Entah kenapa sepertinya semua tontonan menyangkut makanan tidak ada surutnya. Tidak hanya siaran saluran TV, siaran online dari berbagai lapisan masyarakat pun tidak kalah bersaing merebut perhatian netizen.

Ada beberapa cara dalam menyajikan materi tentang makanan untuk bahan siaran. Mulai dari cara yang digunakan oleh para pemain di bidang jurnalis, sampai cara yang digunakan oleh para juru masak ketika membagikan tips dan trik.

Tentu kedua cara tersebut tidak hanya digunakan oleh para pemain profesional di bidangnya, oleh sebab internet membuat beberapa bidang ilmu bersifat inklusif. Apalagi lapangan bermainnya menggunakan dunia internet, sehingga semua orang diperbolehkan berpartisipasi.

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa tontonan bertema makanan termasuk dalam kategori favorit untuk diproduksi? Ah, bukan itu pertanyaan yang tepat, karena jawabannya sudah jelas, yaitu jumlah penggemar setia tontonan bertema makanan konsisten banyaknya, bahkan berkembang.

Mungkin pertanyaan yang tepat adalah mengapa netizen menetapkan tontonan bertema makanan sama pentingnya dengan makan itu sendiri? Tidaklah berlebihan menyamakan derajat keduanya, karena makan akan puas jika makanannya lezat.

Setidaknya pangsa pasar tontonan bertema makanan telah menyaingi tontonan menghibur lainnya. Bahkan, jika dicermati, bisa jadi lebih banyak yang menggemari tontonan bertema makanan daripada tontonan lainnya. Ingatlah bahwa makan adalah kebutuhan dasar manusia.

Selain itu, orang yang kebetulan tidak suka makan sekalipun masih bisa kepincut untuk menonton tontonan bertema makanan. Sudahlah, akui saja jika tontonan bertema makanan adalah tontonan yang merakyat, sama merakyatnya dengan lagu pop. Harap diketahui, yang dimaksud rakyat dalam tulisan ini ialah rakyat dunia.

Sekarang, mari beralih ke pembahasan mengenai beberapa macam motivasi yang digunakan seseorang ketika menonton tontonan bertema makanan. Apa saja motivasi yang biasanya digunakan sebagai alasan menonton tontonan bertema makanan?

Mencari Referensi Tempat Hangout

Manusia adalah makhluk sosial, bahkan seorang penyendiri dan pendiam sekalipun (karena beruntung) tetap memiliki lingkaran pertemanannya. Agar setiap pertemuan dengan teman memiliki warnanya masing-masing, maka perlu untuk menciptakan kesan yang khas.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya mencari referensi restoran, kedai, atau tempat wisata kuliner sekadar sebagai informasi kalau seandainya ada rencana berkumpul bersama. Sebentar, saat ini, kan, masih rawan Covid-19?

Maka dari itu, banyak orang yang rindu berkumpul bersama. Dengan banyaknya orang yang rindu berkumpul bersama, maka banyak pula orang yang mencari informasi restoran, kedai, atau tempat wisata kuliner sebagai referensi kalau-kalau pemerintah telah mengizinkan masyarakatnya keluar rumah.

Ah, bukankah sekarang sudah diizinkan ya? Apalagi sudah diizinkan keluar rumah, tidak ada alasan untuk menjelaskan surutnya tontonan bertema makanan. Restoran, kedai, atau tempat wisata kuliner termasuk ke dalam tema tersebut.

Mencari Inspirasi untuk Berwirausaha

Dahulu, ketika terjadi resesi tahun 1998, Rhenald Kasali menganjurkan masyarakat untuk berwirausaha – pernyataannya dapat ditemukan dalam bukunya berjudul Disruption – sebagai langkah penanggulangan resesi.

Sekarang pun, ketika Covid-19 melanda, negara terancam resesi. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan bantuan uang tunai untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Namun, tentu saja terdapat beberapa orang yang tidak ingin terpuruk dan berpangku tangan begitu saja.

Menjalankan usaha makanan termasuk alternatif pemecahan kebuntuan finansial, terlebih membuka usaha makanan tidak harus secara besar-besaran. Bahkan, tidak perlu membuka kios karena telah mengandalkan internet.

Jika ingin mencari inspirasi untuk berwirausaha meskipun kecil-kecilan, Prakerja.org dapat dikunjungi kapan pun sesuai keluangan waktu. Bahkan, tanpa memungut biaya, kecuali sedikit kuota internet.

Mencari Inspirasi untuk Menambah Pembendaharaan Menu Masakan

Untuk alasan yang satu ini biasanya digunakan oleh orang-orang dengan hobi memasak. Entah memasak untuk siapa? Boleh untuk keluarga, pacar, atau masyarakat (bagi yang sedang menjalankan kegiatan amal).

Mengobati Kebosanan yang Sedang Diderita

Kadang, ketika sedang bermain gadget, seseorang dapat mengalami kejenuhan. Menonton tontonan bertema makanan mampu menjadi alternatif menghadapi titik jenuh. 

Namun, terdapat hal yang patut disayangkan, yaitu meskipun telah menonton tontonan bertema makanan, tidak serta-merta membuat penontonnya kenyang seketika.

Penasaran

Seperti yang telah dibahas di awal bahwa makan adalah kebutuhan pokok manusia. Bahkan, seseorang yang tidak suka makan tetap memiliki selera makan dengan makanan tertentu. Artinya, setiap inovasi makanan atau yang belum diinovasi sekalipun mampu memberikan daya penasaran bagi setiap orang.

Itulah lima motivasi yang biasa dijadikan alasan bagi netizen untuk menonton tontonan bertema makanan. Meskipun tidak melulu menonton, toh ada juga yang hobi membaca. Kendatipun demikian, tontonan masihlah menempati urutan teratas sebagai bahan pertimbangan rating.

Selain itu, lima motivasi di atas juga termasuk sesuatu yang relevan dengan realitas saat ini. Bahkan, bisa jadi relevan hingga masa mendatang. Dikatakan relevan karena makan adalah kebutuhan pokok manusia, kecuali jika makan tidak lagi relevan untuk melanjutkan hidup, entahlah, dengan kemajuan teknologi, mungkin atau ketika semua makanan menjadi beracun.