Mudik merupakan tradisi tahunan bagi masyarakat Indonesia yang merantau untuk pulang ke kampong halaman. Mereka akan berbondong-bondong pergi dari kota perantauan dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum yang dirasa aman dan nyaman.

Saat momen mudik tiba, para pemudik selalu bersamaan dengan bulan puasa. Oleh karena itu kita tetap diwajibkan untuk menjalaninya dengan baik meski berada di jalanan. Kita harus tetap menyelesaikan puasa meski tubuh terkadang lemas sehingga gangguan pusing dan mabul darat sering sekali muncul.

Nah, jika ingin tetap berpuasa saat mudik. Ada beberapa tips yang harus di terapkan agar bisa berpuasa saat mudik.

Penuhi kebutuhan air 

Ketika sahur tiba, hal pertama yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi dehidrasi adalah dengan dengan meminum dua gelas air putih. Gelas pertama, yaitu ketika kamu akan makan makanan sahur dan yang lainnya ketika sudah akan memasuki batas waktu untuk makan dan minum. Hal tersebut dapat membuat kamu lebih kuat untuk beraktivitas, memperlancar pencernaan, serta membuang racun-racun yang ada di dalam tubuh.

Hal lainnya yang harus kamu hindari adalah mengonsumsi teh dan kopi saat sahur. Dengan meminum cairan tersebut terlalu banyak, kamu dapat meningkatkan kandungan kafein di dalam tubuh. Akibatnya, kandungan air di dalam tubuh kamu akan cepat menghilang dan menimbulkan rasa haus lebih cepat.

Satu hal lagi yang harus kamu lakukan, yaitu hindari juga makanan atau minuman manis yang dapat dicerna oleh tubuh dengan cepat. Jika kamu melakukannya, dapat membuat kamu merasa lapar lebih cepat dibandingkan perkiraan kamu. Selain itu, minum terlalu banyak air juga tidak dianjurkan karena dapat mencairkan asam lambung, serta menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan.

Menyiapkan makanan untuk berbuka

Menjadi musafir yang bepergian saat berpuasa, kemungkinan besar Anda harus berbuka di perjalanan. Daripada mengambil risiko dengan membeli makanan di jalan yang tidak Anda ketahui pasti kualitas dan kebersihannya, lebih baik siapkan bekal untuk berbuka sendiri.

Tidak perlu menyiapkan makanan yang rumit. Makanan sederhana untuk sekadar membatalkan puasa pun sudah cukup, misalnya air mineral dan roti gandum.

Sahur dan berbuka dengan makanan bergizi

 Selalu makan dengan kenyang sebelum melakukan perjalanan mudik. Jangan makan seadanya saja terlebih minum air sampai kenyang tanpa ada makanan padat lainnya. Saat sahur usahakan untuk makan makanan yang kalorinya mencapai 600-700 kalori atau satu pertiga total kalori harian.

Selanjutnya saat berbuka puasa juga demikian, makan sebanyak 700 kalori atau lebih banyak. Selanjutnya Anda baru boleh melakukan mudik dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.

Menjaga stamina

Hal lain yang tidak kalah penting adalah jangan lupa untuk menjaga tubuh agar tetap fit selama melakukan perjalanan jauh. Ada baiknya Anda mulai mempersiapkan stamina jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Ingat, Anda sendiri yang mengetahui kondisi tubuh Anda.

Jadi jika ingin melakukan perjalanan jauh saat puasa, perhatikan kondisi tubuh Anda agar stamina tetap terjaga selama perjalanan. Saat sahur dan berbuka, konsumsi bahan makanan yang mengandung vitamin C dan zinc untuk memperkuat daya tahan tubuh supaya tak mudah lelah dan jatuh sakit.

 Bawa obat-obatan

Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi selama Anda melakukan perjalanan jarak jauh. Terlebih kondisi orang yang berpuasa relatif rentan. Jadi tidak ada salahnya jika Anda mempersiapkan membawa obat-obatan sendiri di dalam kotak P3K. Siapa tahu di tengah perjalanan nanti Anda memerlukan obat sebagai pertolongan pertama.

Beberapa obat yang bisa Anda persiapkan seperti obat sakit kepala, minyak angin, obat anti-mabuk, kasa, dan obat merah.

Berangkat di malam hari

Jika ingin tidak terlalu lelah dan tetap segar selama perjalanan, ada baiknya Anda mencoba untuk memulai perjalanan pada malam hari. Selain tidak terpapar sinar matahari yang bisa membuat cepat kekurangan cairan, di perjalanan malam tenaga yang Anda miliki masih banyak karena baru saja berbuka puasa.

Keuntungan lain jika melakukan perjalanan malam adalah saat haus atau lapar di perjalanan, Anda bisa dengan mudahnya minum dan makan. Dengan begitu, kadar gula darah Anda akan kembali normal sehingga Anda bisa lebih fokus di perjalanan. Hal ini tentu tidak bisa Anda lakukan jika melakukan perjalanan siang, kan?

Istirahat yang cukup

Apa pun yang terjadi, tetaplah istirahat yang cukup di dalam kendaraan. Jangan terlalu asyik dengan gadget karena rasa kantuk susah muncul.Karena Anda butuh tidur, jangan lupa memasang alarm.

Dengan begitu Anda bisa turun di tempat yang tepat dan tidak kebablasan. Kalau bisa jangan pergi mudik sendirian. Lebih baik dengan banyak orang sehingga bisa saling menjaga barang dan bergantian untuk tidur.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan saat melakukan perjalanan jauh ketika sedang berpuasa. Perhatikan juga ketahanan tubuh Anda ketika mudik. Pasalnya, puasa bisa memengaruhi daya tahan tubuh Anda.