Setiap hari, ada peluang meraih keuntungan dari pergerakan aset, baik saham maupun komoditas seperti emas. Selain emas, logam mulia dan komoditas lain, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mengakui mata uang kripto (cryptocurrency) sebagai aset, disebut dengan aset kripto.

Aset kripto adalah kelas aset baru, baik di Indonesia maupun di dunia. Ia merupakan aset digital yang diamankan oleh kriptografi (perpaduan matematika dan ilmu komputer) sehingga memiliki nilai tertentu. Dibanding kelas aset tradisional, belum banyak investor yang mengenal kelas aset ini.

Aset kripto mulai tenar di kalangan pedagang (trader) dalam negeri saat Bitcoin, aset kripto paling besar di dunia, bergerak dari nilai jutaan Rupiah menjadi ratusan juta Rupiah per Bitcoin hanya dalam kurun waktu beberapa bulan. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 2,5 juta pedagang aset kripto di Indonesia.

Sejak saat itu, Bitcoin (BTC), beserta aset kripto lain seperti Ether (BTC), XRP, Litecoin (XRP) dan ratusan lainnya menjadi ladang dimana pedagang bisa mendapat keuntungan tinggi. Belum lama ini, sektor aset kripto yang disebut dengan DeFi (decentralized finance atau keuangan desentralistik) menarik perhatian sangat besar, baik dari investor ritel maupun investor institusi.

Trading Kontrak Berjangka, Untung Atau Resiko?

Trading Bitcoin di Indonesia umumnya dilakukan melalui pembelian spot, yaitu pembelian berbasis harga harian. Melalui pembelian jenis ini, investor membeli dan menjual aset kripto sesuai dengan harga yang tertera saat ini.

Tetapi di pasar aset kripto global, sebagian besar volume perdagangan aset kripto dilakukan melalui derivatives market atau pasar derivatif (pasar turunan). Setiap harinya, milyaran dolar AS (USD) dipertukarkan untuk membeli dan menjual beragam instrumen derivatif aset kripto, terutama bagi Bitcoin.

Berbeda dengan pasar spot, pasar derivatif dilakukan berdasarkan kontrak antara dua pihak dan harga aset di masa depan. Sebab melibatkan prediksi harga di masa depan, pasar derivatif seringkali lebih beresiko dibanding pasar spot yang hanya melihat harga saat ini. 

Instrumen derivatif yang paling terkenal di pasar aset kripto adalah futures atau perdagangan berjangka. Perdagangan kontrak berjangka sangat popular di kalangan trader aset kripto sebab keuntungan yang diraih bisa lebih besar dibanding perdagangan spot. 

Kendati demikian, resiko kerugian yang dialami bisa lebih besar pula. Dibutuhkan pengetahuan teknik dagang yang memadai agar mendapat untung di pasar kontrak berjangka aset kripto.

Selain itu, memanfaatkan fitur yang dinamakan perdagangan margin, trader dapat menaruh modal lebih sedikit untuk melakukan transaksi dengan ukuran besar. Dengan margin, trader meminjam dana dari bursa atau broker dengan imbalan fee (biaya) atau bunga bagi pemberi pinjaman. 

Dengan persyaratan tertentu, trader dapat mendapat untung lebih besar bila melakukan perdagangan margin dibanding spot. Perlu dicatat, perdagangan kontrak berjangka memakai margin inilah yang telah menyebabkan kerugian besar bagi banyak pedagang aset kripto saat harga bergejolak tinggi.

Trading Bitcoin Berjangka di Bursa Luar Negeri

Beragam bursa aset kripto melayani perdagangan berjangka ini. Perlu diketahui, saat ini, belum ada bursa berjangka aset kripto resmi di Indonesia. Bursa yang ada di Indonesia melayani pembelian spot. Kerangka regulasi untuk mendirikan bursa berjangka aset kripto sudah ditetapkan oleh BAPPEBTI, tetapi belum diwujudkan secara nyata.

Kendati belum ada, semangat trader kripto dalam negeri untuk mencari untung di pasar kontrak berjangka sangat besar. Sebab itu, trader Indonesia memanfaatkan bursa aset kripto asal luar negeri untuk melakukan perdagangan ini.

Ada banyak pilihan bursa berjangka yang bisa digunakan trader Indonesia, baik yang diregulasi secara resmi maupun yang tidak diregulasi resmi. Di Indonesia, sejumlah bursa telah mendaftar ke BAPPEBTI untuk mendapat status sebagai bursa spot yang resmi teregulasi. 

Di Singapura, peran itu dijalankan oleh ACRA, Accounting and Corporate Regulatory Authority. BigoMex adalah salah satu bursa yang diregulasi secara resmi oleh badan tersebut. Melihat semangat yang tinggi dari komunitas trader aset kripto Indonesia, BigoMex membuka layanan berbahasa Indonesia pada situsnya.

Sebagai bursa berjangka aset kripto yang memiliki tampilan bahasa Indonesia, BigoMex dapat digunakan oleh trader dalam negeri. Bursa ini memiliki tampilan yang disederhanakan agar pengguna pemula mudah mengerti fungsi masing-masing pilihan. 

Sebagian bursa berjangka luar negeri saat ini belum memiliki terjemahan Bahasa Indonesia. Sebab itu, perdagangan aset kripto terkadang membingungkan bagi pengguna yang belum kenal baik dengan istilah-istilah perdagangan berjangka. Dengan tampilan bahasa lokal, BigoMex menyasar trader Indonesia yang ingin melakukan perdagangan berjangka secara nyaman.

Sebab berada di Singapura, BigoMex tidak diatur langsung oleh BAPPEBTI. Setiap pengguna situs tersebut harus melaporkan pajak keuntungan perdagangan aset kripto sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. 

Negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, melarang warganya memakai situs aset kripto yang tidak resmi terdaftar di negaranya. Hal ini merupakan suatu keuntungan bagi trader dalam negeri, sebab tidak ada halangan bagi Warga Negara Indonesia untuk berdagang aset kripto di bursa luar negeri.