produksi. Sementara kegiatan industri hilir adalah kegiatan pengolahan, transportasi, hingga berkaitan dengan pemasaran.


Jadi sesungguhnya, jika dikaji lebih mendalam, kegiatan eksplorasi meliputi studi geologi, studi geofisika, survei seismik, hingga pengeboran eksplorasi. Ilmiah sekali sepertinya, namun sederhananya berbagai kegiatan tersebut menjadi tahapan dasar atau awal dari seluruh kegiatan usaha hulu migas yang bermuara kepada tujuan mencari cadangan migas yang baru nantinya.

Buku A to Z Bisnis Hulu Migas karya A Rinto Pudyantoro menjelaskan, adapun kegiatan yang utama dalam dunia bisnis hulu migas adalah eksplorasi. Bahasa sederhananya, untuk proses pencarian efektif, tahapan awal yang dilakukan adalah mengetahui dan mengenal apa yang dicari. Idealnya juga mengenal sifat dan ciri-cirinya, lalu melakukan identifikasi keberadaannya.

Apa itu Migas?

Minyak dan gas bumi (migas) sering disebut hidrokarbon. Menurut para ilmuwan perminyakan, ada dua penganut, yaitu penganut teori organik dan teori anorganik. Teori anorganik disebut teori abiotik atau abiogenic. Pada teori tersebut, diyakini migas terbentuk melalui proses alam biasa dan dipercayai sudah ada sejak dari awal. Teori ini disebut jarang digunakan dalam mendukung proses pencarian migas.

Kenyataannya, banyak ilmuwan perminyakan sepakat bahwa minyak dan gas bumi tentunya berasal dari makhluk hidup purbakala yang mengalami tekanan bersuhu tinggi lalu melalui tahapan pengolahan secara perlahan dalam jangka waktu yang lama.

Terkait kegiatan hulu dan hilir Migas, ini sudah diatur oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Eksplorasi MIgas

Berhasilnya pengeboran sumur eksplorasi menentukan apakah pada area yang disurvei terdapat atau mengandung cadangan migas atau sebaliknya. Sesungguhnya sumur eksplorasi merupakan sumur taruhan. Pertaruhan hasil analisis para pakar yang telah dibuat sebelumnya berdasarkan data hasil survei dan didukung berbagai data-data lainnya. Menariknya, juga mempertaruhkan gengsi para ahli subsurface dan ahli geologi.

Kenyataannya, jika berdasarkan hasil seismik dari ahli subsurface yang menunjukkan tidak terdapat potensi cadangan migas di area survei, maka pengeboran sumur eksplorasi tidak perlu dilaksanakan. Namun jika pendapat berbeda datang dari ahli geologi yang menyatakan ada potensi cadangan migas, maka pengeboran dilakukan. Pertaruhan dari pernyataan masing-masing ahli.


Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi dipastikan menghasilkan dua hal, yaitu cadangan migas terbukti ada atau tidak ada. 

Jika pengeboran sumur eksplorasi dilaksanakan dan hasilnya ternyata membuktikan tidak terdapat cadangan hidrokarbon, maka kegiatan tersebut telah berhasil membuktikan bahwa area tersebut yang telah disurvei sebelumnya tidak mengandung cadangan migas.Kegiatan dilanjutkan dengan pilihan menutup kegiatan eksplorasi dan menghentikan berbagai rencana kegiatan lanjutannya, sehingga memutuskan melakukan kegiatan eksplorasi di tempat atau area yang lain

Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi telah berhasil membuktikan area tersebut ada cadangan migas, maka tidak langsung eksplorasi dinyatakan sukses. Kesuksesan harus dibuktikan dengan apakah cadangan yang terbukti ada tersebut cukup ekonomis untuk diangkat ke atas permukaan.

Dalam ilmu perminyakan, ada sebuah ilmu yang dinilai selain sebagai pengetahuan sekaligus seni dalam meramal. Namanya Ilmu reservoir, yakni cabang dari ilmu perminyakan. Dalam kenyataannya, seorang insinyur atau ahli reservoir idealnya memiliki keahlian dalam memprediksi serta meramalkan perilaku dari reservoir yang mampu mengukur jumlah minyak dan gas bumi yang terkandung di dalamnya dan laju produksi yang memberikan kondisi optimum.

Cerita Sukses

Tingkat keberhasilan dalam hal eksplorasi dinyatakan dalam bentuk rasio yang disebut rasio temuan. Rasio ini adalah perbandingan antara jumlah temuan cadangan migas dengan jumlah aktivitas eksplorasi.

Rasio temuan merupakan prosentase kesuksesan dari kegiatan yang dinamakan pencarian cadangan. Rasio temuan terkadang disebut rasio kesuksesan. Dalam kenyataannya, setiap negara memiliki rasio kesuksesan yang pasti berbeda-beda

Jika menyinggung proses produksi pada industri hulu migas, sesungguhnya relatif sederhana. Prosesnya adalah ketika minyak bumi terangkat ke atas permukaan, maka yang dilakukan adalah memisahkan minyak bumi (crude oil) dengan material dan mineral lain yang tidak dibutuhkan. Material dan mineral yang tidak dibutuhkan di-treatment dan dibuang, lalu minyak bumi yang sudah murni dikumpulkan pada satu tempat, yaitu pada sebuah penampungan (storage) dan kemudian dijual ketika jumlahnya mencukupi.


Artikel Terkait