27216_99566.jpg
Dokumen Pribadi
Cerpen · 8 menit baca

Tuan Putri Gugu & Pantangan Kerajaan

Welcome to the Octopus Kingdom!!

Hari ini, tepat dua bulan sudah lamanya Raja Octopa menikah dengan Pemaisuri Sanggurita. Hari ini juga Octopus Kingdom mengadakan pesta rakyat di Kerajaan tersebut. Semua penduduk tampak bersuka cita. Koki masak sekelas Andromeda pun turut hadir memanjakan kampung tengah masyarakat yang hanyut dalam sorak soray pesta. Hanya saja, kebahagiaan itu sama sekali tidak bisa dirasakan oleh Tuan Putri Gugu, putri tunggal Raja Octopa bersama Ratu Gurigempita yang sudah meninggal tepat satu tahun yang lalu.

Memiliki seorang anak tiri tentulah sudah menjadi sesuatu yang teramat dipertimbangkan oleh Pemaisuri Sanggurita sebelum menerima lamaran Raja Octopa. Hanya saja, memiliki sosok anak tiri yang dingin seperti Tuan Putri Gugu sungguh menjadi sesuatu yang jauh diluar dugaannya. Padahal, Pemaisuri Sanggurita sudah mengenal gadis yang saat ini berusia empat belas tahun itu sejak lama. Bahkan saat Ratu Gurigempita masih hidup, ia meminta Pemaisuri Sanggurita agar menjadi Coach biola bagi Tuan Putri. Ya, meski tidak terlalu dekat, Pemaisuri Sanggurita merasa tidak semestinya Tuan Putri bersikap sedingin sekarang. Sejujurnya, sikap Tuan Putri yang sekarang ini jauh lebih dingin jika dibandingkan dengan saat dirinya masih menjadi murid biola Pemaisuri Sanggurita.

***

Tuan Putri Gugu terkejut bukan main saat Pemaisuri Sanggurita berada di Gum-gumin (kamar tidur bagi pewaris tunggal kerajaan) malam itu. Ia benar-benar merasa tidak suka jika ada Gurita lain yang masuk ke kamar tidurnya. Tuan Putri Gugu marah besar. Ia pun mendorong Pemaisuri Sanggurita dengan sangat kasar.

"Tidak ada satu Gurita pun yang boleh memasuki Gum-gumin ini selain aku!!!" Dalam hitungan detik, Tuan Putri Gugu pun membanting pintu kamar dengan meninggalkan detak tak beraturan dijantung Pemaisuri Sanggurita.

***

Waktu yang masih terlalu awal untuk dikatakan pagi. Saat jam klasik kerajaan sudah menunjuk kearah angka lima, Pemaisuri Sanggurita harus menaiki cangkang Kura-kura yang sudah berusia tujuh puluh tahun. Ya, Kura-kura India, begitu masyarakat Octopus Kingdom menyebutnya. Sosok setia yang selalu mengantarkan masyarakat menuju kerajaan seberang.

Tadi malam, saat Pemaisuri Sanggurita memasuki Gum-gumin, ia sempat melihat foto Tuan Putri Gugu bersama dengan salah seorang sahabat perempuannya dari kerajaan seberang. Aurellia Aurita. Dan kini, Pemaisuri hendak mencari anak itu demi mendapatkan informasi tentang remaja yang baru saja menjadi putrinya ini. Tuan Putri Gugu.

***

"Mungkin saja ia membenci mu karena kamu adalah Ibu tirinya. Atau mungkin karena ia takut anak mu nanti akan menjadi saingan dalam perebutan tahta. Atau bisa jadi ia takut setelah menikah dengan mu, Raja Octopa sudah tidak sayang lagi padanya. Atau jangan-jangan ia percaya bahwa setiap Ibu tiri itu adalah sosok yang kejam. Bukankah semua alasan itu sudah sangat umum sekali kenapa Tuan Putri tidak menyukai mu, Pemaisuri Sanggurita?" Terang Aurellia Aurita saat Pemaisuri meminta kejelasan padanya.

"Benarkan alasannya hanya itu? Apakah tidak ada alasan yang lain? Apa kamu tidak menyembunyikan sesuatu yang lainnya?" Pemaisuri Sanggurita mendelik sahabat putrinya curiga.

"Tidak,"Sahut gadis itu kemudian.

"Hhhfftttt. Baiklah, kalau begitu. Sebaiknya aku kembali saja. Terimakasih ya, Permisi."

"Hm."

Dengan rasa kecewa, Pemaisuri Sanggurita pun mulai melangkah pergi. Mau tidak mau, dirinya harus terima untuk kembali tanpa mendapatkan informasi apapun.

"TAPI BERHATI-HATILAH PADANYA!!!!" Teriak Aurellia Aurita hingga Pemaisuri langsung berbalik arah.

"Hati-hati? Kenapa? Kenapa aku harus berhati-hati dengan putriku?"

"Aku, aku, aku dan putri mu dulunya pernah melakukan hubungan suami istri."

