“Lebih dari 15 juta ibu rumah tangga mengorbankan diri untuk aktivitas social anggota keluarga mereka. Saya yakin anda tak menganggap mereka pengangguran. Suami saya Han jung Hyun, berhasil membesarkan putra dan putri kami. Saya bersyukur bahwa saya menikahi orang seperti dia.”

Kutipan di atas adalah jawaban Choi Yeon Soo pada sidang dengar pendapat fit and proper test calon Kepala Satuan Investigasi Korupsi Pejabat atau Corruption Investigation Office for High-Ranking Officials (CIO) atau kalau di sini bisa disamakan dengan KPK. Saat itu Choi Yeon Soo ditanya : “Suami anda tak pernah bayar pajak penghasilan hingga kini. Dia juga tak punya asset. Apa dia pengangguran?”

Untuk kita yang hidup di tengah masyarakat yang sangat patriarki. Jawaban Choi Yeon Soo terasa powerful sekali. Dan sepertinya juga susah (bukan berarti ndak ada lo ya, di kota kecil malah jamak ditemuin seperti ini. Si bapak jadi bapak rumah tangga, sedang si ibu jadi TKW di luar negeri) menemukan mbak-mbak yang kemudian dengan bangga bilang bahwa suaminya itu BRT alias bapak rumah tangga.

Undercover (2021) adalah drama Korea yang episode terakhirnya selesai beberapa hari lalu. Dan sepertinya juga underrated karena saya nyaris ndak menemukan di akun-akun drakoran yang bahas drama ini. Di timeline twitter saya juga hanya satu akun drakoran yang ngebahas. Itupun ndak terlalu heboh. Jadi ketika mau ngehype, saya ngehype sendirian di twitter. Ada beberapa teman yang juga nyahutin tapi ya ndak real time pas lagi tayang atau beberapa jam setelah tayang. Mungkin karena ini drama subnya juga lama keluarnya. Dan tema yang lumayan berat di jam slot tayang yang sama dengan drama lain. Jadi agak gampang-gampang terlupakan.

Berkisah tentang Choi Yeon Soo yang kemudian sama VIP (Blue House) dijadikan calon tunggal Ketua KPK. Siapakah Choi Yeon Soo ini? Kok bisa jadi calon tunggal ketua KPK Adalah seorang pengacara Hak Asasi Manusia dengan rekam jejak yang ndak perlu diragukan. Dan juga dulunya di tahun 1991 juga seorang aktifis. Digambarkan nyaris tiada hari tanpa demo. Kalau di sini mirip aksi 98. Walau juga sebenarnya ndak bias dimirip-miripkan selain demonya. Hehe 

Dengan ditunjuknya Choi Yeon Soo sebagai calon tunggal, tentu saja ada petinggi yang kayak cacing kepanasan. Tersebutlah Im Hyung Rak (Heo Joon Ho), direktur eksekutif NIS (National Intelligence Service) semacam BIN-nya Korea gitulah.

Kenapa Im Hyung Rak ga pengen Choi Yeon Soo jadi ketua KPK? Ya karena waktu itu Im Hyung Rak lagi mengajukan anggaran dengan nilai yang bombastis buat NIS. Alasannya demi keamanan negara. Kalau undang-undang transparansi anggaran disahkan. Maka semua misi NIS sudah tindak konfidental lagi dan beberapa lembaga tinggi akan mengabaikan kepentingan nasional negara demi tranparansi anggaran.

Padahal alasan sebenarnya ya karena Im Hyung Rak lagi ada Widow's Cruse Project, yang mana proyek ini adalah proyek dana fiktif demi Im Hyung Rak nanti ikutan maju di pemilihan presiden selanjutnya. Sedangkan Blue House menaruh UU Transparaansi Anggaran sebagai  satu dari sekian rencana 100 hari pertama kerja Blue House.

Pas episode ini jadi teriak : “Astagaaa..di sini kan kemaren ramai kasus terkait ada temuan 97.000 PNS ghaib. Alias orangnya ga ada tapi tiap tahun tetap dibayarkan gaji dan tunjangan sejak tahun 2014.” Apakah mirip-mirip ini juga?

Bayangkan berapa uang negara yang keluar. Kalau misal gaji PNSnya ikut UMR Surabaya sebesar Rp 4.250.000,00 dikalikan 97.000 sama dengan Rp 412.250.000.000,00. Sekitar 412,25M. Dan selama kurun waktu 7 tahun menjadi Rp 2.885.750.000.000,00 atau sekitar 2.8T. Nyaris 3M! Itu belum termasuk tunjangan, kinerja dan lainnya. Bisa-bisa angka itu jadi dua kali lipat. Itu Uang rakyat loh! 

“Pengacara Choi, anda Konservatif apa liberal?”; “Saya mendukung hukum dan keadilan.”; “Berhenti bermain dengan kata-kata jawab dengan benar! Anda konservatif apa liberal?”; “Jika anda bertanya, saya berusaha bersama kaum lemah terasing. Tapi begitu ditunjuk, saya akan memihak rakyat yang menghormati hukum dan keadilan.”

Ini mirip dengan pertanyaan di film documenter berjudul Endgame yang beberapa jam lalu sudah saya tonton sampai tamat.

“Mbaknya single apa menikah?”; “saya masih single.”; “apakah mbaknya sudah punya pacar? Ada rencana menikah dalam waktu dekat”; “Saya sudah punya pacar, tapi belum ada niatan untuk menikah karena ya memang masih perkenalan.”; “Mbaknya kalau pacarana ngapain aja?”; “Ya ngobrollah, cerita-cerita, perkenalan.”; “Mbak!! Saya belum selesai ngomong!”

Dan ternyata pertanyaan out of the context ndak hanya keluar dari dewan terhormat di drama Korea, tapi juga Test Wawasan Kebangsaan kemaren.  

Jadi apakah Choi Yeon Soo berhasil jadi ketua KPKnya Korea?