44771_12302.jpg
Instagram
Politik · 4 menit baca

Tragedi Mako Brimob, Surabaya Dan Indonesia

Belum sepekan tragedi di Mako Brimo Depok Jawa Barat, kemarin minggu 13 Mei 2018 pagi hari telah terjadi aksi bom bunuh diri yang dilakukan di tiga tempat tertentu. Hal ini cukup membuat bangsa Indonesia berduka. Iya bangsa Indonesia, bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan budaya. 

Bangsa yang yang dengan keberagamannya yang menjadikannya kuat atau hebat seperti sekarang ini, bangsa yang akan tetap ada dengan ciri khas perbedaannya, bangsa yang merdeka karna keberagamannya, bangsa yang unik karena keberagamannya, yang semuanya disatuhkan lewat falsafah bangsa yang dinamakan Pancasila.

Selain keberagaman yang membuat Indonesia kuat, Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang begitu melimpah. Lantas tidak begitu mengherankan, di negara yang kaya raya dengan sumber daya alamnya ini mampu membuat bangsa lain iri kepada negeri pertiwi ini.

Sejak serangan teroris yang terjadi di  World Trade Center (WTC) di New York atau yang lebih dikenal dengan peristiwa nine eleven, berhasil membuat persepsi dunia memandang bahwa teroris adalah Islam dan Islam adalah teroris. Persepsi tersebut (Islam adalah teroris) meskipun dibuat secara “murahan” berhasil masuk sampai di benak sebagian rakyat Indonesia. Namun islam atau agama manapun saya yakin dan percaya bahwa semua agama mengajarkan yang namanya cinta, kasih sayang dan kedamaian.

Kejadian di Mako Brimob dan Surabaya memunculkan berbagai spekulasi mengenai siapa dalang dibalik kejadian tersebut. Namun, dari berbagai komentar yang muncul di tengah meningkatnya tensi masyarakat Indonesia terkait dengan serangan tersebut. Hampir semua sepakat dan mengutuk perbuatan yang tidak manusiawi tersebut. 

Namun, ada juga yang masih menggelitik jiwa bahwa kejadian tersebut di hubung-hubungkan dengan salah satu agama tertentu atau terang-terangan saja agama islam yang dimaksud.  Munculnya tulisan ini ingin mencoba memberikan aspirasi atau argumentasi terkait kesedihan penulis dibalik kejadian di Mako Brimob dan Surabaya tentang dari siapa sebenarnya kejadian ini, oleh siapa dan untuk apa semua ini.

DARI SIAPA

Jelas ketika ditanyakan kejadian di Mako Brimob adalah perbuatan siapa, maka dengan mudah kita menjawab yaitu dari para Narapidana kasus Terorisme. Mungkin sejak kejadian di Mako Brimob tersebut unsur sara tidak terangkat di media nasional atau bahkan publik dalam hal ini rakyat sepakat bahwa ini adalah perbuatan dari narapidana teroris tersebut. Semua berduka atas meninggalnya 5 pahlawan kita yang gugur dalam pertempuran tersebut, dan semua mengutuk aksi tersebut.

Berbeda dengan kejadian kemarin di Surabya yang kebetulan terjadi di tempat ibadah maka dengan sangat dangkal beberapa orang langsung mengaitkan dengan agama tertentu terutama Islam. Logika yang dibangun mungkin seperti ini, jika misalnya tempat ibadah agama tertentu yang diserang maka sudah pasti penyerangnya adalah agama tertentu pula. Atau ketika kita kaitkan logika dungu tersebut dengan kejadian di Mako Brimob maka akan demikian bunyinya, jika instansi kepolisian yang diserang maka jelas pelakunya adalah instansi tertentu pula. Hal ini mungkin biasa disebut sebagai Fallacy dalam berfikir.

Dari semua persepsi tentu Islam lah yang sangat tersoyak dengan kejadian tersebut. Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamin tentu tidak bisa disangka melakukan perbuatan keji seperti itu. Mungkin dari berbagai penjelasan yang dapat diberikan pemahaman kepada bangsa Indonesia dan dunia bahwa sesunggunya kejadian tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan islam dapat kita lihat di rujukan umat islam yaitu Al-quran dalam surat Al Maidah : 32 yang berbunyi “siapapun yang membunuh manusia tidak bersalah, seolah dia telah membunuh seluruh manusia. Dan siapapun yang menyelamatkan salah satunya, seolah dia telah menyelamatkan seluruh umat manusia”.

OLEH SIAPA

Teringat kata dari sang proklamator bangsa indoneisia bapak Ir. Soekarna “Karena seorang fanatik yang ingin membunuhku, banyak yang harus kehilangan nyawanya. Aku tidak gentar”. Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang sangat kaya terutama dari keberagaman dan sumber daya alamnya. Tidak heran banyak yang ingin menguasai bangsa ini. Dan satu aktor utama yang kita patut kutuk bersama yaitu Terorirs. Bagaimanapun tidak mereka sudah berhasil membuat Suriah, Libya dan Irak hancur oleh mereka (Teroris).

UNTUK APA

Keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia, Indonesia sudah di takdirkan beragam oleh sang maha kuasa sebagai anugerah yang harus kita syukuri oleh seluruh elemen bangsa. Keberagaman adalah keniscayaan bagi kita rakyat Indonesia dan keberagaman adalah kekuatan kita bangsa Indonesia. Namun, dengan keberagaman pula kita bisa di pecah bela oleh mereka yang ingin kita bangsa Indonesia pecah. Maka tidak heran dalam upaya perumusan ideologi bangsa, kita diberikan suatau anugerah ideologi yang menjadi penengah, sebagai solusi terhadap keberagaman bangsa Indonesia yang kita kenal dengan Pancasila.

Untuk apa kita saling menyalahkan, untuk apa kita saling memusuhi, kita adalah Indonesia dan Indonesia bukan milik agama atau suku tertentu tapi Indonesia adalah milik kita bersama. Teroris adalah musuh dunia, musuh indoneisa, musuh kita bersama.  Maka sudah seyogyanya pemberantasan teroriseme adalah tanggung jawab kita bersama sebagai elemen bangsa Indonesia tanpa terkecuali.

Ada sebuah cerita indah yang penulis dapat di tengah penulis menulis artikel ini, ”di sebuah warung kopi sederhana di salah satu kota  terlihat semua orang fokus dengan kegiatan individu seperti gadjet atau gawainya masing-masing yang seolah-olah membuat ada jarak yang sangat jauh di antara kami, namun seseorang datang memutarkan televisei untuk menonton sebuah pertandingan sepak bolah anatar klub yang berasal dari Indonesia dan klub asal Singapura, serentak entah mengapa semua pengunjung warong kopi tersebut melepaskan semua kegiatan individunya dan bersama-sama mendukung dan menerikan ayo Indonesia bisa”.