Penulis
2 tahun lalu · 1561 view · 4 menit baca · Agama images1_1.jpg
Teori Big-bang

Tuhan dan Penciptaan Alam Semesta

Sebelum tulisan ini dibaca lebih lanjut, diharapkan kepada pembaca agar berani melihat dari sudut pandang yang lain serta berpikir positif dari setiap tulisan ini. Ketika seorang manusia melakukan sesuatu ataupun menciptakan sesuatu, di balik semua itu ada tujuan, dan untuk menyelesaikan tujuan itu ada tahapan-tahapan yang menunjang selesainya pekerjaan itu. Begitu pula dalam penciptaan yang di lakukan Tuhan.

Apakah tidak tebersit di pikiran kita, apa tujuan Tuhan menciptakan dunia, langit dan seisinya? Jika kita kembali melihat dalil penciptaan alam semesta, terdapat beberapa tahapan penciptaan. Tuhan menciptakan alam semesta selama 6 masa dan kemudian diamenciptakan malam dan siang, serta matahari, bulan dan bintang yang selalu tunduk atas perintahnya.

Dalam al-A’raf [7]:54 "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam."

Dalam Kejadian 1:1-2:4, "Elohim, yaitu kata generik bahasa Ibrani untuk "Allah", menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, mulai dari terang yang menerangi kegelapan pada hari pertama, dan berakhir pada penciptaan manusia pada hari keenam. Allah kemudian beristirahat, memberkati dan menguduskan hari ketujuh atau hari Sabat."

Dari kedua dalil di atas kita bisa mengambil kesimpulan strategi awal Tuhan menciptakan alam bertujuan untuk puncak penciptaan, yaitu penciptaan manusia. Sempat terngiang dalam pikiran kita bagaimana besar alam semesta ini jika prosesnya begitu lama, yaitu selama 6 masa. Bukankah Dia Tuhan mampu menciptakan sesuatu secepat dan sekehendak Dia?

Ketika kita memahami penciptaan manusia itu selama 6 masa adalah selama 6 hari, berarti kita perlu memahami kembali bahwa hari dihitung pada perputaran rotasi bumi, itu artinya sudah ada penciptaan siang dan malam. Sedangkan dalam awal penciptaan yang disebut 6 masa adalah strategi awal Tuhan menciptakan dengan tahapan-tahapan, sehingga ditahapan terakhir adalah penciptaan manusia setelah masa ke-6 penciptaan alam semesta.

Saya setuju dengan teori "Big Bang" yang bisa menjelaskan 6 masa penciptaan alam semesta. Dijelaskan dalam (Q.S. Fushilat [41]:9-12): "Dua masa untuk menciptakan langit sejak berbentuk dukhan (campuran debu dan gas), dua masa untuk menciptakan bumi, dan dua masa (empat masa sejak penciptaan bumi) untuk memberkahi bumi dan menentukan makanan bagi penghuninya."

Dalam surat An-Naziyat : 28-33 dapat menjelaskan deretan penciptaan setiap masa. Masa I ”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya" [An-naziyat : 27]): penciptaan langit pertama kali.

Pada Masa I, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 14 milyar tahun lalu. Bukti dari teori ini ialah adanya radiasi kosmik di langit yang berasal dari semua arah.

Big bang adalah penciptaan ruang, waktu, dan materi awal Hidrogen. Hidrogen menjadi bahan pembentuk bintang, dalam bahasa Al-Quran disebut Ad-dukhan. Awan hidrogen itu berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika temperatur dukhan mencapai 20 juta °C (derajat celcius), kemudian terjadi reaksi nuklir yang membentuk Helium yang menjadi sumber energi bintang dengan mengikuti persamaan E=mc2.

Besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan selisih massa (m) Hidrogen dan Helium. Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub bakal bintang itu (protostar), menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, selimut gas yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk planet-planet. Awan Hidrogen dan bintang-bintang terbentuk dalam kumpulan besar yang disebut galaksi.

Di alam semesta galaksi sangat banyak membentuk struktur filamen (untaian) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi.

Masa II (Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya [An-Naziyat : 28]): pengembangan dan penyempurnaan Dalam ayat 28 di atas terdapat kata ”meninggikan bangunan” dan ”menyempurnakan”.

Kata ”meninggikan bangunan” ditafsirkan dengan alam semesta yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat makin tinggi. Mengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang. Jadi, pada dasarnya big bang bukanlah ledakan dalam ruang (seperti meledaknya bom), melainkan proses pengembangan ruang alam semesta secara cepat.

Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta merta terbentuk, melainkan dalam proses evolusi yang terus berlangsung. Kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi.Penyempurnaan alam terus berlangsung.

Masa III Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang [An-Naziyat : 29] pembentukan tata surya termasuk.

Bumi Dalam An-Nazi’ayat 29 menjelaskan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap gulita dan siang yang terang benderang. Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan Bumi yang berotasi, sehingga terjadi siang dan malam.

Masa IV Bumi sesudah itu dihamparkan-Nya [An-Naziyat : 30] Evolusi Bumi

Penghamparan pada An-Naziyat:30 diartikanan sebagai pembentukan permukaan Bumi yang kemudian terpisah-pisah menjadi beberapa benua.

Masa V Dia memancarkan dari padanya mata airnya, dan tumbuh-tumbuhannya [An-Naziyat : 31] pengiriman air ke Bumi melalui komet

Ayat di atas menjelaskan mulai adanya air di bumi dan makhluk hidup yang pertama adalah tumbuhan.Air di bumi, berdasarkan kajian astronomi tidak dihasilkan sendiri oleh bumi, tetapi berasal dari komet yang menumbuk Bumi. Hal ini dibuktikan dari rasio Deuterium dan Hidrogen pada air laut yang sama dengan rasio pada komet. Deuterium adalah unsur Hidrogen yang massanya lebih berat daripada Hidrogen pada umumnya.

Masa VI dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh [An-Naziyat : 32] (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu [An-Naziyat : 33] proses geologis serta lahirnya hewan dan manusia

Dalam ayat 32 di atas, disebutkan ”…gunung-gunung dipancangkan dengan teguh.” Artinya, gunung-gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan lautan air, dan munculnya tumbuhan pertama.

Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar lempeng. Kemudian, setelah gunung mulai terbentuk, terciptalah hewan. Jika diurutkan dari Masa III hingga Masa VI, maka empat masa tersebut dapat dikorelasikan dengan empat masa dalam Surat Fushshilat : 10 ”Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.” 

Demikianlah penafsiran enam masa penciptaan alam dalam Alquran, sejak kemunculan alam semesta. Setelah kita pahami kembali 6 masa yang dimaksudkan dalam surat An-Naziyat : 27-33, merupakan strategi awal Tuhan sebelum dia ciptakan Manusia sebagai puncak ciptaanya.

Apakah strategi Tuhan setelah menciptakan manusia? Ada apa di balik manusia sebagai puncak ciptaannya? Akan kita bahas dalam tulisan selanjutnya. Terima Kasih telah membaca, semoga bermanfaat dan dapat dibagikan kepada teman atau kerabat lainnya.