Mahasiswa
1 tahun lalu · 71 view · 3 menit baca · Lainnya 35311.jpg

Transportasi Murah, Ramah dan Aman

Basuki-Djarot, selama memimpin kota Jakarta, sudah melakukan banyak terobosan terkait transportasi di DKI. Kinerja keduanya terbukti dengan hadirnya transportasi murah, ramah dan aman di Ibu Kota.

Basuki-Djarot berkomitmen menata Jakarta yang nyaman dan humanis dengan membangun sarana transportasi terintegritas yang ramah lingkungan.

Komitmen Basuki-Djarot ingin diwujudkan semata-mata untuk membebaskan Jakarta dari macet dengan mendorong perbaikan transportasi publik dan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. Basuki-Djarot berpandangan bahwa transportasi murah, ramah dan aman merupakan keniscayaan di Ibu Kota.

Membangun Infrastruktur dan Transportasi Massal

Bukti konkrit komitmen keduanya adalah maraknya pembangunan jalan di berbagai sudut Ibu Kota. Saat ini, Basuki-Djarot tengah membangun jalan layang non-tol Ciledug-Blok M-Tendean. Selain itu, juga dibangun simpang tak sebidang Kuningan Selatan, simpang tak sebidang di Permata Hijau.

Bahkan, Basuki-Djarot sangat progres membangun MRT padahal proyek ini digagas sejak 1986 dan baru direalisasikan sejak 2013. Karena Basuki-Djarot lah saat ini pembangunannya sangat progres, yaitu pada bulan September 2016 mencapai angka 54,5 %.

Selain itu, Basuki-Djarot telah membangun transportasi massal, seperti total armada bus sekolah sebanyak 140 armada hingga tahun ini dengan melayani 30 rute dan pelayanan transjakarta 24 jam. Bahkan, jumlah armada bus meningkat dari tahun ke tahun.

Total saat ini, terdapat 1.347 armada bus transjakarta, di samping menambah rute sebanyak 53 pada 2016. Dan saat ini, sudah mencapai 77 rute. Bahkan, kini sudah ada layanan transjakarta care yang didukung oleh 5 unit armada dengan jam operasional 08.00-17.00.

Di samping itu, transportasi di DKI Jakarta telah terintegrasi dengan transportasi massal lain, yaitu terintegrasi dengan 4 stasiun KRL, terintegrasi dengan pengusaha angkutan umum, seperti kopaja sebanyak 280 armada sudah terintegrasi dengan transjakarta. Basuki-Djarot juga mensubsidi transportasi bagi masyarakat DKI (PNS DKI, lansia, penghuni rusun, pemegang Kartu Jakarta Pintar, anggota TNI dan POLRI yang bertugas dan menggunakan seragam).

Total bus wisata/bus tingkat terdapat 18 armada. Maka tak heran jika total pertumbuhan pengguna transjakarta per-Agustus 2016 sebanyak 11,58 juta dari 8,79 juta di tahun 2015. Tidak lama lagi, Jakarta akan memiliki pedestrian sepanjang 2.600 kilometer, termasuk jalur sepeda biasa dan layang yang terintegrasi dengan halte busway, stasiun kereta commuter, MRT, dan LRT.

Ke depannya, Basuki-Djarot akan membangun sistem transportasi dengan subsidi silang. Artinya, warga Jakarta yang tidak mampu akan diberikan subsidi transportasi massal. Sedangkan warga Jakarta yang kaya akan dikenai pajak untuk menggunakan jalan-jalan di Jakarta.

Bagi mereka yang ingin menggunakan transportasi massal berbasis Bus Rapid Transit (BRT), yaitu Bus Transjakarta, warga hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 3.500 per satu kali perjalanan. Dengan uang sebesar itu, warga dapat menempuh perjalanan dan menikmati layanan bus Transjakarta di 12 koridor tanpa harus membayar lebih.

Tidak hanya itu, warga yang tidak mampu juga dapat menikmati layanan gratis bus Transjakarta. Seperti yang telah diterapkan, pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa naik transportasi massal secara gratis. Lalu warga yang terkena normalisasi dan tinggal di Rusun, disediakan bus Transjakarta gratis, serta lansia pun gratis.

Bagi Basuki-Djarot, pembangunan transportasi ini adalah bentuk kepeduliannya untuk mengedepankan unsur manusianya, dan memihak kepada orang miskin, tidak hanya memihak kepada orang kaya. Hal ini selaras dengan Visi Basuki-Djarot yang ingin membuat warga Jakarta, otak, perut, dan kantongnya penuh.

Mengisi otak dengan pendidikan dan agama, perut kenyang dengan makanan yang bergizi, dan kantong penuh karena beberapa fasilitas seperti pendidikan, kesehatan dan transportasi disiapkan dengan baik oleh Pemprov DKI.

Mimpi (Program 2017-2022)

Di masa yang akan datang, Basuki-Djarot memiliki mimpi program 2017-2022, yaitu dengan merealisasikan ERP, Revitalisasi simpang Semanggi, LRT dan MRT, Menyediakan park dan ride, Realisasi Fly Over dan underpass, STS Cipinang lontar, Fly Over pancoran, STS Bintaro Permai, Underpass Kartini, underpass Mampang Kuningan, underpass Matraman Salemba, tempat parkir elektronik, meningkatkan pelayanan bus sekolah gratis dengan menambah jumlah armada dan menambah luas area pelayanan.

Selain itu, Basuki-Djarot juga akan mengoperasikan Bus Lower Deck dan bus tingkat gratis, revitalisasi seluruh 1.413 halte bus, mengembangkan fungsi terminal sebagai transit oriented development untuk mendorong penggunaan angkutan umum, dimulai dari pengembangan TOD untuk terminal tipe A seperti kampung rambutan dan pulo gebang.

Fakta-fakta semua ini menunjukkan bahwa Basuki-Djarot telah melakukan hal yang luar biasa terkait transportasi di DKI Jakarta. Pesatnya kemajuan transportasi di DKI Jakarta ini adalah bukti bahwa Basuki-Djarot sangat serius membangun transportasi Jakarta. Berkat Basuki-Djarot, sarana transportasi telah terintegrasi dengan membangun sinergi dari moda transportasi pribadi dan massal.

Namun, keduanya sadar, masih banyak sarana transportasi yang harus diperbaiki di Ibu Kota. Oleh karena itu, kita berharap agar Basuki-Djarot bisa melanjutkan tugas mulia ini lima tahun ke depan.