Sangatlah bijak jika kamu mengetahui salah satu jenis bencana besar yang bisa disebabkan oleh ledakan nuklir ataupun non-nuklir yang dapat memberikan gangguan terhadap kinerja dan fungsi transmisi gelombang elektromagnetik yang disebut dengan radioflash.

Radioflash adalah istilah yang digunakan dalam literatur awal tentang fenomena yang sekarang dikenal lebih luas sebagai gelombang kejut elektromagnetik nuklir, atau NEMP (Nuclear Electromagnetic Pulse).

Kamu paham bahwa gelombang elektromagnetik merupakan sarana transmisi yang banyak digunakan dalam sistem telekomunikasi dan keperluan digital vital lainnya. 

Saat terjadi ledakan nuklir, baik disengaja atau tidak (kecelakaan), gelombang kejut reaksi fusi ledakan nuklir tersebut akan melumpuhkan semua sarana. Termasuk yang menggunakan dan berbasis gelombang elektromagnetik, seperti: sinyal telepon genggam, transmisi digital dan sinyal satelit, telepon rumah, sistem kunci elektrik, remote control, sistem jaringan kabel, dan lainnya.

Bisa kamu bayangkan betapa lumpuhnya sistem komunikasi dan digital di lingkungan sekitar. Kamu tidak bisa berkomunikasi dan melakukan semua aktivitas digital yang berbasis penggunaan gelombang elektromagnetik lainnya.

Bagaimana mengantisipasi tragedi radioflash tersebut, inilah caranya.

1. Sedia handy talky

Prioritas pertama adalah alat komunikasi yang tak terpengaruh oleh efek radioflash, yaitu handy talky (HT).

Alat komunikasi handy talky adalah sarana anti-radioflash tangguh yang dapat menghubungkan dua orang atau lebih dengan menggunakan modulasi yang dapat diatur dan diubah-ubah.

Gelombang Handy Talky dapat melintas, merambat lewat udara, dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan media pengangkut (seperti molekul udara).

Jadi, sediakan alat ini di rumah, di kantor, ataupun tempat vital lainnya dengan jumlah secukupnya beserta cadangan baterai yang memadai. 

Alat ini cukup murah harganya jika dibandingkan dengan telepon pintar kamu. Namun, kegunaannya sangat membantu ketika komunikasi digital terputus total akibat radioflash bencana nuklir, di mana telepon pintar kamu hanya menjadi barang yang tak berguna saat terjadi bencana radioflash.

2. Pengisi baterai tenaga cahaya

Sudah banyak Handy Talky yang didesain catu dayanya dengan menggunakan sambungan kabel data yang sangat kompatibel dengan port pengisi daya kekinian.

Ketika pasokan listrik tenaga turbin kacau, maka pengisi catu daya tenaga cahaya akan sangat membantu agar daya baterai handy talky tetap terjaga dan mampu digunakan untuk berkomunikasi.

Selain itu, kamu sediakan juga baterai cadangan yang cukup dalam keadaan penuh terisi. Pengisi daya ini sangat berguna bagi peralatan survival lainnya selain untuk handy talky seperti lampu senter, headlamp, lampu darurat, dan lainnya yang memerlukan tenaga listrik.

3. Peluit

Mungkin terdengar lucu bagimu ketika peluit ikut serta sebagai alat komunikasi anti-radioflash. Peluit dapat dipakai sebagai alat komunikasi selain handy talky saat terjadi radioflash. Peluit adalah alat survival yang sering dipandang remeh, namun sebenarnya memiliki berbagai macam manfaat.

Sebenarnya, peluit masuk dalam EDC (everyday carry), atau alat komunikasi darurat yang harus selalu di bawa tiap hari. Bentuknya pun cukup kecil dan mudah di saku.

Dengan membunyikan peluit, kamu bisa memberitahukan keberadaan kamu kepada tim penyelamat. Suara yang dihasilkan mulut kamu tanpa bantuan alat tentunya tidak keluar dengan kencang untuk memberitahukan keberadaan kamu. Peluit inilah yang bisa menjadi pilihan untuk berkomunikasi di masa radioflash.

4. Merpati pos

Pada zaman dahulu, merpati pos menjadi media komunikasi yang sangat populer. Tetapi pada zaman sekarang ini, posisi merpati pos telah tergantikan oleh teknologi digital.

Posisinya telah tergantikan oleh amplop berperangko, telegraf, layanan SMS, dan kelebihan media sosial lainnya. Merpati pos adalah burung merpati yang telah dilatih untuk mengantarkan surat atau pesan.

Merpati merupakan salah satu jenis burung yang cukup pintar, memiliki daya ingat yang kuat, kemampuan navigasi yang tinggi, serta mempunyai kesanggupan dan memiliki naluri alamiah yang dapat kembali ke sarang meskipun sudah pergi dengan jarak yang jauh dan waktu yang lama.

Dengan kemampuan tersebut, surat yang disampaikan sampai di tujuan. Jadi, tidak ada salahnya jika dikembangkan lagi untuk antisipasi bencana radioflash. 

5. Cadangan sistem keamanan manual

Kata “keamanan” merupakan kata sifat “aman” yang berasal dari arti kata security, di mana memiliki arti bebas dari bahaya.

Pengertian keamanan terkait untuk menghindari penyerangan, terorisme, sabotase, dan tindakan kriminal (seperti pencurian, atau perampokan).

Jika dikaitkan dengan bencana radioflash, maka ini adalah kebalikannya, yaitu prosedur pelolosan dari sistem yang terkunci secara digital berbasis gelombang elektromagnetik, seperti kunci digital pada pintu, lemari ataupun ruang dan tempat lainnya.

Adalah bijak jika kamu melengkapi sistem keamanan yang sudah tergitalisasi tersebut dengan sistem manual cadangan, terutama pintu-pintu darurat. Standar keamanan sistem manual bermanfaat untuk mengurangi risiko terjebak di dalam karena fungsi sistem digital terganggu oleh radioflash.

Itulah 5 siaga taktikal yang harus kamu persiapkan sebelum menghadapi bencana radioflash. Ayo! Tunggu apalagi!