Peneliti
2 tahun lalu · 96 view · 1 menit baca · Puisi img_20161222_002818.jpg
ummiku

Ummi

Dia bundaku, ibuku, emakku, mamaku, mamiku.
Dia terkadang menjadi ayahku, bapakku, papaku, papiku.
Dia adalah ummiku

Dulu, kita begitu dekat
Seperti Kaisar dan kasimnya
Seperti Raja dan penasehatnya
Seperti Sultan dan hulubalangnya
Seperti Presiden dengan menterinya
Seperti Bos dengan sekertarisnya
Seperti tuan dan anjingnya
Seperti Pemilik kapal dengan nahkodanya
Seperti . . .

Namun ummi, kenapa kamu begitu jauh dengan aku?
Apakah aku anak durhaka?
Karena memilih jalan hidup sendiri?
Karena memilih tidak tinggal denganmu?
Karena memilih tidak mengikuti jalan pikiranmu?
Karena memilih tidak akur dengan kebijakanmu?
Karena memilih tidak kompak dengan gayamu?
Karena memilih pilihanku?

Ummi, bukan karena besok adalah hari ibu hingga aku mengingatmu.
Bukan ummi, aku selalu mengingatmu dan merindukan kebersamaan kita.

Aku ingin dekat walau kita jauh
Aku ingin jauh dari 'kejauhan' denganmu.

*Untuk ummiku yang fitrahnya memang menyayangiku. Aku cuma bisa bilang"Maafkan ananda".

Gowa. 211216

Artikel Terkait