Ditahun ketiga kuliah saya, rasanya banyak sekali pengalaman kehidupan kampus yang bisa ditulis untuk berbagi. Namun karena keterbatasan waktu, akhirnya banyak tulisan yang tercecer -dan juga belum selesai- entah kemana. 

Maklum, saya lebih senang menulis diatas kertas ketimbang diatas tuts keyboard. Kali ini saya akan membagikan salah satu pengalaman dalam kehidupan berorganisasi. Mahasiswa tanpa organisasi ibarat sayur tanpa garam. Kurang sip. Lagipula, banyak sekali ilmu diluar kelas yang lebih bermanfaat dan praktis bagi kehidupan sehari-hari. Kebetulan penulis pernah mencicipi berbagai organisasi mahasiswa baik intra maupun ekstra kampus. 

Disini saya akan mengulas tipe-tipe mahasiswa yang ada di kehidupan berorganisasi. Bagi yang saat ini kuliah, kedepan -jika bekerja- akan memiliki rekan kerja yang kemungkinan besar umurnya tidak terpaut jauh atau minimal sejenis (generasi milenial). Jadi tipe-tipe mahasiswa dibawah ini akan kawan-kawan hadapi kelak. Lagsung saja, berikut tipe mahasiwa dalam berorganisasi yang penulis identifikasi. 

1.Si Pembajak 

Sengaja saya tulis di urutan pertama karena tipe ini perlu diwaspadai, baik untuk pelaku ataupun untuk rekan se-tim. Tipe pembajak biasanya sangat mahir dalam kecerdasan interpersonal. Si Pembajak cirinya, suka mengklaim prestasi atau kerja-kerja yang sebenarnya dilakukan secara kolektif alias bersama-sama. Dalam titik yang ekstrem, tipe ini -baik disadari atau tidak- suka meniadakan jasa atau kontribusi dari rekan se-tim demi citra diri. 

Cara mengantisipasi: Dalam menghadapi tipe seperti ini sebaiknya kamu sudah harus cakap dalam keahlian interpersonal, sehingga jasa kamu dalam tim tidak menguap dan kamu mampu menonjol. Atau jika kamu si Pembajak, maka hargailah keringat orang lain. Maju bersama lebih baik daripada maju sendiri-sendiri. 

2.Tukang Gosip Berikutnya tukang gosip. 

Di organisasi manapun saya yakin ada saja tipe ini. Cirinya jelas, suka membicarakan, terutama kekurangan rekan-rekannya. Biasanya, tipe ini bergosip di belakang si korban gosip. Jelas budaya ini kurang baik bagi iklim organisasi karena akan menumbuhkan prasangka. 

Cara mengantisipasi: Usahakan kamu jangan ikut terlibat dalam hal membicarakan keburukan orang lain. Kemudian, jika kamu yang menjadi korban, legawa dan santai saja selagi memang apa yang dibicarakan tentang kamu salah total. Atau jika yang digosipkan itu fakta, maka selesaikan masalah itu bersama dengan fungsionaris organisasi agar tidak berlarut-larut dan ekstremnya, menjadi konflik. 

3.Siluman 

Tipe ini memiliki ciri khas yaitu sering menghilang jika ada proyek atau rapat. Entah memang karena benar-benar sibuk atau inkonsistensi, jelas tipe ini hanya merugikan dirinya sendiri karena jelas tidak akan progressif di kepengurusan berikutnya. 

Cara mengantisipasi: Jika kamu ketua atau fungsionaris bidang, ketahui apa sebab rekanmu suka menghilang. Selidiki alasannya. Karena perlu dimaklumi juga, tiap orang memiliki urusan atau bahkan masalah pribadi. Usahakan untuk merangkul, bukan untuk meninggalkan. Atau jika kamu adalah tipe siluman, beri tahu fungsionaris alasanmu suka menghilang agar mereka tidak dipusingkan oleh ketidak hadiran kamu yang mungkin bisa menambah beban mereka. 

