Halalbihalal merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh umat Muslim. Halalbihalal menjadi ajang umat muslim dalam bersilaturahmi saat hari raya Idulfitri tiba. Di lebaran tahun ini pelaksanaan halalbihalal jelas berbeda.

Semenjak kasus virus corona (Covid-19) menjangkiti manusia di dunia khususnya Indonesia, kehidupan masyarakat menjadi berubah. Segala macam aktivitas seperti pendidikan, agama, ekonomi hingga budaya juga berubah akibat adanya virus corona ini.

Berbagai negara banyak yang mengeluarkan kebijakan untuk lockdown atau PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Di Indonesia, PSBB dilakukan di beberapa daerah demi mencegah penyebaran virus corona. Segala macam kegiatan dari mulai belajar, bekerja, dan beribadah dilakukan dari rumah.

Dampak dari virus corona ini cukup membuat masyarakat resah terutama soal pekerjaan dan pendidikan. Banyak para pekerja yang harus dirumahkan atau bahkan di-PHK. Para pengusaha juga merasakan penurunan dalam pendapatannya.

Pendidikan juga terkena dampaknya, baik itu peserta didik maupun tenaga pendidik. Sebagian peserta didik menganggap bahwa belajar online sangatlah sulit dalam memahami materi pelajaran. Dan sebagian tenaga pendidik menganggap bahwa pengajaran melalui online tidaklah mudah.

Jumlah korban jiwa yang terserang virus corona ini makin banyak. Sehingga Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan. Misalnya, Kementerian Agama mengumumkan kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah seperti salat wajib, tarawih, tadarus, itikaf, dan salat ied dilaksanakan di rumah.

Pemerintah juga mengimbau pelarangan mudik bagi perantau yang akan pulang ke daerah asal. Dan tradisi di masyarakat saat lebaran juga tidak dapat dilaksanakan seperti open house dan halalbihalal. Semua kegiatan yang terkait hari raya di tahun ini menjadi terkendala.

Makna Halalbihalal dalam Alquran 

Makna halalbihalal adalah saling bermaaf-maafan di hari lebaran. Halalbihalal sudah menjadi tradisi bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia, khususnya Indonesia. Halalbihalal bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antar sesama manusia.

Kata ‘halalbihalal’ berasal dari bahasa Arab, akan tetapi orang Arab pada dasarnya tidak mengenal kata ‘halalbihalal’ dan tidak mengerti maknanya. Ungkapan ‘halalbihalal’ hanya ada di Indonesia yang merupakan bentuk kreatif dari masyarakat itu sendiri.

Hakikat mengenai halalbihalal merupakan suatu ajaran yang terdapat dalam Alquran. Manusia dituntut untuk selalu berbuat dalam hal kebaikan sesama makhluk hidup. Perilaku saling memaafkan merupakan salah satu perbuatan baik. 

Surat Al A’raf ayat 199 menyebutkan bahwa: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”

Dan dalam Surat Al Hijr ayat 85 Allah berfirman, bahwa: “Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”

Dari kedua surat di atas dalam Alquran yang menyebutkan soal maaf-memaafkan, jelas sekali bahwa Allah memberi perintah kepada manusia untuk berbuat kebaikan dengan saling memaafkan. Pribadi yang pemaaf merupakan sifat Rasulullah yang menjadi suri teladan bagi umat Muslim.

Di Indonesia, sikap saling memaafkan juga tertuang dalam tradisi halalbihalal. Halalbihalal saat merayakan lebaran mampu menciptakan kondisi hati yang bersih bagi umat Muslim. Sebab sudah tidak ada lagi dendam dan amarah terhadap kesalahan-kesalahan yang lalu.

Tradisi Halalbihalal di Indonesia

Indonesia dikenal dengan keberagaman tradisi dan budayanya. Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan terdiri dari tiga puluh empat provinsi, tentu memiliki banyak tradisi. Masyarakat Indonesia sudah tidak asing dengan kata ‘halalbihalal’.