"HH!!! Kalian saling menyukai?"

"Aku menyukai Tuan Putri karena ia sangat baik padaku. Tapi aku tau perasaan itu bukan cinta. Mana mungkin aku menyukai perempuan juga. Aku sama sekali tidak seperti itu, sungguh!"

"Lantas kenapa kamu melakukan itu dengannya?"

"Ia mengatakan bahwa ia sangat mencintaiku. Dan aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran Tuan Putri yang menyama ratakan perasaan sebagai sahabat dan kekasih. Sungguh, selama kami melakukannya aku benar-benar berada dalam kebingungan," Terangnya sembari meneteskan air mata.

***

Tidak ada misi yang teramat rahasia malam itu melebihi misi Pemaisuri Sanggurita yang diam-diam menyelinap masuk ke Gum-gumin hingga tertangkap oleh Tuan Putri Gugu.

"Apa yang sedang kamu lakukan disini?"

"Siapa mereka Tuan Putri? Katakan, siapa mereka?" Pemaisuri Sanggurita membombardir Tuan Putri dengan pertanyaan yang bertubi-tubi sembari memperlihatkan sebuah album yang berisi foto-foto mesra Tuan Putri Gugu bersama dengan sahabat-sahabat perempuannya.

"Mereka semua adalah mantan kekasihku! Keluar kamu sekarang juga!!!"

"Tapi Tuan Putri, aku ingin kamu sembuh. Aku ingin membantu mu agar terlepas dari ini semua. Ayolah Nak." Pemaisuri Sanggurita berusaha mendekat dan hendak meraih Tuan Putri, namun dengan sigap Tuan Putri Gugu mundur beberapa langkah.

"Aku tidak perlu bantuan mu!! Jangan sesekali kamu mendekat lagi!!!"

"Tapi kenapa?"

"Karena aku mencintai mu!!!"

"TUAN PUTRI!!" Bentak Raja Octopa yang diam-diam sejak tadi sudah mendengar perbincangan keduanya.

***

Sudah dua hari lamanya semenjak Raja Octopa mengetahui bahwa Tuan Putri Gugu ternyata penyuka sesama kaumnya, Raja Octopa pun memenjarakan Tuan Putri di jeruji Koral raksasa. Dan, sudah satu jam lamanya, Raja Octopa sama sekali tidak ingin berhenti menyiksa Tuan Putri dari sengatan Ubur-ubur dengan dalih hukuman atas kesalahan putri semata wayangnya tersebut.

"Yang Mulia, bolehkah kita berbicara sebentar?" Pinta Pemaisuri.

"Tidak jika kali ini kamu bermaksud untuk membelanya lagi!!" Sahut Raja Octopa tegas tanpa menoleh.

"Tapi Yang Mulia, ada hal yang harus Yang Mulia dengar terlebih dahulu."

"Hhffttt. Kita bicara diluar!"

"Yang Mulia tidak boleh menyiksa Tuan Putri seperti ini, percayalah Yang Mulia, itu semua sama sekali tidak akan merubah apa pun," Terang Pemaisuri saat mereka sudah cukup jauh dari sosok Tuan Putri yang kian lemah.

"Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengasingkannya?"

"Tidak Yang Mulia. Jangan."

"Lalu aku harus bagaimana? Karena Tuan Putri sudah melakukan tindakan terlarang dan menghina kerajaan ini!!!!"

"Beri aku waktu satu kali dua puluh empat jam untuk memikirkannya."

"Kamu yakin?"

"Hm." Pemaisuri Sanggurita pun mengangguk mantap.

***

Pagi dengan pemandangan yang teramat asing itu pun benar-benar mereka temui di Octopus Kingdom. Gurita-gurita raksasa tampak sedang mengerahkan kemampun terbaik mereka untuk melilit kerajaan. Jelas sekali aksi tersebut sudah pasti menunjukkan betapa marahnya mereka terhadap Pemimpin Octopus Kingdom, Raja Octopa.

"Apa yang terjadi Yang Mulia? Kenapa masyarakat melakukan aksi seperti itu?" Tanya Pemaisuri sembari mendekat.

"Hhhffttt. Semalam, aku bermimpi Ratu Gurigempita datang kepadaku."

"Lalu?"

"Lalu sang Ratu memintaku untuk menyelamatkan Tuan Putri."

"Lantas?"

"Maka, aku mengeluarkan izin Eljiboneti hingga ke penjuru kerajaan."

"Tapi untuk apa? Bukankah Yang Mulia tau bahwa itu sama dengan melanggar pantangan kerajaan sejak zamannya didirikan?"

"Tapi aku ingin menyelamatkan putriku!!!"

"Ayolah Yang Mulia, bukan seperti ini,"

"Lantas aku harus bagaimana???? Bukankah kamu meminta waktu satu kali dua puluh empat jam untuk berpikir? Kemana saja kamu sejak tadi malam?" Raja Octopa kian murka.

