topeng itu akan terlepas
terlihat pupil matamu yang membesar, kelopak matamu yang dipeluk hitam
senyum itu berubah menjadi bibir datar kering pecah pucat merekah
pipimu meleleh menangisi dentingan jeritan yang ada
hidungmu tetap seperti adanya walau sedikit tampak kaku dan berpoleskan minyak
telingamu bersembunyi di balik kulit kepalamu, tak lagi teracuni oleh frekuensi berjeruji
rambutmu rontok satu persatu, melarikan diri dari kerasnya pikiranmu
panas yang memukul setiap jam, menit, detiknya
metamorfosis kegelapan, tak menjadi terang atau abu-abu
kau membuat warnamu sendiri, melukis wajah tanpa topengmu menjadi sebuah topeng baru
tertanam di pori-pori kulitmu dan kau pakai untuk waktu yang tak dapat disentuh
apakah kamu saat ini?