Bulan suci Ramadan adalah bulan kebaikan yang setara dengan seribu bulan. Bulan yang amat ditunggu oleh para umat muslim, bulan Ramadan memiliki keistimewaan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Karena  Bulan Ramadan merupakan bulan dimana setiap orang berbondong-bondong mencari keberkahan dan kebaikan antar sesama.

Bulan Ramadan penuh keberkahan, kerahmatan, dan kemuliaan. Meski kini, bulan Ramadan telah usai dan kita sudah mencapai hari kemenangan tiba, namun suasana lebaran masih sangat terasa. Setelah menjalankan puasa Ramadan selama sebulan, kemudian setelah hari raya idulfitri dapat melanjutkan dengan puasa Syawal.

Puasa Syawal dapat dilaksanakan selama enam hari setelah hari Raya idulfitri. Puasa Syawal hukumnya sunnah bila dikerjakan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan juga tidak apa-apa. Jadi, tidak wajib dilakukan. Namun, banyak sekali keutamaan dalam menjalankan puasa Syawal ini.

 •••

Di bulan Ramadan setiap orang dianjurkan untuk memperbanyak kebaikan, karena itu merupakan pesan Raslullah. Di antaranya kebaikan itu salah satunya adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an. Di banyak daerah biasanya, bertadarus Al-Qur’an menjadi salah satu tradisi bertadarus bersama dengan cara muter atau bergiliran.

Tadarus secara bersama-sama biasanya terdiri dari 5 orang hingga 10 orang, mereka duduk bersila dan membentuk lingkaran dimana setiap orang memegang Al-Qur’an. Sebagian membaca satu maqra yang lain menyimak, setelah selesai dilanjutkan maqra, dilanjutkan lagi oleh peserta lain, dan begitu juga seterusnya.Tradisi tadarus ini bisa disebut dengan idarah. Idarah merupakan salah satu jenis membaca Al-Qur’an secara bersama-sama.

Tradisi ini biasanya dilakukan oleh umat muslim di bulan Ramadan. Tradisi idarah ini biasanya di ikuti oleh sebagian umat islam, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Biasanya tadarus Al-Qur’an dilakukan bersama-sama seraya mengisi waktu kosong atau menunggu waktu berbuka puasa tiba. Dilakukan pada sore hari menjelang magrib dan dapat dilanjutkan sehabis sholat teraweh hingga menjelang sahur dapat dilakukan di masjid, di mushola, di pengajian, atau di rumah-rumah.

Tradisi tadarus Al-Qu’an ini lebih baik dilakukan secara berjamaah atau bersama-sama karena, tadarus bersama-sama mendapatkan pahala yang dilipat gandakan, mendapatkan syaafat, memberikan ketenangan, dan rahmat Allah akan meliputi mereka. Dalam tradisi ini menurut para ulama baik dan tidak ada masalah.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قوم في بيت من بيوتِ اللهِ يَتْلُونَ كتابَ اللهِ تعالى ويتَدَارَسُونَهُ بينهم إِلا نَزَلَتْ عليهم السكينةُ ، وَغَشيَتهم الرحمةُ وحَفَّتهمُ الملائكةُ ، وذَكَرهُمُ اللهُ فيمن عِندَهُ

“Dan tidaklah kaum berkumpul dalam satu rumah dari beberapa rumah Allah, seraya membaca kitab Allah dan saling bertadarus di antara mereka kecuali turun ketenangan atas mereka, rahmat menaungi mereka, para malaikat mengitari mereka dan Allah menyebut mereka di dalam golongan orang yang dekat di sisiNya” (HR.Muslim)

Dalam hadist di atas, dapat di simpulkan bahwa tidak ada masalah mengenai tradisi tadarus Al-Qu’an secara bersama-sama dan menurut para ulama juga tidak ada masalah mengenai tadarus berjamaah. Karena akan lebih baik, membawa rahmat, sekaligus belajar bersama-sama dan memperlancar bacaan, dengan tadarus Al-Qur’an akan membuat hati tenang dan membawa hidup lebih postif dan produktif serta mendekatkan diri kepada Allah.

•••

Tradisi tadarus bersama-sama membantu kita untuk belajar dari orang-orang yang sudah lancar membaca Al-Qur’an dan menjaga tali silaturahmi antar umat muslim lainnya. Tadarus bersama-sama juga dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Semakin kita sering mengikuti tadarus Al-Qur’an, maka akan cepat memperlancar bacaan. Tak lupa, selama kita rajin dan niat untuk bertadarus bersama maka, akan cepat pula kita dapat mengkhatamkan (menamatkan) Al-Qur’an sampai Juz 30 sebanyak dua kali sampai enam kali atau lebih khatam.

Untuk cepat berkhatam Al-Qur’an yang haus dipersiapkan adalah pertama harus rajin, dan memiliki niat yang kuat mengenai target yang ingin dicapai untuk mengkhatam Al-Qur’an. Setelah khatam Al-Qur’an jangan lupa untuk membaca doa Khotmil Qur’an.

Tradisi khatam Al-Qur’an biasanya dilakukan di pengajian atau di masjid dengan cara yang beragam. Ketika bulan Ramadan acara khatam Al-Qur’an dilakukan setelah sholat teraweh, kemudian dilanjut dengan  syukuran, zikir, dan doa khusus. Setelah syukuran selanjutnya acara ditutup dengan makan bersama dengan berbagai menu hidangan seperti nasi uduk, nasi kuning, telor rebus, ayam goreng, gulai sapi, buah-buahan dan tidak lupa juga aneka kue lainnya yang tidak kalah istimewah. Seharusnya kearifan lokal ini patut dipelihara dan dijaga kelesatariannya. Agar tradisi tadarus berjamaah ini tidak hilang oleh waktu.

Sayangnya, pada tahun ini tradisi tadarus Al-Qur’an berjamaah di masjid, di pengajian, atau di mushola ditiadakan, yang biasanya dilakukan ketika bulan suci Ramadan harus dilakukan dengan tadarus Online. Karena antisipasi untuk menghindarkan dari banyak kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Virus ini mulai meluas sekitar bulan maret, sudah hampir 5 bulan virus ini berlangsung. Dan sudah hampir 3 bulan juga kita di rumah saja. Virus ini tidak memandang bulu, mulai dari anak kecil, dewasa, dan lansia dapat terkenal virus Covid-19 ini. Penyebaran virus Covid-19 juga begitu cepat. Pemerintah menerapkan peraturan untuk menghindari kerumunan, selalu menggunkan masker, rutin mencuci tangan ketika habis berpergian, dan lainnya.

 Pemerintah juga sudah mengelurkan peraturan untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah saja. Diterapkannya lockdown di berbagai wilayah ini untuk memutus rantai penyeraban virus Covid-19. Setelah diterapkan lockdown pemerintah melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tidak diperbolehkan berkumpul bersama-sama, dilakukannya penerapan ini agar penyebaran dan penularan virus tidak semakin meluas.

Karena sekarang dunia sedang dihadapi dengan wabah virus Covid-19, serta pemerintah menegaskan untuk melakukan semua kegiatan di rumah saja. Maka, tradisi tadarus bersama selama pandemi ini tidak berlangsung, aktivitas yang sifatnya berkerumun ditiadakan. Digantikan dengan tadarus secara online. Banyak sekali jasa aplikasi tadarus online selama pandemi berlangsung seperti, SalingSapa, Go Langit, Halo Ustadz, Kajian Islami dan Murottal Qur’an, serta jasa aplikasi lainnya.