Setelah melaksanakan kegiatan bagi-bagi handsanitizer dan kampanye protokol kesehatan pada masyarakat dusun Duwet Krajan. Kami melanjutkan program PMM-UMM (Kelompok 47) dengan menanam bibit pohon sirsak di beberapa daerah di dusun Duwet Krajan. Dalam proses kegiatan penanaman tersebut, kami perlu melalui berbagai rute perizinan, yang mana bagi kami hal tersebut adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga.

Kegiatan dimulai pada hari Kamis (9/4). Kami memulai dengan mengunjungi kantor Perum Perhutani kota Malang untuk menyerahkan proposal kegiatan penanaman tersebut. Sesampai di Perum Perhutani, kami disambut dengan hangat oleh Pak Candra selaku pegawai di sana. Kami berbincang cukup lama di sana dengan beliau perihal kegiatan yang akan kami laksanakan tersebut. Hingga pada akhirnya, beliau mengintruksikan kepada kami agar menemui Pak Hengky guna mengambil proposal yang telah kami berikan kepadan pihak Perum Perhutani.

Pada hari Jumat (10/4) kami kembali mengunjungi kantor Perum Perhutani sesuai arahan Pak Candra. Pada hari itu, kami bertemu Pak Hengky untuk mengambil proposal yang telah kami berikan pada hari sebelumnya. “Kami sangat senang atas kehadiran teman-teman PMM-UMM. Sebab tidak secara langsung teman-teman turut andil atas misi kami sebagai pegiat alam” ucap Pak Hengky pada kami. Mendengar pernyataan Pak Hengky, kami semakin semangat menjalankan program penanaman bibit pohon tersebut.

Kemudian pada hari Sabtu (11/4), sekitar pukul 11:00, kami melanjutkan proses kegiatan dengan mengunjungi kantor asisten Perhutani kecamatan Tumpang kabupaten Malang sesuai arahan dari pihak Perhutani Kota Malang. Sesampai di lokasi, kami disambut oleh petugas yang ada di sana. Salah satu dari mereka menghimbau kepada kami agar menemui Pak Jefri selaku pihak yang mengkoordinir pengambilan bibit di Bumi Perkemahan  Ledok Ombo Poncokusumo.

Kami pun kemudian langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi Bumi Perkemahan di daerah Poncokusumo. Membutuhkan waktu kurang lebih selama 30 menit untuk sampai di lokasi tujuan. Sesampainya di lokasi, kami pun langsung bertemu dengan Pak Jefri bersama denga dua rekannya. Dalam pertemuan dengan Pak Jefri tersebut, kami diberi bibit sebanyak 50 buah. Pada mulanya kami merencanakan bahwa bibit yang kami tanam adalah bibit durian, namun sayangnya, bibit tersebut kosong dan diganti dengan bibit sirsak.

Sekitar pukul 13:30, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke dusun Duwet Krajan, tempat di mana bibit-bibit itu akan ditanam. Ketika sampai di dusun Duwet Krajan, kami menyempatkan mampir di balai desa Duwet Krajan untuk menaruh bibit-bibit yang telah kami dapatkan dari Pak Jefri sesusai intruksi dari Pak Kades. Setelah melalui proses yang cukup melelahkan, sore itu pun kami memutuskan untuk pulang dan melanjutkan proses kegiatan pada hari selanjutnya.

Pada hari Minggu (12/4) sekitar pukul 08:00, kami melanjutkan kegiatan tersebut. Sebelum proses penanaman bibit dimulai, kami melakukan koordinasi terlebih dahulu bersama Pak Kades perihal tempat yang cocok untuk penanaman bibit sirsak tersebut. “Saya saran, agar ada dua bibit sirsak ditanam di pekarangan rumah saya sebagai bentuk simbolis teman-teman PMM-UUM. Selebihnya, untuk penanaman bibit-bibit itu bisa dibicarakan dengan istri saya. Dia lebih paham masalah penanaman seperti ini” ucap Pak Kades pada kami.

Akhirnya, sekitar 48 bibit yang tersisa, oleh Bu Kades menyarankan agar disebarkan ke petani atau warga yang memiliki lahan kosong. Selain tujuannya agar memanfaatkan lahan kosong, juga meningkatkan potensi desa dan memberdayakan warga dalam melestarikan lingkungan sekitar dusun Duwet Krajan.

Untuk metode penanam bibit sirsak itu sendiri, kami menggunakan polybag sebagai medianya. Dalam polybag tersebut, kami mengisinya dengan campuran antara pupuk kandang dan tanah. Perbandingannya antara 50% pupuk kandang dan 50% tanah.  Setelah itu, kami cungkil pelan-pelan bibit sirsak tersebut agar tanah bisa melekat pada akarnya. Setelah itu, kami menanam bibit tersebut dalam polybag.

Untuk ekosistem lingkungan yang dibutuhkan oleh pohon/bibit sirsak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik adalah jika sirsak ditanam pada ketinggian sekitar 0-700 mdpl. Atau bisa juga ditanam pada ketinggian sekitar 1000 mdpl. Namun, minusnya, jika ditanam pada ketinggian yang mencapai 1000 mdpl, perkembangan dan pertumbuhannya cukup sulit.

Untuk suhu udara, tanaman sirsak tidak menghendaki tumbuh pada suhu udara yang cenderung dingin. Sirsak lebih cocok jika ditanam di lokasi atau daerah yang memiliki cuaca panas atau rata-rata pada temparatur 25-30 celcius. Suplai sinar matahari yang cukup, dapat menunjang pertumbuhan sirsak itu sendiri.

Ada beberapa manfaat yang bisa membantu kita dalam segi kesehatan. Di antara beberapa manfaat buah sirsak adalah; mengontrol tekanan darah dalam tubuh, melancarkan proses pencernaan, bermanfaat sebagai obat herbal untuk flu, demam, maag, disentri, dan diare, dapat menghambat pertumbuhan virus herpes, serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Kami berharap dengan diadakannya program ini, masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam mendukung program pemerintah yang berhubungan dengan perlindungan dan pelestarian lingkungan sekitar. Selain itu juga agar dapat menumbuhkan semangat kerelawanan di kalangan mahasiswa yang nantinya akan berdampak positif pada perlindungan dan pelestarian warisan budaya dunia