Penulis
5 bulan lalu · 928 view · 3 menit baca · Politik 49480_64377.jpg
sphynxswag.storenvy.com

Tokoh Ini Penentu Kemenangan Jokowi

Bravo-5

Perhelatan pilpres 2019 sudah memasuki babak penyampian visi dan misi. Sayang hal itu hanya diatas kertas, sebatas formalitas tanpa implementasi, bendera tanpa tiang.

Itu artinya soal kualitas pilpres sebaiknya simpan saja dalam laci kursi maupun dalam dompet masing-masing.

Perdebatan di sosial media kian memanas, silih berganti blunder dilakukan kedua belah tim pemenangan pilpres. Baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama melakukan.

Isu SARA hingga ucapan tak produktif terus kita baca, baik dari media daring maupun sosial media seperti Facebook maupun Twitter.

Berbagai trik serta manuver terus dilakukan para pendukung terutama tim pemenangan kedua capres. Namun siapa sebenarnya yang menjadi pemain dibalik layar.

Bila kita membaca artikel Military Minds Aim to keep Widodo In Power, yang ditulis John MCBeth, Asia Times (4/9/2018) maka terjawablah sudah pertanyaan tadi.

Luhut Binsar Pandjaitan, menjadi tokoh penting dalam kemenangan pilpres 2014 maupun dalam menjaga stabilitas pemerintahan Joko Widodo.

Tim Bravo-5 bentukan Luhut memang mesin politik canggih. Selain dikontensi para purnawirawan berbintang, Bravo-5 juga diisi para politisi handal, Ruhut Sitompul misalnya.

Meski Luhut belakangan diserang dalam kasus Meikarta, posisinya tetap kuat. Jokowi masih sangat bergantung pada Luhut Binsar Pandjaitan. Penulis pernah bertemu langsung saat kunjungannya ke Aceh, dia mengakui bahwa Luhut tokoh penting dalam pemerintahan dan kemenangan Jokowi.

Kini, Golkar bisa dibilang sudah ditangan Luhut. Sekjen Golkar merupakan kadernya di TNI, semua kehendak Luhut pasti akan dilakukannya. Itu artinya bargaining position semakin kuat. Bahkan banyak kalangan menyatakan bahwa Luhut sebenarnya the real president. Wajar bila kemudian Luhut mengkritik Ma'ruf Amin yang dianggap tidak berkampanye.

Luhut sebagai motor pemenangan Jokowi tidak ingin blunder Ma'ruf merusak reputasinya. Kekalahan akan mencoreng nama baiknya, akan membuat segala proyeknya terganggu. Nama Bravo-5 akan tercoreng dengan sendirinya. Ada banyak jenderal yang akan malu pastinya apalagi tim ini bertugas mengalahkan para jenderal yang ada dikubu Prabowo-Sandi.


Sebagai penentu kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Luhut akan melakukan manuver menarik dibulan jelang pilpres. Is pelanggaran HAM yang dilakukan Prabowo akan kembali mencuat. Menciptakan rasa takut akan hadirnya orba kini semakin menguat. Bisa dikatakan isu ini diluncurkan Luhut dan kawan-kawan dari Bravo-5. Isu yang menjadi debat pertama capres 2019.

SBY yang kini berada dikubu Prabowo-Sandi bakal diterpa isu pula. Tim Luhut dipastikan sudah menyiapkan sesuatu agar SBY pada akhirnya akan kelihatan tidak memihak. Minimal dapat mengerem pendukung SBY dalam pilpres. Ketakutan-ketakutan itu misalnya soal peluang AHY semakin kecil pada pilpres 2024 bila Prabowo-Sandi yang menang.

Pasalnya, secara aturan Jokowi-Ma'ruf bila menang hanya Ma'ruf Amin yang berpeluang kembali calonkan diri. Secara usia bisa dikatakan nyaris mustahil, sementara bila Prabowo-Sandi menang keduanya bisa kembali calonkan diri. Isu ingin sangat mengganggu SBY, Luhut sukses membuat SBY dilema dengan isu ini.

Setidaknya, kini isu Meikarta yang melibatkan dirinya mulai lenyap. Mirip ketika rekaman Freeport yang pernah diperdengarkan, Luhut lolos dihukuman apapun. Kini soal Meikarta Luhut juga bebas bicara dan isunya mulai lenyap. Sekali lagi membuktikan bahwa Luhut bukan orang sembarangan.


Kita pastinya akan disuguhi lagi manuver-manuver dari Luhut. Selama Luhut masih berada dikubu Jokowi, rasanya sulit untuk mengalahkan Jokowi-Ma'ruf. Isu apapun yang menerpa Jokowi akan dengan mudahkan dialihkan Luhut. Karenanya salah satu syarat dapat mengalahkan Jokowi-Ma'ruf dalam pilpres mendatang ialah melumpuhkan Luhut.

Luhut bisa dianalogikan sebagai Marcus Vipsanius Agrippa dalam kisah kerajaan Roma. Keberhasilan Augustus Caesar Octavian mengalahkan lawan-lawan politiknya saat itu tak bisa dipungkiri atas jasa tangan kanannya, Marcus Vipsanius Agrippa. Selain superior di hadapan semua lawan politiknya, Agrippa mampu mengembalikan stabilitas politik pasca pembunuhan Julius Caesar.

Peran Marcus Vipsanius Agrippa yang dilakukan Luhut ternyata sangat mirip. Semua lawan politik Jokowi selain dibungkam, diberi kekuasaan sehingga berbalik mendukung Jokowi. Aamiin Rais teriak soal sertifikat tanah, Luhut membalas dengan ancaman membongkar aib Amien. Ngabalin awalnya oposisi kini berbalik mendukung, demikian pula dengan TGB dan terakhir La Nyala Mattaliti.

Bahkan 'kesaktian' Luhut terlihat ketika ia menjadikan Erik Thohir sebagai Ketua Tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Luhut juga sukses membuat Ma'ruf Amin menjadi cawapres dan mengakui kesalahan telah menjadi saksi kasus Ahok.


Selain itu, sebagai senior Prabowo, Aggripa tahu betul kelemahan Prabowo yang kini kembali menjadi lawannya dalam pilpre 2019. Aggripa pernah menjadi komandan detasemen anti-teror, dimana Prabowo menjadi wakilnya. Itu artinya pilpres 2019 butuh keajaiban agar terjadi ganti presiden.

Selama Marcus Vipsanius Agrippa (Luhut) masih bersama Jokowi, dan Jokowi tidak coba-coba mendongkelnya, kemenangan Jokowi akan kembali terjadi. Meski kini Prabowo-Sandi didukung SBY namun itu belum cukup. Selamat kepada Jokowi yang akan terpilih kembali. Kecuali Marcus Vipsanius Agrippa berpindah dukungan. Jasi Luhut adalah tokoh penentu kemenangan Jokowi-Ma'ruf bukan yang lain. 

Artikel Terkait