Apakah kalian pernah mendengar tentang bahasa Jaksel atau Jaksel language?. Jadi Jaksel adalah nama provinsi di daerah Jakarta lebih tepatnya Jakarta Selatan di mana anak-anak gaul atau remajanya ini mempunya bahasa yang unik.

Ada beberapa contoh kalimat bahasa Jaksel ini seperti "Oh my God hari ini i jadi morning person banget cause i bangun pagi like jam 7-an gituu", seperti itulah sedikit contoh bagaimana bahasa Jaksel itu.

 Bahasa Jaksel ini sudah booming pada tahun 2018-an, mungkin bagi sedikit orang kedengarannya sangat aneh karena mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Bahasa ini booming tidak hanya di kalangan dunia nyata tetapi di dunia maya atau internet pun orang-orang bisa menirunya karena gaya, aksen dan bahasa yang khas. 

Kenapa bisa disebut dengan “Bahasa Jaksel”? karena rata-rata remaja yang menggunakan bahasa ini berasal dari Provinsi Jakarta Selatan yang mayoritas remaja umur 14 hingga dewasa juga menggunakan bahasa ini.  Bahasa ini mempunyai ciri khas yaitu menggabungkan dua bahasa Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam satu kalimat seperti contoh di atas. 

Penggunaan bahasa Jaksel ini hanya dilakukan oleh remaja millennial pada saat berkumpul guna mencari kosakata baru agar terbiasa mengucapkan bahasa Inggris, tetapi ada juga yang masih melihat lawan bicaranya apakah mereka menguasai bahasa Inggris atau tidak, jika tidak maka komunikasi berjalan tidak mulus. 

Tren bahasa ini juga tidak cocok jika diimplementasikan komunikasi dengan yang lebih tua karena dianggap tidak memiliki sopan santun, maka tren berbahasa ini hanya di implementasikan kepada teman sebaya.

 Hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen di sosmed, mari bahas yang pro dulu. Mungkin bagi pendukung komunikasi dengan bahasa asing, berasumsi untuk merusak rasa nasionalisme dianggap sangat berlebihan, karena hal ini juga dapat mempersiapkan diri anak-anak hingga remaja untuk berbahasa asing dengan lancar agar bisa menghadapi persaingan global di masa depan. 

Bisa berbahasa asing juga dapat membantu kita mudah menemukan pekerjaan nantinya karena di saat ini pekerjaan apa saja sangat dibutuhkan berbahasa asing meskipun hanya dasarnya dan jangan lupa Bahasa Inggris adalah bahasa Internasional tentunya menjadi bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, hampir semua negara menguasai bahasa Inggris dengan bagus. 

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa jika anak mampu menguasai kedua bahasa atau lebih secara tertata. 

Sekarang kita beralih ke tim Kontra, Sebagian masyarakat berasumsi bahwa bahasa asing dapat melunturkan jiwa nasionalisme karena orang-orang beranggapan jika berbicara bahasa asing dalam sehari-hari juga dapat menyulitkan seseorang dalam berkomunikasi, secara tidak langsung orang akan kebingungan jika kita menggunakan bahasa asing secara terus menerus. 

Salah satunya hal yang terjadi jika setiap hari menggunakan bahasa asing akan mengubah posisi bahasa Indonesia yang notabenenya menjadi bahasa resmi. Tim kontra juga membedakan belajar bahasa asing dengan aktif berbahasa asing, jika orang yang belajar bahasa asing lebih mengarah ke hal yang lebih positif karena menambah pengetahuan dan kemampuan dalam berbahasa. 

Mereka juga bilang lebih baik anak- anak diperkenalkan terlebih dahulu dengan bahasa Indonesia, setelah menguasai bahasa Indonesia barulah mereka dapat belajar bahasa asing, tetapi jika sudah menguasai bahasa asing tidak untuk digunakan untuk bahasa sehari-hari.

Tidak hanya tim pro kontra ternyata banyak juga masyarakat Indonesia yang lebih memilih diam dalam topic ini karena menurutnya bahasa asing tak berpengaruh terhadap rasa nasionalisme, semua kembali kepada pendapat masyarakat masing-masing mereka. 

Semua juga kembali Kediri kita masing-masing tujuan mempelajari bahasa asing untuk apa, bukan hanya sekedar gaya-gayaan semata, jika tujuannya positif maka tidak mengurangi dasar nasionalisme dalam diri kita. 

Gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai kaidah di tempat yang tepat, jangan anggap semua orang mengerti gaya bahasamu dan juga tidak semua orang mengerti bahasa asing.

Jika kita dapat berbicara beberapa bahasa, berkomunikasilah sesuai tempatnya, kita juga harus membiasakan diri untuk berbicara bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai kaidah berbahasa. 

Bahasa Indonesia memiliki peran penting terhadap kehidupan, jika kita terbiasa mencampur-campur 2 bahasa menjadi satu itu akan menjadi kebiasaan buruk karena belum tentu semua orang mengerti apa yang kita sampaikan. Berbicara bahasa asing juga boleh tetapi harus tau tempat kapan dan di mana berbicaranya, carilah lawan bicara yang cocok untuk berkomunikasi. 

Sangat aneh rasanya jika kita berbicara menggunakan tren bahasa tersebut ke orang yang lebih tua atau orang yang tidak mengerti cara berbahasa tersebut. Terapkanlah hal-hal positif dengan menjaga kesopanan saat berkomunikasi, menghargai perbedaan orang dan cintailah bahasa kita. 

Itulah contoh dari sikap nasionalisme yang dapat kita implementasikan sehari-hari agar bisa menjadi remaja millennial yang mempunyai rasa tanggung jawab dan nasionalisme.