Seeking Popularity 

Berkembangnya teknologi memberikan perubahan beberapa aspek yang terjadi di masyarakat. Munculnya media sosial yang sudah menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. 

Internet menjadi patokan utama yang memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi baik dari dalam atau luar negeri. Sebagian besar masyarakat sudah memiliki gadget yang menjadikan pengguna internet tidak hanya orang dewasa melainkan anak-anak juga.

Survei Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan bahwa terobosan pengguna internet di Indonesia meningkat menjadi 143,26 juta jiwa atau setara 54,7 persen dari total populasi di Indonesia. Hasil survei serupa pada tahun 2016 yang menunjukkan jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 132,7 juta jiwa.

Media sosial merupakan platform digital yang digunakan untuk jejaring sosial, maupun aktivitas sosial bagi pengguna. Dimana semua orang bisa melakukan apapun yang diinginkannya, baik negatif maupun positif. 

Dan salah satunya yaitu tren, tren adalah suatu fenomena yang terjadi dan populer dalam jangka waktu yang tertentu. Tren sering bermunculan di media sosial jika tren tersebut cukup menarik dan menjadi perbincangan banyak orang.

Banyak tren yang biasa dilakukan oleh warganet, dan diikuti karena mereka akan berpikir bahwa ‘jika kita mengikuti tren tersebut, kita akan menjadi populer atau viral’. Sehingga mereka melakukan konten atau aktivitas apapun yang bisa menjadi trending.

Twitter adalah salah satu media sosial yang sering digunakan dan memiliki pengguna yang tergolong banyak, berdasarkan laporan We Are Social pada April 2022, jumlah pengguna twitter di Indonesia mencapai 18,45 juta. Aplikasi ini telah populer sejak tahun 2011 dan digemari lagi oleh banyak orang khususnya sejak pandemi. 

Dalam twitter biasa digunakan untuk mengirim pesan dan membaca pesan yang disebut dengan kicauan, yang dimana sesuai dengan arti logo dari twitter. Pengguna twitter ini kebanyakan berasal dari kalangan remaja yang diantaranya menjadi beberapa sumber dari tren yang menjadi viral dan diikuti oleh banyak orang. 

Seperti contohnya tren “Twitter, please do your magic” dalam artian “Twitter, tolong berikan keajaibanmu”. Ini adalah kalimat yang sering digunakan oleh warga twitter untuk meminta bantuan dengan memviralkan tweet tersebut, baik dengan reply, retweet, ataupun like. Karena semakin banyak retweet maka semakin banyak pula orang yang ikut-ikutan.

Fenomena ini biasa digunakan untuk memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dengan cara memviralkannya ke media sosial, sehingga netizen akan merasa simpati dan empati sehingga memberikan bantuan.

Namun ada beberapa kejadian dimana fitur ini disalahgunakan tanpa pertanggungjawaban. Terdapat salah satu akun twitter yang diserang oleh warga twitter karena melakukan penipuan berkedok caption “Twitter, please do your magic”. Para warga twitter bergotong royong untuk membantu sosok di balik akun tersebut. Namun, netizen menemukan kejanggalan lewat foto yang diunggah oleh pemilik akun dengan inisial @g*******d. Tetapi banyak orang juga yang terbantu dengan tren ini, seperti salah satu akun twitter @a******h yang menggunakan tren ini untuk mencari adiknya yang sudah 5 tahun menghilang.

Teori filsuf

Das Mann / The they merupakan buah pemikiran yang dikemukakan oleh Martin Heidegger. Teori ini menyatakan bahwa, eksistensi manusia itu sendiri punya kecenderungan mengikuti yang berujung pada keterjatuhan. Hal ini dikarenakan manusia membiarkan dirinya jatuh dan terperangkap dalam eksistensi yang hanya sekedar mengikuti orang lain. 

Dalam teori ini, ada tahap ketika hilangnya keunikan diri sendiri, serta manusia itu enggan untuk menerima “eksistensi ada” terhadap diri sendiri, dan lebih memilih untuk membebankannya pada orang lain.

Kehendak buta merupakan teori yang dikemukakan oleh Arthur Schopenhauer. Setiap manusia memiliki kehendak, dalam artian dorongan buta yang terjadi terus menerus tanpa tujuan yang melewati taraf realitas. 

Kehendak ini bisa berupa dalam bentuk nafsu yang tidak pernah beristirahat. Mereka tidak menginginkan sesuatu dengan alasan rasional, namun mereka memiliki alasan yang bisa menjadi rasional karena keinginan yang dimiliki.

Relevansi

Semakin berkembangnya teknologi semakin mempengaruhi seberapa populer diri seseorang di media sosial. Mengukur tingkat kepopuleran seseorang dengan memberi patokan jika mengikuti tren yang ada, maka akan dianggap orang yang populer. Hal ini berhubungan dengan keinginan anak remaja untuk mengikuti tren namun hanya karena ikut-ikutan.

Seperti dengan teori dari Martin Heidegger mengenai eksistensi manusia yang memiliki kecenderungan untuk mengikuti karena takut jatuh. Sehingga mereka akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh teman ataupun orang lain dikarenakan peer pressure

Dengan membiarkan diri mereka jatuh dan terperangkap, karena menurut mereka jika jatuh bersama akan lebih baik daripada jatuh sendiri. Mereka lebih memilih untuk mengikuti alur yang ada meski bukan menjadi sendiri.

Adanya kehendak buta dalam diri seseorang, membuat mereka memiliki keinginan kuat yang berbentuk hasrat. Seperti contoh adanya tren yang menjadi viral di media sosial yang mempengaruhi tingkat populer seseorang. 

Banyak remaja yang hanya sekedar mengikuti tren tanpa mengetahui awal mula tujuan. Mereka yang berbuat seperti itu bersifat impulsif, hanya ingin mengikuti keinginan menjadi terkenal merupakan hal yang tidak rasional.

Akhir kata

Twitter merupakan media sosial yang digunakan banyak orang untuk melakukan aktivitas seperti mengirimkan ataupun menerima pesan. Banyak pengguna yang menggunakan media sosial dan mengikuti tren tanpa mengetahui tujuan. 

Seperti hanya ingin menjadi dikenal banyak orang, juga mengikuti tren karena takut merasa jatuh. Hal ini tentu didorong dengan adanya kehendak dan keinginan yang kuat dengan mengubah alasan tersebut menjadi alasan yang rasional.