Peneliti
2 tahun lalu · 173 view · 45 sec baca menit baca · Puisi mosque-397958_640.jpg
https:// pixabay.com / en

Tuhan, Nabikan Aku

Sebentar saja
hujan tak kunjung menyapa
mendung menggelayut
matahari bersembunyi
tertutup di balik awan tebal
masih isyarat.

Di penghujung hari
menyambut datangnya gelap.
aku bicara dengan sunyi
senyap sendiri
hanya desir angin menyapu wajahku
mengantarku kelana jauh
menembus batas kaki langit
mengajakku bertamasya
terbang melayang
berkelebat secepat kilat menyambar berselancar menyambangi ingatan
saat-saat indah
bersama-Mu.

Dalam laku salatku
dalam rapal do'aku
aku melafalkan kalimat-Mu
bermetamorfosis dengan nabi-Mu, Dawud, salam sejahtera untuknya, selalu bertajalli
mengejawantahkan diri bermunajat pada-Mu.

Ya Tuhanku
dengan cahaya-Mu
aku menapaki jalan
dengan keutamaan-Mu
aku menggenapi kehidupan.

Bersama-Mu, aku bersenandung di prolog dan epilog hariku
dosaku meruah di pangkuan-Mu
aku merindu ampunan-Mu dan bersimpuh luruhkan cintaku pada-Mu
wahai Yang Maha Cinta
wahai Yang Maha Pemberi karunia.

Tuhanku, aku berserah diri
berguru menabikan diri pada Ibrahim, monoteis sejati

menebar menabur pesan damai di bumi.

Bersabar dan berdo'a adalah penolong dan pelipur hati
Tuhanku, Sangkan paraning dumadi
Asal muasal dari semua takdir ini.

Hanya kepada-Mu, aku mengabdi dan meneguhkan hati
hanya kepada-Mu, aku memohon welas asih dan menjemput mimpi
ampuni, ya Rabbi.


Hari Raya Qurban, 10 Dzulhijah 1437 H.


MUIS SUNARYA

Artikel Terkait