Halalbihalal sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia saat hari raya Idulfitri. Halalbihalal biasanya dilakukan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara, atau bermaaf-maafan di Masjid setelah sholat Ied.

Kegiatan halalbihalal juga dapat kita temukan di tempat pendidikan (sekolah dan universitas), perkantoran, dan instansi lainnya. Halalbihalal ini diadakan dengan saling bersalaman satu sama lain dan biasanya dengan cara membuat lingkaran, baik di lapangan, aula, atau tempat yang luas.

Beberapa daerah di Indonesia juga melaksanakan tradisi halalbihalal ini dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya, di Yogyakarta pelaksanaan halalbihalal disebut sebagai tradisi ‘syawalan’. Tradisi ‘syawalan’ dilakukan dengan sungkeman atau berlutut kepada orang yang lebih tua untuk meminta maaf.

Di Bali, tradisi halalbihalal dikenal dengan sebutan ‘bancaan’. Tradisi ‘bancaan’ ini dilakukan setelah sholat ied yang berada di Kampung Jawa. Tradisi ini memiliki tujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama.

Di Serang, kegiatan halalbihalal disebut ‘Ngariung’. Tradisi ini dilakukan setiap awal bulan Syawal. ‘Ngariung’ sendiri memiliki arti berkumpul. Tradisi ini biasanya dilakukan warga dengan berkumpul di Masjid atau Musholla dengan membawa lauk pauk untuk dibagikan antar sesama.

Tradisi halalbihalal di berbagai daerah di Indonesia memiliki tujuan utama, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia. Dan pelaksanaannya dengan cara berkumpul di suatu tempat baik itu Masjid, Musholla, aula, rumah sanak saudara atau tempat-tempat lainnya.

Alternatif Halalbihalal

Lebaran tahun ini berada dalam kondisi yang berbeda dari biasanya. Seperti yang kita ketahui, saat ini dunia sedang dilanda sebuah wabah virus yang cukup membahayakan kelangsungan hidup manusia. Wabah tersebut ialah virus corona (Covid-19) yang merupakan virus jenis baru.

Segala macam aktivitas manusia saat ini harus dilakukan di dalam rumah. Termasuk pada kegiatan halalbihalal di lebaran tahun ini. Masyarakat Indonesia untuk pertama kali merasakan halalbihalal secara tidak langsung.

Pemerintah telah memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan halalbihalal secara langsung atau kegiatan yang mengumpulkan orang banyak di satu tempat pada hari lebaran. Hal ini dilakukan demi mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19.

Meski begitu, masyarakat tidak kehabisan akal untuk menjalin silaturahmi dan bermaaf-maafan di tengah pandemi saat ini. Halalbihalal di lebaran tahun ini tetap bisa dilakukan dari rumah yaitu secara virtual melalui telekomunikasi.

Halalbihalal secara virtual dapat dilakukan dengan cara video call bersama keluarga, saudara, kerabat, dan orang yang kita cintai melalui aplikasi seperti WhatsApp (sekarang tersedia konten untuk video call), Zoom, Google Meet, Skype, dan aplikasi video call lainnya.

Kegiatan halalbihalal biasanya dibarengi dengan berbagi rezeki lewat THR (Tunjangan Hari Raya) atau ‘salam tempel’. Kita tetap bisa berbagi rezeki meski tidak bertemu secara langsung dengan menggunakan aplikasi virtual banking seperti dompet digital (Dana), Go-pay, OVO, dan aplikasi lainnya.

Di lebaran tahun ini kita tetap bisa melakukan kebaikan antar sesama dengan bantuan teknologi dan alat komunikasi. Teknologi dan alat komunikasi yang canggih mampu menjadi alternatif manusia untuk tetap bisa menjaga silaturahmi dan berbuat kebaikan.

Meskipun saat ini kita semua berada dalam sebuah bencana wabah virus, namun silaturahmmi bersama sanak saudara tetap harus terlaksana dengan adanya halalbihalal virtual. Halalbihalal virtual mampu sedikit mengobati segala kerinduan dan keresahan yang ada saat ini.