4.Si Baper 

Si bawa perasaan ini adalah orang yang sensitif. Cirinya, suka mengeluh di belakang seolah-olah dia yang paling capek sendiri dan menganggap usaha rekan-rekannya nihil. Di beberapa waktu, jika si baper menjabat posisi kordinator divisi misalnya (dalam kepanitiaan) jika ditekan oleh divisi lain terkait progress maka akan cenderung memasang muka defensif. Dalam titik tertentu bisa saja marah. Kalau sudah marah -penulis pernah menghadapi yang suka nangis- suasana akan cangung dan kontraproduktif. 

Cara mengantisipasi: usahakan dalam menghadapi tiap orang ketahui wataknya. Dalam menghadapi tipe ini kamu harus lembut dan sopan. Jika memang harus menekan, upayakan dengan cara yang diplomatis. Atau jika kamu malah si baper, maka kamu harus menajamkan empati mu terhadap yang lain dan latihlah emosi mu agar selalu terkontrol. 

5.Sutradara 

Tipe ini biasanya bergerak dibelakang layar. Ide-ide orisinal biasanya lahir dari tipe ini. Cirinya, tidak suka menonjol dan cenderung malu untuk menunjukkan keahlian atau bakatnya. 

Cara mengantisipasi: jika kamu fungsionaris, hadapi tipe ini dengan mendorongnya memikul tanggung jawab lebih agar berani dan kemampuannya terlihat. Atau jika kamu si sutradara, latihlah kemampuan bergaulmu agar mampu “menjual skill” karena jika tidk, siap-siap tipe Pembajak akan merenggut reputasimu jika kelak kamu bertemu dengan tipe seperti itu. 

6.Si Pemimpin 

Tipe ini biasanya dominan dalam tiap forum. Cirinya adalah inisiator dalam berbagai hal, mampu melihat apa yang rekan lainnya tidak lihat, dan sanggup merangkul sekaligus membaca arah forum dalam pengambilan keputusan. Selain itu, karismatis adalah bonus dari upayanya dalam merangkul rekan se-tim dan tidak suka melempar tanggung jawab. 

Cara mengantisipasi: Tiru! Jika kamu adalah angota atau fungsionaris. Atau jika kamu malah si Pemimpin, maka kamu bertanggung jawab untuk menularkan semangat leadership itu. Sebaik-baik pemimpin adalah yang menciptakan pemimpin-pemimpin lainnya. 

7.Kutu Loncat

Kutu loncat cirinya banyak ikut organisasi sebagai rekam jejak untuk menuju organisasi yang lebih besar scope nya. Mengapa saya sematkan status Kutu Loncat? Karena biasanya jika tujuannya telah tercapai maka organisasi terdahulunya akan ditinggal begitu saja. Dan ini meruhikan organisasi. Sebab tiap rekrutmen organisasi tentu sifatnya kompetisi, dan jika kandidiat yang telah dipilih, maka ada kandidat kain yang digugurkan. Jika kandidat yang dipilih itu Kutu Loncat, maka tentu saja akan terjadi kekosongan sumber daya manusia. Itu jika satu. Kalau ada lima tipe ini sekaligus? 

Cara mengantisipasi: biasanya kutu loncat sulit untuk diubah karena memang tujuannya sudah jelas, yakni memanfaatkan status keanggotaan untuk mempercantik rekam jejak demi mencapai tujuannya yang lain. Oleh karena itu, tim formatur perlu untuk mengetahui seluk beluk tiap kandidat yang mendaftar. Atau jika kamu adalah kutu loncat, tolong, kami berorganisasi tidak dibayar dan hanya bermodalkan idealisme. Jadi kutu loncat adalah hak kamu. Tapi turut berkontribusi juga sangat penting agar kamu memang benar-benar layak dalam menuliskan rekam jejak. 

Untuk sementara, itu tadi adalah tujuh tipe mahasiswa dalam berorganisasi yang berhasil saya identifikasi dari pengalaman. Untuk diketahui, dalam dunia nyata kategorisasi bersifat tumpang tindih. Artinya, bisa saja tipe si Pembajak adalah sekaligus tipe Si Pemimpin atau Si Baper adalah juga Si Tukang Gosip. Ambil baiknya buang negatifnya.