Penulis
1 tahun lalu · 88 view · 3 menit baca · Gaya Hidup 14839.jpg
www.google.com

Uang Pas Aja...

Uang adalah alat tukar yang secara umum kita gunakan dalam transaksi jual beli maupun jasa setiap harinya. Setidaknya itu yang pernah saya pelajari tentang definisi uang ketika belajar di Sekolah Dasar, selebihnya uang sendiri adalah apa yang ada di dompet, kantong, rekening, bawah kasur, celengan, atau bahkan di sela-sela dashboard motor matic untuk sekedar menyimpan uang receh kembalian parkir.

"Uang pas aja"...

Kata itu mungkin cukup sering kita dengar dalam beberapa transaksi kita sehari-hari, seperti ketika di pasar melakukan jual beli, di tempat makan, dan ketika membayar angkutan umum. Biasanya kata-kata "uang pas aja" dikatakan si penjual atau supir ketika pembeli atau penumpang membayar dengan uang yang melebihi apa yang seharusnya dibayarkan.

Dulu saya kira hal seperti itu merupakan hal yang biasa-biasa saja. Seperti ketika saya membeli makanan seharga Rp. 10.000,00 dan membayarnya dengan Rp. 100.000,00., atau turun dari angkutan umum yang seharusnya membayar seharga Rp. 5.000,00 dan membayarnya dengan Rp. 50.000,00., saya kira hal itu akan menjadi hal yang biasa saja, hanya sekedar tentang "kembalian".

Dan ketika memang kembaliannya tidak ada, biasanya penjual atau supir mencoba untuk mencarinya atau terkadang saya yang diminta mencari "tukeran" uang pecahan tersebut.

Sampai pada saat ketika beberapa saat yang lalu saya kembali merasakan naik mobil angkutan umum setelah sekitar 2 tahun sudah tidak menggunakan jasa tersebut. Hari itu sebetulnya saya terpaksa harus menggunakan jasa angkutan umum karena motor yang biasa saya gunakan harus menjadi rezeki orang lain.

Ketika itu hanya seorang ibu di depan samping pak supir, seorang ibu tepat di belakang supir, dan saya yang duduk di pojok paling belakang. Awalnya tak ada yang aneh, tak ada percakapan apapun antara kami, karena kami pun tak saling mengenal dan juga tak saling memulai percakapan.

Ditengah perjalanan kedua ibu tersebut telah sampai ditujuannya dan seperti biasa ibu itu mengatakan "kiri bang", sesaat setelah mobil berhenti si ibu yang di belakang pak supir pun mengeluarkan uang Rp. 100.000,00 untuk pembayaran yang hanya Rp. 3000,00 saja. Sontak pak supir menolak dengan nada tinggi dan silanjut dengan nada tinggi dari si ibu.

Pak Supir: “Uang pas aja, bu!”

Ibu: “Ya terus gimana, pak?! Gak ada!”

Pak Supir: “Ya gimana, saya juga gak ada! Cuma tiga ribu, bayar 100.000 si ibu lagian!”

Ibu: “Demi Allah pak gak ada, bapaknya jangan nyolot gitu dong! Saya kan bilang gak ada lagi!"

Pak Supir: “Ya ibunya juga keterlaluan jadi orang!”

Kira-kira seperti itulah percakapan dengan nada tinggi antara pak supir dan si ibu. Dan setelah perdebatan selesai kemudian pak supir melanjutkan perjalanan kembali. Sambil menyetir, pak supir masih menggerutu tentang kejadian tersebut dan mencoba menjelaskan kepada saya apa yang sebenarnya terjadi.

"Bukan apa-apa bang, bukannya saya gak mau ngasih itu uang. Tapi nih ya bang saya aja sehari narik cuma dapat lima puluh ribu, itu juga buat setoran. Saya dapat segitu juga kalo full narik 4 rit (istilah dalam mobil angkutan umum untuk 1x putaran tujuan perjalanan). Nah kalo si ibu bayar 100.000, saya mau bayar pakai apa?

Mau dipaksa juga gak ada, saya baru 2 rit ini. Memang kadang-kadang ada uang segitu, itu kalau saya belum setoran untuk 2 atau 3 hari. Ditambah sekarang makin susah dapat penumpang...."

Mendengar penjelasan pak supir, saya  baru saja tersadar tentang apa yang menurut kita sepele, bagi orang lain belum tentu sesepele itu. Uang yang bagi sebagian orang mungkin kecil, bagi sebagian lainnya sangat besar dan berarti. Bukan tentang uangnya, tapi tentang bagaimana kita menempatkan diri dalam setiap situasi. Kisah pak supir dan seorang ibu tadi sebenarnya sangat sepele, namun permasalahannya adalah si ibu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Dan mungkin itu pula yang terjadi pada kita, kata-kata "uang pas aja" yang menurut sebagian orang menjadi hal yang sepele, namun bagi pak supir atau juga para penjual menjadi hal yang penting, maka sebaiknya siapkanlah dulu uang pas untuk menggunakan kendaraan umum.