Apa yang ada di benak Anda mengenai rasa ga enakan? Apakah Anda pernah mengalami misalnya, Anda sering minta maaf padahal tidak bersalah. Anda sangat mudah memaafkan kesalahan orang lain, sering meng-iyakan padahal dalam hati berkata tidak.

Anda sering mengucapkan terima kasih padahal yang diberikan orang lain tak seberapa, dan tak sebanding dengan apa yang Anda berikan ke orang itu. Anda berusaha membuat orang senang tapi tidak memikirkan kesenangan sendiri. Jika pernah mengalami dan merasakan hal itu berarti Anda telah diliputi oleh rasa ga enakan.

Tapi tenang saja Anda tidak sendirian, semua orang pernah mempunyai rasa ga enakan termasuk saya sendiri. Beuhhh.. rasanya berat sekali untuk bicara "tidak" kepada orang lain. Butuh berpikir ribuan kali untuk menolak saat dimintai bantuan seseorang. Memiliki rasa ga enakan justru sulit untuk menjadi diri sendiri dan lebih mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri.

Pernah suatu ketika saat masuk SMP ada yang meminta tolong kepada saya misalnya minta tolong fotoin tugas, minta tolong jajanin di kantin, minta tolong anterin ke kamar mandi, minta tolong anter ke perpustakaan, dan tidak segan-segan teman saya minta tolong kasih jawaban saat Ujian Tengah Semester. Pokoknya banyak banget minta tolongnya.

Kejadian itu tidak hanya pas SMP saja sampai masuk MAN pun masih banyak orang yang minta bantuan kepada saya. Iya, memang benar manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain dan diharuskan untuk tolong menolong, tapi jangan keseringan selain itu minta tolongnya jangan hal yang sepele misalnya minta tolong fotoin jawaban tugas terdengar sepele bukan ?, dan betapa bodohnya saya meng-iyakan semua permintaan mereka.

Kadang saat sendiri saya suka berpikir padahal orang itu belum rada akrab dengan saya, belum menjalin hubungan yang erat dengan saya tapi kok orang itu dengan seenaknya minta tolong kepada saya, padahal ada orang lain kenapa selalu saya yang dimintai tolong. Saya merasa seperti orang yang diperbudak mereka.

Saya juga berpikir dan berbicara dalam hati, "Mengapa sih saya jadi orang kok ga enakan", dan pernah merasa capek dengan diri sendiri karena rasa yang ga enakan itu. Memang memiliki rasa yang ga enakan ada nilai plusnya yaitu kita bisa dicap sebagai orang yang baik.

Tetapi menurut saya berbuat baik sesuai dengan hal yang semestinya boleh tapi jangan keseringan untuk berbuat baik misalnya untuk hal yang sepele seperti minta fotoin jawaban tugas saat ulangan itu tidak perlu dilakukan. Jika kita terus merasa ga enakan maka akan semakin mudah dimanfaatkan orang lain. Orang lain dengan mudahnya menganggap bahwa kita tidak bisa menolak permintaan mereka. Jadi jangan biarkan rasa ga enakan menyebabkan hidup kita dikendalikan orang lain.

KECUALI, jika dalam tolong-menolong itu ada hubungan saling menguntungkan atau bisa disebut dengan simbiosis mutualisme. Ada hubungan timbal balik seperti orang yang sudah kita tolong, menolong kita balik boleh saja dilakukan. Mungkin semua orang setuju dengan pernyataan ini. 

Namun, tetap saja saran saya jangan keseringan ya. Jika si dia sering minta bantuan kepada Anda dan Anda merasa dirugikan so please jangan dilakukan lagi, itu namanya bukan saling menguntungkan yang ada malah merugikan Anda. Jika hal itu masih terus dilakukan maka akan menjadi ketagihan, tuman dan diri kita akan semakin terlarut dalam rasa ga enakan.

Memiliki rasa ga enakan sama saja membohongi diri. Mengapa begitu ?. Dengan rasa yang ga enakan, kita lebih sering mengikuti pendapat orang lain daripada mengutarakan pendapat yang ada dipikiran kita, sehingga kita merasa kesulitan dalam mengungkapkan isi hati dan pikiran.

Rasa ga enakan berbahaya dan menyebabkan kita tidak dihargai orang lain, orang akan terus-menerus memanfaatkan kita. Dengan mengetahui dampak dari rasa itu, apakah kita akan terus terbelenggu dalam rasa itu ? tentu saja semua orang tidak menginginkannya. 

Memang menghilangkan rasa ga enakan termasuk hal yang cukup sulit, tapi tidak ada salahnya jika kita menguranginya sedikit demi sedikit. Saya berpesan jangan bunuh dirimu karena rasa ga enakan, sama halnya dengan jangan sakiti dirimu karena rasa itu. 

Cukup saya dan orang-orang yang pernah merasakannya saja. Untuk generasi milenial berikutnya semoga tidak pernah merasakan hal seperti itu. Rasa ga enakan merupakan hal terpahit dalam hidup. 

Saya pernah merasa menjadi orang yang bodoh dan menyesal karena lebih mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri, dan tentunya saya capek dengan hal itu. Tapi alhamdulillah sekarang saya bisa mengurangi rasa ga enakan tersebut. Jadi saya bisa mencintai dan menjadi diri sendiri.

Alangkah baiknya kita mengurangi rasa ga enakan, dan ada baiknya kita bersikap tegaan. Berani mengatakan "tidak" kepada orang lain itu sudah cukup untuk mengurangi rasa tersebut, dan bisa membuat hidup menjadi lebih tenang tanpa menyalahkan diri-sendiri. 

Saya pernah dinasihati teman seperti ini “Kamu ingin orang lain mengerti perasaanmu, sedangkan kamu tidak pernah mengerti perasaanmu sendiri”. Sejak kalimat itu terlontar dari mulut teman saya rasanya seperti ada hasrat dalam diri untuk bisa mengurangi rasa tersebut, dan saya yakin pasti bisa menghilangkan rasa ganjal itu. So, generasi milenial yang membaca tulisan ini tentunya sudah ada dorongan juga untuk mengurangi rasa tersebut.

Jangan pernah lagi mendahulukan kepentingan orang lain. Habiskan waktu yang bermanfaat untuk diri sendiri, kepentingan diri, kebahagiaan diri, dan menjadi diri sendiri. Jangan sering minta maaf untuk hal yang tidak perlu apalagi jika tidak bersalah. 

Please stop, jangan menyenangkan orang lain dengan menyalahkan diri-sendiri. Dan jangan selalu mengikuti pendapat orang lain. Berikan waktu dan ruang yang cukup untuk otak dan hati kita bisa mengutarakan dan mengungkapkan semuanya.


       “Lebih baik dibilang egois karena mementingkan diri sendiri daripada menyesal karena mementingkan orang lain”.