"Semalam, sampai tadi pagi aku berada di Gum-gumin. Aku membaca buku harian Tuan Putri dan berusaha mencari tau apa penyebab dari semua ini."

"Keputusan ku sudah bulat!!"

"Tapi Tuan Putri tidak akan sembuh."

"Keluar dari ruangan ku!!!"

"Yang Mulia?"

"SEKARANG!!!!"

***

Eljiboneti adalah singkatan dari, Ember love Ember, Jeruk like Jeruk, Boros Nekad seksual dan Tikung gender. Keempat elemen tersebut benar-benar bertentangan dengan kepribadian Octopus Kingdom. Merusak nilai luhur yang selama ini sudah mencerminkan kerajaan.

Itu jugalah yang menjadi alasan kenapa masyarakat marah dan melakukan aksi protes atas keputusan Raja Octopa. Dan itu jugalah yang menjadi salah satu alasan kenapa Pemaisuri turut menentangnya.

"Kamu kenapa bersedih?" Tanya Tuan Putri Gugu dingin dari balik jeruji Koral raksasa saat Pemaisuri datang menghampirinya.

"Tuan Putri?"

"Apa yang terjadi?" Tanya remaja berusia empat belas tahun itu dengan tetap dingin.

"Masyarakat melakukan aksi protes atas keputusan Raja."

"KENAPA IZIN ITU DIKELUARKAAAANNNN!!!!" Tuan Putri Gugu kian tak kuasa menahan luka dihatinya. Ia malu, sangat-sangat malu karena ia meyakini seluruh mantan kekasihnya pasti sudah mengetahui alasan sang Ayah mengeluarkan izin tersebut di Octopus Kingdom. Tanpa bisa lagi menahan, ia pun mengukir sesuatu untuk Ayahnya diatas ranting Koral yang sudah mulai tua.

"Pemaisuri, aku titip ini untuk Ayah."

"Baiklah."

"Terimakasih."

"Hm."

***

Ayah, maafkan aku karena sudah sangat mengecewakan Ayah.. Sejujurnya, aku tau bahwa apa yang sudah aku lakukan selama ini memang kesalahan ku.. Aku benar-benar minta maaf Ayah.. Setelah ini, aku akan ikut bersama Pemaisuri Sanggurita.. Sejujurnya aku juga ingin sembuh, dan aku tau Ibu juga menginginkan kesembuhan ku.. Tolong Ayah, cabutlah kembali titah Ayah mengenai izin Eljiboneti di Octopus Kingdom.. Sungguh itu adalah kesalahan besar jika Ayah melanggar pantangan kerajaan kita.. Ayah, aku sadar bahwa apa yang menimpa diriku ini adalah suatu penyimpangan, tapi sebagai pemimpin yang bijaksana, semestinya Ayah tidak membela penyimpangan itu, namun justru mencarikan jalan keluarnya.. Aku berjanji, aku akan sembuh dari semua ini.. 

 

Gugu.

Itulah permintaan terakhir yang diukir oleh Tuan Putri Gugu untuk Raja Octopa sebelum dirinya pergi bersama dengan Pemaisuri Sanggurita demi melakukan terapi dan penyembuhan di wilayah daratan.

***

Dua tahun berlalu..

Aroma Koral-koral raksasa itu kembali menyapa penciuman Tuan Putri Gugu dan Pemaisuri Sanggurita setelah sekian lama mereka pergi meninggalkan lautan.

"Sssttsss Bunda," Bisik Tuan Putri Gugu yang kini terlihat lebih hangat pada Ibu tirinya.

"Ada apa?"

"Lihat pria itu, tampan sekali ya," Tambahnya lagi hingga Pemaisuri Sanggurita mengulas senyum terbaiknya. Sepertinya, Tuan Putri Gugu benar-benar sudah sembuh.

"Tuan Putri, lihat itu," Bisik Pemaisuri beberapa saat setelahnya.

"Hh?"

"Ini semua tidak bisa dibiarkan, kita harus memberitaukan persoalan ini pada Raja. Mereka berdua sudah melakukan tindakan terlarang," Ucap Pemaisuri terlihat tegas saat dua ekor Gurita laki-laki tengah bercumbu di sela-sela tanaman laut lainnya.

"Tunggu, jangan terburu-buru Bunda. Beri aku waktu untuk mencari jalan keluarnya," Sahut Tuan Putri Gugu sembari mendekati dua ekor Gurita laki-laki tersebut.

Sedang Pemaisuri Sanggurita? Raut wajahnya benar-benar terlihat sangat bahagia. Ia bahkan tersenyum bangga melihat Tuan Putri Gugu yang kini sudah tumbuh menjadi sosok yang bijaksana.

"Nak, suatu saat perempuan itu akan menjadi Ratu yang hebat untuk Octopus Kingdom, juga akan menjadi Kakak yang penuh kasih sayang untuk kamu," Tambah Pemaisuri Sanggurita sembari mengelus perutnya yang mulai membuncit.